Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Narkoba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Oktober 2015

Apa sih I-Doser Itu?

Narkoba elektronik ternyata ada. Syetan tidak kehabisan inovasi. Lahirlah narkoba elektronik.

I-Doser Labs sebagai produsen dari gelombang otak binaural yang dikemas dalam bentuk CD dan aplikasi komputer.

I-doser bekerja dengan mengubah gelombang otak kita. Menurut penelitian, sensasi yang kita rasakan di otak kita adalah tergantung pada gelombang otak kita. Gelombang otak pada saat kita rileks, konsentrasi, melamun, maupun mabuk adalah berbeda2.

Ada beberapa program yang memanipulasi brainwave ini, misalnya brainwave generator, dan tentu saja I-doser ini. Bedanya I-doser lebih mengkhususkan diri pada efek-efek obat-obatan tertentu sesuai nama dose-nya (dosis pada I-doser), misalnya : Marijuana, Hash, Opium, LSD, Ecstasy, Cocaine, Genesis sampai dengan Multy Orgasm.
Ada 4 jenis pengguna I-doser, yaitu pengguna yang:
1. Kebal sama sekali ( tidak merasakan efek apapun )
2. Kebal separuh ( merasakan tapi tidak maksimal, paling 50-60% )
3. Tidak kebal ( merasakan sekali efeknya )
4. Super sensitif ( mengalami efek-efek samping yang tidak sesuai dengan dosis )
Kalau kamu gagal merasakannya, berarti kamu masuk dalam kategori pertama atau kedua.
Apakah I-Doser ini berbahaya bagi tubuh kita? I-Doser Labs menjamin hal itu dengan kondisi pada saat efek berlangsung jangan mengendarai kendaraan atau melakukan pekerjaan-pekerjaan dengan alat berat. Karena efek yang ditimbulkan berlangsung lumayan panjang, user disarankan untuk mencari waktu senggang dan santai.

Seru kan? bahkan sebagai bandar narkoba digital, I-doser mengemas dosis-dosisnya dengan kategori yang dapat kamu pilih sesuai dengan keinginan misalnya : Recreational, Hallucinogenic, Prescription, Spiritual, Designer, Sexual, Stimulant dan lain sebagainya. Juga mengemas dalam bentuk CD dengan paket-paket tertentu.

Apakah ini legal? Sampai saat ini iya. Tapi dilaporkan ada beberapa user I-Doser yang sampai menjerit-jerit keluar rumah dan melakukan hal-hal aneh lainnya. Mungkin mereka menggunakan efek yang salah, karena I-Doser menyediakan juga Brain Reset yang dapat digunakan untuk mengembalikan kondisi otak kita menjadi normal sebelum menggunakan dosis yang lain.
Maka sebaiknya jangan mencoba.  Awasi anak-anak anda jangan sampai terkena.

Kamis, 27 Agustus 2015

Beredar Permen Narkoba Rp1.000

��Beranda Bogor
POJOKJABAR.id, RADAR BOGOR-Peredaran narkoba di Kabupaten Bogor semakin mengkhawatirkan. Setelah muncul narkoba berbentuk permen karet, sekarang barang haram tersebut diedarkan menyerupai permen lollipop. Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor menemukan permen bercampur narkoba berbentuk permen lolipop sudah beredar di Bogor. Harga pun sangat murah, berkisar Rp1000-3000.

Kepala BNN Kabupaten Bogor, Nugraha Setia Budi mengatakan, para pengedar mulai menyamarkan jenis narkoba kedalam campuran bahan pembuat permen, untuk target pasar anak-anak pelajar.

❗“Jenis ini diduga sudah beredar di Bogor, kami masih melakukan penelusuran,” ujarnya, seperti dilansir Radar Bogor, Jumat (21/8/2015).

➡ Permen yang sudah beredar antara lain berbentuk permen gagang dengan kemasan berlabel Cannabis, permen ini diduga mengandung ganja. Selain itu tiga permen lainnya jenis lolipop warna-warni, menurut Budi, mengandung bahan pembuat sabu-sabu.

