Jumat, 31 Juli 2015

Poligami Syurga yg tak dirindukan

Ini ada tulisan tentang polygamy semoga memberikan pencerahan. Ini tulisan di muslimah zone.

MuslimahZone.com –
Belum lama ini ramai perbincangan tentang sebuah film yang mengangkat tema tentang poligami. Tema yang mungkin sedikit sensitif bagi sebagian orang. Semenjak penayangan perdananya di pertengahan Juli lalu, pesan yang ingin disampaikan oleh film yang diangkat dari novel laris ini akhirnya menuai pro dan kontra.

Di antara yang memberikan opini kontra terkait pesan dari tulisan Asma Nadia ini adalah Adi Supriadi atau dikenal dengan nama Haddad Assyarkhan. Selain menulis, beliau juga aktif sebagai Trainer dan Public Speaker. Dalam tulisannya yang dimuat dalam bersamaislam, Ahad (26/07/2015) beliau memberikan ‘kritik cinta’ untuk Asma Nadia. Berikut tulisnya:

Kritik Cinta Untuk Perlawanan Poligami Asma Nadia

Oleh: Haddad Assyarkhan

Kata-kata indah ini keluar dari bibirnya “Asma Nadia” melalui akun twitternya, sebuah kata-kata indah yang sesat menyesatkan.

“Jika cinta membuat seorang perempuan setia pada satu laki-laki, kenapa cinta tidak bisa membuat lelaki bertahan dengan satu perempuan?”

Kata-kata indah ini bahasa halus dari Penolakan Terhadap Poligami yang dalam Al Qur’an dihalalkan Allah SWT. Seperti halnya kaum liberalis sekuler, bahasa menjebak itu sungguh indah tapi menyesatkan. Mau contoh:

“Sebelum kau menjilbabkan kepala, kau harus menjilbabkan hati dulu, agar jilbab tak ternodai dan karena iman itu datang dari hati bukan dari kepala.”

Sungguh indah kan kalimatnya, coba tilik sekilas benar nggak? Saya yakin anda menjawab benar, dimana benarnya? Iman itu memang dari hati bukan kepala, dan apabila hati berjilbab maka perilaku akan baik. Itulah logika kaum SEPILIS (Sekuler, Pluralis, Liberalis ), laknatullah ‘alaih.

Dampak buruknya, banyaklah remaja tidak mau menutup aurat hanya karena merasa belum mampu untuk menjilbabkan hatinya. “Ah, aku mah sekarang menjilbabkan hati dulu aja,” kekacauan Syariat terjadi, kekacuan Aqidah pun terjadi.

Coba buka Al Qur’an, ada nggak perintah Allah SWT untuk menjilbabkan hati dulu baru menjilbabkan kepala hingga dada? Jawabannya NGGAK ADA. La wong perintahnya juga menutup kepala hingga dada.

Ini yang saya katakan kesesatan berfikir kaum liberalis sekulerlaknatullah ‘alaih. Dari kesesatan berfikir menjadi kesesatan Syariah dan Aqidah. Kufur kepada perintah Allah SWT.

Lalu, apa hubungannya dengan Asma Nadia sang Aktivis Dakwah dengan novel dan filmnya? Apakah Asma Nadia seorang Liberalis Sekuler? Saya tidak mengatakan itu.

Mari kita lihat, ungkapan Asma Nadia 17 Desember 2012 silam adalah bentuk perlawanannya terhadap poligami dimana lelaki yang berpoligami dianggap tak memiliki cinta dan tak memiliki kesetiaan. Seharusnya lelaki yang penuh cinta dan kasih sayang dan setia itu tidak menduakan istrinya dengan poligami. (COBA BACA SEMUA NOVEL ASMA NADIA, hampir yang temanya dengan 2 wanita pasti pesannnya mirip seperti ini).

Lalu, apakah Nabi SAW bukan pria yang penuh cinta dan kasih sayang? Lalu apakah Nabi SAW lelaki yang tidak setia? Toh Nabi punya istri lebih dari satu dengan jalan poligami. Okelah jangan pakai Nabi contohnya, terlalu tinggi. Apakah ulama-ulama salafush shalih yang istrinya lebih dari satu itu tidak penuh cinta dan tidak setia? Apakah Syeikh Abdul Qadir Zailani yang istrinya 4 dengan 44 anaknya adalah lelaki yang tidak setia.

Okelah ulama salaf ketinggian juga kalo jadi contoh. Kita tanyakan yang kontemporer aja. Apakah Aa Gym lelaki yang tidak setia? Apakah Arifin Ilham lelaki yang tidak ada rasa cinta? Lalu apakah ustadz-ustadz di gerakan Islam di Indonesia atau Partai Islam yang istrinya lebih dari satu tidak memiliki cinta dan kesetiaan?

Waw… cinta dan kesetiaan hanya milik wanita khususnya hanya Asma Nadia kalau begitu.

Asma Nadia lupa dengan ungkapan penyair Jerman “Goethe” yang berbunyi “Tak Selamanya Wanita Itu Setia dan Tak Selamanya Lelaki itu Menyeleweng”.

Sebagai counselor yang menangani banyak curhat dan permasalahan rumah tangga, justru saya menemukan banyak kasus wanita lebih mudah tergoda untuk berselingkuh ketimbang pria.

Harusnya pertanyaan Asma Nadia yang ini “Kenapa Cinta Tidak Bisa Membuat Lelaki Bertahan Dengan Satu Perempuan?” ditanyakan langsung kepada Nabi SAW biar puas mendapatkan jawabannya. Karena pertanyaan ini bentuk pertanyaan lain sebagai bentuk kekecewaan pada Tuhan yang bunyinya begini:

“Tuhan, Aku kok bisa setia dengan cinta yang ku miliki, tetapi mengapa dia yang memiliki cinta yang sama sepertiku tapi masih ingin mencintai wanita lain? Engkau tidak Adil Tuhan.. tidak adil.. Lebih baik aku tak merindukan Syurga-Mu daripada aku menderita karena cinta, mungkin Neraka-Mu lebih baik asal dia hanya mencintai aku saja.”

Astaghfirullah. Naudzubillahimindzalik.

Kesesatan berfikir yang menjerumuskan ummat dalam penyimpangan aqidah. Syetan itu terkadang lebih halus bahkan saking halusnya Anda berubah tanpa merasakan perubahan itu.

(fauziya/muslimahzone.com
Reposted by : Nashih Amin

Bagaimana dengan BPJS?

Pertanyaan untuk yang berkompeten. para para di MUI,
1. Fatwa MUI BPJS haram apakah kita di yayasan apa harus di tarik lagi BPJS nya ?
2. Bagaimana dengan dokter, klinik dan rumah sakit  yang melayani BPJS? 

Pertanyaan:
Kenapa BPJS  haram?
Oni Sahroni salah satu  anggota Dewan Syariah Nasional menuturkan, "  Saya diantara dua orang yang menyiapkan kajian fikih tentang bpjs dan dipresentasikan saat ijtima komisi fatwa di tauhidiyah ditegal.
Dalam kajian saya,
Bpjs yang dilaksanakan saat ini menggunakan pola ausransi konvensional dan tidak sesuai dengan syariah islam. Ketidak sesuaian terletak pada tiga hal :

Pertama, pola yang dilakukan dalam bpjs saat ini adalah transfer of risk

Kedua, dana premi bpjs dinvestasikan dalam
usaha non halal.
Menurut laporan direksi bpjs, dana premi disalurkan ke deposito dan obligasi konvesnional.

Ketiga, perlakuan surplus dan defisit undewriting yang berbasis gharar dan pinjama berbunga

Pertanyaan :
Bagaimana menggunakan BPJS ? Dr. Oni menjelaskan, " Tetapi selama belum ada BPJS syariah, maka BOLEH menjadi peserta bpjs saat ini khusus bagi masyarakat yang tidak mampu membayar premi  asuransi syariah swasta karena alasan dharurat.
Tetapi ketentuan hukum ini sementara, jika bpjs syariah sudah berdiri, maka harus beralih ke bpjs syariah."
Itu diantara kesimpulan kajian saat pertemuan komisi fatwa mui seindonesia  di at tauhidiyah tegal.
Demikian penuturan Dr. Oni Sahroni

Saya tambahkan di sini, " kita adalah warga negara indonesia,  kita berhak untuk mendapatkan pelayanan kebutuhan pokok kita,  kesempatan kerja,  pendidikan,  jaminan kesehatan,  jaminan keamanan dst,  negara ber kewajiban untuk memberikan jaminan di atas. Apalagi bila kondisi kita  tidak mampu.  Boleh menggunakan BPJS."

Bagaimana dengan yayasan, perusahaan dan lembaga yang punya karyawan. Apakah harus meninggalkan BPJS yang haram ini?
Jawab:
Yayasan sbg pemberi kerja harus membayari penerima upah utk ikut
JKN. Apalagi bila yayasan, perusahaan dan lembaga itu masih kecil, maka kondisi nya adalah darurat. Ia boleh menggunakan BPJS itu.

Pertanyaan:
Bagaimana dengan Dokter yang melayani BPJS?

Jawaban saya ( Masturi ):
Karena kondisi awalnya darurat,  maka dokter pun juga darurat. Maka boleh melayani BPJS ini. "

Bagaimana kita Menyikapi masalah ini:
1. Pemerintah mengadakan BPJS tapi haram.
2. MUI mengharamkannya.

Jawaban saya :
BPJS haram Ok.  karena konsideran yang digunakan oleh MUI jelas.
Dan  kita sebagai rakyat:
الضرورة تبيح المحظورات. 
Kondisi darurat membolehkan untuk menggunakan suatu yang sebenarnya asalnya di haramkan.

Tugas dewan muslim bertugas dan ber kewajiban untuk  membuat undang-undang agar tidak haram.

Tugas ekskutif agar menjalankan yang tidak haram.

Tugas MUI sudah betul. Yaitu memberikan penjelasan hukum. Sehingga masyarakat paham posisi yang sebenarnya.