“Jenis-jenis permen seperti ini yang harus diwaspadai,”ujarnya.

➡ Untuk diketahui, selain jenis lolipop cannida, permen narkoba sudah banyak beredar dengan berbagai jenis, yakni strawberry meth atau strawberry quick, merupakan narkoba kristal berbentuk bulat mirip permen pop rock rasa strawberry.

➡ Kemudian ada juga yang berbentuk permen karet, yang merupakan hasil olahan ekstasi dan dikemas dengan bungkus kartun lucu dengan merek permen karet yang biasa dijumpai. Ada juga Lysergic Acid Diethylamide (LSD), berbentuk sebesar perangko, bergambar kartun lucu dan colorfull. Permen narkoba ini mengandung zat lisergida. Kemudian permen magic pop, mirip pop rock dan mengandung amphetamine.

Dari beberapa jenis permen narkoba yang ditemukan itu kata Budi, biasanya dijual di pasaran dengan harga berkisar antara Rp1000-3000. Hal itu, kata dia, untuk menarik pasar, juga supaya tidak menimbulkan kecurigaan.

“Kan supaya menarik, makanya dijual awal sekitar segitu. Nanti kan kalau sudah beredar luas dan banyak pelanggannya bisa dijual lebih mahal lagi,” ujarnya.

Saat ini pihak BNN sedang menyelidiki dan menelusuri di mana saja permen narkoba tersebut beredar.

“Kita belum tahu (peredarannya, red), masih diselidiki,” tandasnya.

Untuk itu, kata dia, orang tua harus lebih waspada dengan jajanan yang dikonsumsi oleh anak-anak. Karena sulit membedakan jenis permen yang mengandung narkoba secara kasat mata. Apalagi bagi orang awam. Bisa jadi, permen dengan merk atau jenis lain juga dimanfaatkan pengedar narkoba untuk mengelabui petugas.

“Ciri-ciri bisa dikenali dari perubahan perilaku anak,” katanya

Perubahan yang dimaksud, misalnya, anak yang tadinya periang tiba-tiba menjadi pendiam, meningkatnya kebutuhan uang jajan sehari-hari. “Yang paling berbahaya kalau perilakunya sudah mengarah pada pencurian,” katanya

Menurut Budi, kalau sudah kecanduan, pecandu narkoba akan melakukan segala cara untuk mendapatkan narkoba.

“BNN Kabupaten Bogor, terus menyosialisasikan ini dari mulai Posyandu hingga ke sekolah-sekolah, karena mereka menjadi target market peredaran narkoba,” pungkasnya

Perlu diketahui saat ini 200 ribu jiwa penduduk Kabupaten Bogor sudah terdeteksi positif menggunakan narkotika. “Jumlah pengguna narkotika di Kabupaten Bogor ada 200 ribu jiwa dan berada di peringkat ke-2 di Provinsi Jawa Barat,” kata Nugraha di Cibinong, belum lama ini.

Peringkat pertama jumlah pengguna narkoba di Jawa Barat adalah Kota Bandung. Saat ini jumlah pengguna narkotika Jawa Barat merupakan yang tertinggi di Indonesia.

“Dari total 33.905.400 jiwa penduduk, ada 2,34 persen atau sebanyak 792.206 jiwa terdeteksi positif menggunakan narkotika di wilayah Jawa Barat,” katanya.

Dia mengatakan, untuk mencegah dan memberantas peredaran narkotika dan rehabilitasi pengguna narkotika. BNNK Bogor perlu mendapatkan dukungan dari legislatif, eksekutif dan pemuda karena pengguna narkotika mayoritas usia produktif dari 13 tahun hingga 50 tahun di Kabupaten Bogor.

“Semoga dengan program ini, angka pengguna narkotika di wilayah Kabupaten Bogor bisa berkurang dengan dukungan semua pihak,” katanya.

(radar bogor/ful/viv/d)

��Sumber: http://jabar.pojoksatu.id/bogor/2015/08/21/beredar-permen-narkoba-rp1-000/

Reposted by : Nashih Amin