Jenis BPJS
Akmal Burhanuddin menjelaskan:
3 peserta BPJS
1. Rakyat miskin yg iurannya ditanggung oleh pemerintah

2. Penerima upah yg iurannya di tanggung pemberi upah (PT, Yayasan, CV, dll)
3. Peserta mandiri yg iurannya ditanggung sendiri
Para  pemilik yayasan diatur oleh UU bila tdk membayar iuran BpJs akan di sanksi. Bahkan Lembaga zakat pun skrg bs terkena UU JKN itu. Apalagi  perusahaan besar diancam sanksi."
Semoga pemaparan sederhana ini bisa menjadi pencerah pemahaman kita tentang BPJS dan menghilangkan kebingungan dan keresahan kita. Amin

Masturi.istamar

Guncangan Allah Untuk Orang Beriman

Just copas and share:
---------------
Mutiara Pagi KAFF

Saudaraku yg dimuliakan Allah,

Salah satu metode Tarbiyah Rabbaniyah kpd hambaNya, jamaah yg dicintaiNya adalah dengan melakukan Zulzilu (goncangan). Hizzah ataupun goncangan ini adalah cara Allah mengokohkan dan meyakinkan kita akan kekuatan barusan kita, baik moral (hazzan ma'nawiyan) ataupun pikiran (hazzan Fikriyan).

Ketika Allah menghendaki kita bangkit, fayahuzuuna hatta laa nanaam, maka, digoncangkanNya kita sehingga "ngantuk"pun tak bisa.

Ketika Allah menghendaki kita bangkit, fayahuzuunaa hatta nahfiza. Maka, digoncangkanNya kita sehingga kita melompat terkejut.

Ketika Allah menghendaki kita meraih kemenangan2 yg sdh disediakan untuk kita, fayahuzuuna hazzan hanifan. Maka, kita digoncang untuk membangkitkan kesadaran dan memunculkan semangat kita.

Selain itu, Allah ingin melihat kita meratap-ratap kpdNya. Karena ketika digoncang kita berlari kpd pegangan yg sangat kuat, Allahu Azza wa Jalla.

Ketika Allah menghendaki harapan kita hanya tertumpah kepada Allah, digoncangNya kita. "Wazilziluu hatta yaquular Rasuulu walladziina aamanuu ma'ahu mataa nashrullah (Qs.2:214)". Hingga Rasul dan org2 beriman berkata, kpn datangnya pertolongan Allah.

Bahkan, ketika Allah menginginkan kita masuk surgaNya, fayahuzzunaa hatta ya'lamallahulladziina jaahaduu minkum wa ya'lamash shaabiriin, maka digoncangNya kita agar Allah mengetahui siapa yg berjuang dengan benar, kuat dan semangat jihad.

Waya'lamash shaabiriin, agar Ia tahu siapa yg mempunyai data tahan yg tinggi menghadapi konspirasi,fitnah dan pelecehan.

أم حسبتم أن تدخلواالجنةولما يعلم الله الذين جاهدوا منكم ويعلم الصابرين

By: K.H  Amin  dalam Ketahanan Gerakan Dakwah
Reposted by : Nashih Amin

Lowongan Kerja Sekolah Alam Bintaro

Info Lowongan pekerjaan. Kami Sekolah Alam Bintaro sedang membutuhkan posisi sebagai berikut :
1. Guru TK
2. Guru SD
3. Guru Pendamping ABK
4. Fasilitator Outbound
5. Guru Komputer
6. Pustakawan
Persyaratan sebagai berikut :
1. Untuk Guru TK/SD min. Lulusan S1
2. Untuk Guru Pendamping ABK/Guru Komputer  min. Lulusan D3
3. Untuk Fasilitator Outbound min. Lulusan SMA dengan pengalaman min. 1 th sebagai Fasilitator Outbound
4. Untuk Pustakawan min.lulusan S1. Ilmu perpustkaan dan gemar membaca
5. Bagi laki-laki tidak merokok
6. Bagi wanita menggunakan hijab syar'I
7. Mampu membaca Al Qur'an
8. Mencintai dunia anak dan peduli terhadap pendidikan anak
9. Berani dan siap melakukan kegiatan outdoor (outbound, camping, survival, dll)
10. Bersedia mengikuti pelatihan dan magang
Bagi yang berminat dan memenuhi kualifikasi, kirimkan surat lamaran lengkap ke :
* Sekolah Alam Bintaro jl. Pondok Pucung Raya No.88 RT.01 RW.01 Bintaro sektor IX Pondok Aren Tangerang Selatan 15229
atau
* email ke sdm.sabin@gmail.com.

Catatan:
Lamaran ditunggu hingga 15 Agustus 2015

Rabu, 29 Juli 2015

Masjid Anda Ada IMB ? Bila Tidak, bersiaplah Untuk Dirobohkan

Setiap bangunan harus ada Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ). Bila tidak ada,  maka harus diriobohkan.  Bagaimana dengan masjid anda?

#SaveOurMasjid
#IMBdiatasTanahWakaf

Masjid diseluruh negeri ini umumnya didirikan di atas tanah Wakaf dan dibangun dengan swadaya masyarakat setempat dan donatur dermawan yg berinfak.

Bagaimana kemudian ada pihak yang berkepentingan mempertanyakan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atas Masjid? Bisakah pengurus Masjid memperlihatkan buktinya?

Mungkin ini akan menjadi PR Besar pengurus Masjid untuk segera melengkapinya, sebelum "Pemerintahan Kafir" memanfaatkan kondisi ini.

Karena "tumbal" utk rencana besar mereka telah dimulai, kita belajar dari kasus di DKI, Penghancuran sebuah Gereja di Jati Negara dengan alasan tidak memiliki izin, dan ummat Islam di Jakarta pun "terpesona" dari pemandangan kasat mata ini, namun sesungguhnya "rencana tidak kasat mata" bisa jadi telah mereka susun, yg target akhirnya adalah puluhan bahkan ratusan Masjid di Jakarta, karena mayoritas dibangun di atas tanah Wakaf dengan swadaya Masyarakat.

"Gereja kami, kami relakan untuk dihancurkan karena tidak memiliki izin, maka ummat Islam pun harus rela masjid-masjidnya yg tidak berizin untuk dihancurkan sebagaimana bangunan liar lainnya...!!"

Benar-benar sebuah strategi tumbal yang sangat tersusun rapi, sementara kita masih tidak mau belajar dari strategi yang mereka lakukan...

Dalam waktu dekat ini genderang PILKADA segera ditabuh, masihkan anda akan memilih pemimpin yang bukan dari kalangan anda? Kalau kita tidak bisa belajar dari kondisi hari ini, yakinlah Masjid2 megah di tanah air ini hanya akan menjadi kenangan semata bagi anak cucu kita.

Repost By: Nashih Amin

Senin, 27 Juli 2015

Islamic Banking & Finance - Durham University Summer Programm -

Durham Businnes School
Durham Businnes School
Islamic Banking & Finance adalah pelajaran mengenai Perbankan Syariah, yaitu perbankan atau kegiatan perbankan yang konsisten dengan prinsip-prinsip hukum syariah dan aplikasi praktisnya melalui pengembangan ekonomi Islam.
Syariah melarang pembayaran tetap atau mengambang atau penerimaan kepentingan tertentu atau biaya (riba) untuk pinjaman uang.
Investasi dalam bisnis yang menyediakan barang atau jasa yang dianggap bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam atau haram. Meskipun prinsip-prinsip ini telah diterapkan dalam berbagai derajat oleh negara-negara Islam sejarah karena kurangnya praktek Islam, hanya di akhir abad 20 sejumlah bank syariah dibentuk untuk menerapkan prinsip-prinsip ke lembaga komersial swasta atau semi-swasta dalam komunitas Muslim.

Institusi keuangan Islamic telah diterapkan di 75 negara di dunia dan bekerjasama dengan perusahaan bernilai asset mendekati USD 2 Trilyun. Tidak mengherankan bahwa Keuangan Islamik memiliki pengaruh besar pada pengelolaan keuangan dunia. Selama krisis keuangan di Eropa dan AS kemarin, Islamic Banking and Finance tumbuh 10 hingga 15 persen, sehingga Islamic Banking and Finance merupakan bidang yang tumbuh paling cepat di sektor keuangan, dan saat ini masih sangat jarang personil yang punya kualifikasi untuk memenuhi kebutuhan industri keuangan ini.

Universitas Durham (baca : Darem) di kota Durham, Inggris adalah pionir dalam hal riset dan pengajaran untuk jurusan Islamic finance, economics and management selama lebih dari 25 tahun.


Summer School Islamic Finance 2015
Tahun ini Universitas Durham lewat oleh Durham Centre for Islamic Economics and Finance kembali menawarkan program Summer School Islamic Finance. Program intensif lima hari Summer School yaitu hari Senin 24 Agustus 2015 Jumat 28 Agustus 2015 ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan, keterampilan dan keahlian serta membantu peserta untuk dapat memasuki sektor kerja Keuangan Islamik.
Program ini dibawakan oleh para ahli dan praktisi sektor keuangan dan banker dari berbagai penjuru dunia dan dari pusat pembelajaran di Durham-Durham Centre for Islamic Economics and Finance.

Biaya Summer School Islamic Finance 2015
Biaya Summer School adalah sebesar:
*  £1,550 bagi karyawan/professional,
* £1,050 bagi pengajar dan peneliti atau
* £825 untuk mahasiswa.
Biaya sudah termasuk kelas, materi pengajaran, coffee break dan makan siang.

Detil program dapat didownload di sini.

Siapa saja yang disarankan mengambil program ini?
• Ahli keuangan, bankir, peneliti professional dan peneliti akademis
• Anda yang ingin bekerja dan memasuki sektor Islamic financial
• Anda yang telah bekerja di sektor ini dan ingin meningkatkan kemampuan akademis dan keterampilan serta pengalaman praktis.
• Mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana
• Anda yang ingin belajar tentang industri yang semakin berkembang ini

Lulusan 
Banyak ekonom, lulusan perbankan dan keuangan serta peserta Summer School ini telah bekerja di sektor keuangan Islamik atau telah mengajar bidang ini di berbagai negara di dunia.

Pendaftaran dibuka hingga pertengahan Juni 2015 lewat konselor SUN di kantor SUN Education terdekat.
Kunjungi website Durham Centre for Islamic Economics and Finance untuk informasi lebih lanjut mengenai berbagai program yang tersedia. Klik Di Sini

Universitas Durham - Inggris

Logo Universitas Durham - Inggris
Universitas Durham

  Universitas Durham (baca: Darem) adalah salah satu universitas ternama dan tertua di Inggris. Didirikan pada tahun 1832, Universitas ini dikenal atas metode pengajaran dan riset berkelas.

Keunggulan Universitas Durham 
Berikut daftar pencapaian Universitas ini yang dapat menjadi alasan mengapa universitas ini menjadi salah satu universitas favorit bagi pelajar dari kuat bagi Anda untuk bergabung di dalamnya.

1. The Complete University Guide 2016 menempatkan Durham di peringkat ke-5 di Inggris, menjadikan ini penghargaan yang diterima oleh Durham tujuh kali berturut-turut).

2. Durham berada di peringkat ke-83 di Times Higher World University Rankings 2015. Durham adalah salah satu dari empat universitas dengan beragam pilihan (broad subject university) yang lebih dari 90% jurusannya masuk dalam top 10 di Inggris. Fakultas bahasa Inggris menduduki ranking ke-3 dari segi penyediaan fasilitas, membuktikan besarnya komitmen Durham dalam mendukung pengalaman belajar yang maksimal.
Baru-baru ini, Durham kembali mengesahkan keberadaannya sebagai pusat riset dan pembelajaran dunia di penilaian jurusan kuliah menurut QS World Ranking by Subject pada bulan Februari 2014 lalu.
Jurusan geografi di Durham adalah yang terbaik ke-4 di dunia.
Selain itu ada 3 jurusan yang masuk dalam daftar 50 teratas yaitu Ilmu Bumi, Sejarah dan Fisika.

3. Universitas Durham menghasilkan lulusan yang berkualitas. Hal ini dibuktikan dengan peringkat ke-25 untuk hal reputasi dari survei terhadap 27.900 pemberi tenaga kerja oleh QS World University Rankings 2014/2015.

Lokasi Universitas Durham
Kota Durham yang berada di sebelah Timur Laut Inggris ini dapat ditempuh dengan perjalanaan 3 jam naik kereta api dari kota London. Durham berada di tepi Sungai Wear dan merupakan kota dengan banyak peninggalan sejarah seperti dua situs bersejaran UNESCO World Heritage Site yaitu Katedral Norman dan Kastil yang berdiri sejak abad ke-11. Di kastil inilah Universitas Dorham dibuka sejak tahun 1832. Mahasiswa Universitas Durham akan bisa menikmati nyamannya tinggal di kota yang menjadi kota nomor satu menurut pemeringkatan Bank University Quality of Life Rankings tahun 2013.


Bagaimana cara mendaftar ke Universitas Durham? 
Pelajar internasional, termasuk dari Indonesia, disarankan untuk masuk melalui kelas Foundation milik Universitas Durham yaitu The Foundation Centre.

Berikut persyaratan masuk The Foundation Centre bagi pelajar Indonesia:

1. Pelajar berusia 18 tahun pada saat program dimulai atau maksimal berusia 18 tahun sebelum akhir dari term pertama (untuk kondisi terakhir ini, pelajar harus memberikan surat pernyataan dari orang tua/consent form).

2. Pelajar perlu menyerahkan bukti Surat Tanda Tamat Belajar Sekolah Menengah Umum Tingkat Atas (STTB – SMA) dengan nilai akhir minimal 7.0 dan nilai IELTS minimal 6.0 (elemen IELTS minimal 5.5).

Universitas Durham juga menyediakan beberapa beasiswa untuk program Pascasarjana. Info detil bisa dibaca dengan meng-klik link di bawah ini:

1. MSc Risk and Hazard
2. MA Risk, Health and Public Policy
3. MA Risk and Security

Tertarik?
* Kunjungi website Universitas Durham untuk informasi lebih lanjut mengenai berbagai program yang tersedia. Klik Di Sini
* Untuk bantuan dalam mendaftar untuk belajar ke luar negeri di Universitas Durham, silakan hubungi kantor SUN Education terdekat. Klik Di Sini

Nishfu Sya'ban

Nisfu Sya'ban adalah peringatan pada tanggal 15 bulan kedelapan (Sya'ban) dari kalender Islam. Hari ini juga dikenal sebagai Laylatul Bara’ah atau Laylatun Nisfe min Sha’ban di dunia Arab, dan sebagai Shab-e-barat di Afghanistan, Bangladesh, Pakistan, Iran dan India. Nama-nama ini diterjemahkan menjadi "malam pengampunan dosa", "malam berdoa" dan "malam pembebasan", dan seringkali diperingati dengan berjaga sepanjang malam untuk beribadah. Dan tidak tidur. Di beberapa daerah, malam ini juga merupakan malam ketika nenek moyang yang telah wafat diperingati.
Nama lain
1. Lailatul  al-Baraa (bahasa Arab: ليلة البراءة, Malam Pengampunan Dosa),
2. Lailat al-Du'a (bahasa Arab: ليلة الدعاء, Malam Berdoa),
3. Nim Sha'ban di Afghanistan dan Iran,
4. Nisf Sha'ban (bahasa Arab: نصف شعبان, Pertengahan Sya'ban) di negara-negara berbahasa Arab,
5. Nisfu Sya'ban di negara-negara berbahsa Melayu,
6. Shab e Baraat di India, Pakistan, dan Bangladesh, berarti Malam Pengampunan Dosa,
7. Berat Kandili di Turki.
8. Wulan Ruwah di Jawa, yang berarti bulan arwah, digunakan untuk mengirim do'a kepada para leluhur agar mendapat pengampunan dosa.
Kekeliruan di Malam Nishfu Sya’ban
Di setiap bulan Sya’ban ini kita  melihat  kaum muslimin sangat antusias dengan hari atau malam nishfu sya’ban (15 Sya’ban). Beberapa pertanyaan berikut ini bisa kita lontarkan untuk mengkaji  hal sebenarnya tentang Nishfu Sya'ban. Pertanyaan itu antara lain:
Benarkah ada amalan tertentu ketika itu? 
Apakah ada tuntunan puasa, shalat atau do’a ketika itu? 

Ada beberapa catatan yang bisa kita nukil tentang Nishfu Sya'ban: 

The 1ST Indonesia Spectacular Job Fair 2015 "JOB FOR CAREER"

Hadirilah The 1ST Indonesia Spectacular Job Fair 2015 "JOB FOR CAREER"
Bursa Kerja Nasional Terbesar, Terbaik, Terlengkap & Terpercaya akan segera hadir dgn menghadirkan 220 Perusahaan BUMN & SWASTA skala Nas & Multinas & lebih dari 4.000 Posisi dan 25.000 Lowongan Kerja pd:

11 - 12 Agustus 2015
STADION UTAMA
(Lapangan Sepak Bola)
Gelora Bung Karno - Senayan
Jl. Pintu 1 Senayan, Jakpus
Pkl: 09:00 - 17:00 WIB

Perusahaan:
- MNC Group: (RCTI, Global TV, INEWS TV, & 17 anak perusahaan)
- SCTV Group
- PT. Bank BRI
- PT. Bank Mandiri
- PT. Bank UOB Indonesia Tbk
- PT. Bank Bukopin
- PT. Bank Danamon
- PT. Bank OCBC NISP
- PT. PN Madani
- PT. Infomedia Solusi Humanika (Telkom) 
- PT. Aneka Gas Industri (Samator Group)
- PT. NESTLE Indonesia
- PT. Matahari Dept. Store
- PT. Mustika Ratu
- PT. Njonja Meneer
- PT. Surya Madistrindo (Gudang Garam)
- PT. Sariguna Primatirta (Tanobel Food)
- PT. Sugar Group Co. (Gulaku)
- PT. Sutra Trans Traco Citra (Indocafe)
- PT. Tunas Ridean
- PT. Astra Int. (Daihatsu)
- PT. Imora Mtr (Honda Jakarta Center)
- PT. Sari Melati Kencana
- PT. Boga Lestari Sentosa
- PT. Century Franchisindo
- PT. Sunlife Financial
- PT. Soekartono Prawirodirdjo
- PT. Nav Jaya Mandiri
- Dll...

PERSYARATAN:
- Surat Lamaran (Nama PT & Posisi yg diinginkan dikosongkan & diisi pas acara),
- CV/ Riwayat Hidup (ketik),
- Fc Ijasah & Sertifikat (bila ada), 
- KTP atau Kartu Keluarga,
- Pas Foto Warna uk. 3 x 4/ 4 x 6,  (background bebas),
- Semua dokumen tersebut diatas diklip & dibawa sebyk2nya,
- Pddkan SMA/SMK s/d S2 semua jurusan,
- Pria/wanita usia maks 37 thn,
- Penempatan Jabodetabek & Nasional,
- Pakaian bebas & rapih.

Info Lengkap Hub:
087782520901, 081286915846, 085891401684,
Pin: 2BAB77FF
www.jobforcareer.com

Tolong Share buat teman2 yang membutuhkan ....REKOMENDED BANGETS! ....Indonesia Spectacular Job Fair 2015 "JOB FOR CAREER"

Minggu, 26 Juli 2015

BANGGA JADI MUSLIM

I liked the answer of this German Muslim scholar when he was asked about terrorism and Islam.
He said: Who started the first World War? Muslims? Who started the second World War? Muslims? Who killed about 20 millions of Aborigines in Australia? Muslims? Who sent the nuclear bombs of Hiroshima and Nagasaki? Muslims? Who killed more than 100 millions of Indians in North America? Muslims? Who killed more than 50 millions of Indians in South America? Muslims? Who took about 180 millions of African people as slaves and 88% of them died and was thrown in Atlantic ocean? Muslims? No, they weren't Muslims! First of all, you have to define terrorism properly. If a non-Muslim do something bad it is crime. But if a Muslim commit same he is terrorist. So first remove this double standard, then come to the point!

(saya suka jawaban seorang sarjana muslim-jerman ketika ia ditanyai tentang terorisme dan Islam. ia berkata; “siapa yang memulai Perang Dunia Pertama? Muslim?”. “siapa yang memulai Perang Dunia Kedua? Muslim?”. “siapa yang membunuh sekitar 20juta aborijin di australia? Muslim?”. “siapa yang mengirim bom nuklir ke nagasaki dan hiroshima? Muslim?”. “siapa yang membunuh lebih dari 100juta indian di amerika utara? Muslim?”. “siapa yang membunuh lebih dari 50juta indian di amerika selatan? Muslim?”. siapa yang mengambil sekitar 180juta orang afrika untuk dijadikan budak,dan 88% nya tewas serta dibuang ke samudera atlantik? Muslim?”. TIDAK! MEREKA SEMUA BUKAN MUSLIM!!!. pertama,anda harus menjabarkan definisi dari teroris secara tepat/pantas. bila seorang non-Muslim melakukan sesuatu hal yang buruk disebut kriminalitas, tetapi bila seorang Muslim melakukan hal yang sama maka ia adalah seorang Teroris! (???). jadi singkirkan standar-ganda tersebut, baru kemudian silakan (membahas) inti (persoalan)nya!

Islam Harus Kalah Dan Harus Salah

Sayang untuk di lewat kan.
[ Walaupun tulisan ini adalah tulisan lama, tidak jenuh rasanya membaca petuah Cak Nun, yang sampai hari ini masih sangat pas menggambarkan perlakuan terhadap Islam. Contoh terbaru dalam Tragedi Tolikara yang menimpa Umat Islam Papua]

Cak Nun:

KALAU ada bentrok antara Ustadz dengan Pastur, pihak Kemenag, Polsek, dan Danramil harus menyalahkan Ustadz, sebab kalau tidak itu namanya diktator mayoritas.

Mentang-mentang Ummat Islam mayoritas, asalkan yang mayoritas bukan yang selain Islam – harus mengalah dan wajib kalah. Kalau mayoritas kalah, itu memang sudah seharusnya, asalkan mayoritasnya Islam dan minoritasnya Kristen. Tapi kalau mayoritasnya Kristen dan minoritasnya Islam, Islam yang harus kalah. Baru wajar namanya.

Kalau Khadhafi kurang ajar, yang salah adalah Islam. Kalau Palestina banyak teroris, yang salah adalah Islam. Kalau Saddam Hussein nranyak, yang salah adalah Islam. Tapi kalau Belanda menjajah Indonesia 350 tahun, yang salah bukan Kristen. Kalau Amerika Serikat jumawa dan adigang adigung adiguna kepada rakyat Irak, yang salah bukan Kristen. Bahkan sesudah ribuan bom dihujankan di seantero Bagdad, Amerika Serikatlah pemegang sertifikat kebenaran, sementara yang salah pasti adalah Islam.

“Agama” yang paling benar adalah demokrasi. Anti demokrasi sama dengan setan dan iblis. Cara mengukur siapa dan bagaiman yang pro dan yang kontra demokrasi, ditentukan pasti bukan oleh orang Islam. Golongan Islam mendapat jatah menjadi pihak yang diplonco dan dites terus menerus oleh subyektivisme kaum non-Islam.

Kaum Muslimin diwajibkan menjadi penganut demokrasi agar diakui oleh peradaban dunia. Dan untuk mempelajari demokrasi, mereka dilarang membaca kelakuan kecurangan informasi jaringan media massa Barat atas kesunyatan Islam.

Orang-orang non-Muslim, terutama kaum Kristiani dunia, mendapatkan previlese dari Tuhan untuk mempelajari Islam tidak dengan membaca Al-Quran dan menghayati Sunnah Rasulullah Muhammad SAW, melainkan dengan menilai dari sudut pandang mereka.

Maka kalau penghuni peradaban global dunia bersikap anti-Islam tanpa melalui apresiasi terhadap Qur’an, saya juga akan siap menyatakan diri sebagai anti-demokrasi karena saya jembek dan muak terhadap kelakuan Amerika Serikat di berbagai belahan dunia. Dan dari sudut itulah demokrasi saya nilai, sebagaimana dari sudut yang semacam juga menilai Islam.

Di Yogya teman-teman musik Kiai Kanjeng membuat nomer-nomer musik, yang karena bersentuhan dengan syair-syair saya, maka merekapun memasuki wilayah musikal Ummi Kaltsum, penyanyi legendaris Mesir. Musik Kiai Kanjeng mengandung unsur Arab, campur Jawa, jazz Negro dan entah apa lagi. Seorang teman menyapa: “Banyak nuansa Arabnya ya? Mbok lain kali bikin yang etnis ‘gitu…”

Lho kok Arab bukan etnis?

Bukan. Nada-nada arab bukan etnis, melainkan nada Islam. Nada Arab tak diakui sebagai warga etno-musik, karena ia indikatif Islam. Sama- sama kolak, sama-sama sambal, sama-sama lalap, tapi kalau ia Islam-menjadi bukan kolak, bukan sambal, dan bukan lalap.

Kalau Sam Bimbo menyanyikan lagu puji-puji atas Rasul dengan mengambil nada Espanyola, itu primordial namanya. Kalau Gipsy King mentransfer kasidah “Yarim Wadi-sakib…”, itu universal namanya. Bahasa jelasnya begini: apa saja, kalau menonjol Islamnya, pasti primordial, tidak universal, bodoh, ketinggalan jaman, tidak memenuhi kualitas estetik dan tidak bisa masuk jamaah peradaban dunia.

Itulah matahari baru yang kini masih semburat. Tetapi kegelapan yang ditimpakan oleh peradaban yang fasiq dan penuh dhonn (prasangka) kepada Islam, telah terakumulasi sedemikian parahnya. Perlakuan-perlakuan curang atas Islam telah mengendap menjadi gumpalan rasa perih di kalbu jutaan ummat Islam. Kecurangan atas Islam dan Kaum Muslimin itu bahkan diselenggarakan sendiri oleh kaum Muslimin yang mau tidak mau terjerat menjadi bagian dan pelaku dari mekanisme sistem peradaban yang dominan dan tak ada kompetitornya.

"Al-Islamu mahjubun bil-muslimin". Cahaya Islam ditutupi dan digelapkan oleh orang Islam sendiri.

Endapan-endapan dalam kalbu kollektif ummat Islam itu, kalau pada suatu momentum menemukan titik bocor – maka akan meledak. Pemerintah Indonesia kayaknya harus segera merevisi metoda dan strategi penanganan antar ummat beragama. Kita perlu menyelenggarakan ‘sidang pleno’ yang transparan, berhati jernih dan berfikiran adil. Sebab kalau tidak, berarti kita sepakat untuk menabuh pisau dan mesiu untuk peperangan di masa depan.

__
*Dari buku "Iblis Nusantara Dajjal Dunia" karya Emha Ainun Nadjib
("Saya Anti Demokrasi" Oleh: Emha Ainun Nadjib -- versi Audio di soundcloud)

Jumat, 17 Juli 2015

Masjid di Papua Dibakar Saat Sholat Idul Fitri,

Jumat, 17 Juli 2015
Masjid di Papua Dibakar Saat Sholat Idul Fitri, Ini Kronologisnya
Hari Raya Idul Fitri adalah hari bahagia bagi Umat Islam seluruh dunia. Namun kebahagian itu tak dirasakan Umat Islam di Karubaga Kabupaten Tolikara Papua yang merayakan Idul Fitri hari ini, Jumat (17/7/2015).

Berikut INFO yang redaksi Piyungan Online terima dari sumber di Papua. Sebelum kami posting kami sudah klarifikasi ke sumber untuk kevalidan data.

- Saat Umat Islam di Tolikara Papua menjalankan sholat Idul Fitri, tiba-tiba massa melempari jamaah saat Takbir ke-7 lalu masjid dibakar.

- Masjid diserbu dan dibakar orang-orang dari distrik.

- Massa yang disebut dari GIDI Papua (Gereje Injil Di Indonesia) menyerbu dan membakar masjid karena hari ini (Idul Fitri) mereka juga punya acara.

- Sehari sebelumnya GIDI sudah layangkan SURAT PERINGATAN agara Umat Islam TIDAK TAKBIRAN DAN TIDAK MENJALANKAN SHOLAT IED.

- Muslim dilarang Sholat Ied karena kata mereka hari ini adalah Harinya Yesus. Ada misionaris Luar Negeri juga disana untuk adakan acara GIDI hari ini.

- Setelah masjid dibakar, merembet ke rumah dan kios-kios pasar milik umat Islam. Barang-barang dijarah.

- 10 orang terkena luka bakar.

- Saat ini Umat Islam diungsikan

Demikian INFO sementara.

Berita ini sudah dimuat juga sebagian di METRO TV.

Saat Imam Takbir Pertama, Sekelompok Orang Datang dan Lempari Musala di Tolikara

Tolikara: Kekacauan terjadi pada pelaksanaan salat Idul Fitri 1436 Hijriah di Kabupaten Tolikara, Papua. Sebuah musala dilempar dan dibakar. Warga setempat jadi ketakutan.

Peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.00 WIT, Jumat 17 Juli. Umat Islam tengah melaksanakan salat Id di halaman Koramil 1702 / JWY. Saat imam mengucapkan takbir pertama, tiba-tiba beberapa orang mendekati jemaah dan berteriak.

Jemaah bubar dan menyelamatkan diri ke markas Koramil. Sejam kemudian, orang-orang itu melempari Musala Baitul Mutaqin yang berada di sekitar lokasi kejadian. Mereka juga membakar rumah ibadah tersebut. Selain musala, enam rumah dan sebelas kios pun menjadi sasaran amukan orang-orang itu. 

Hingga berita ini dimuat, polisi dan TNI berjaga-jaga di sekitar lokasi kejadian. Petugas gabungan mengantisipasi kerusuhan berlanjut. Alasan pengrusakan dan pembakaran tersebut pun belum diketahui. Belum ada pula keterangan resmi dari aparat setempat. RRN

http://news.metrotvnews.com/read/2015/07/17/148328/saat-imam-takbir-pertama-sekelompok-orang-datang-dan-lempari-musala-di-tolikara

Pentingnya Persatuan

Oleh :
Masturi istamar Suhadi, Lc. MPhil
الله أكبر  (  9 x  )  الله أكبر لاإله إلا الله والله أكبر، الله أكبر ولله الحمد.  الله أكبر كبيراً والحمد لله كثيراً وسبحان الله بكرة وأصيلاً. لا إله إلا الله وحده صدق وعده ونصر عبده وأعز جنده وهزم الأحزاب وحده. لاإله إلا الله والله أكبر ولا نعبد إلا إياه مخلصين له الدين ولو كره المشركون، ولو كره الملحدون ولو كره المنافقون ولو كره الكافرون.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، ليس له أنداد ولا شركاء ولا أشباه،  خلق السموات والأرض فى ستـة أيـام وكان عرشـه عـلى المـاء.... خـلق الخـلق فـمنهـم السـعـداء ومنهـم الأشقيـاء .... محيـط بخـلقـه فـليس لهـارب منـه نجـاء
وأشهد أن سيدنا محمدا خاتم الرسالة والنبوة.... وإمـام المـجـاهـديـن والأتـقيـاء ...والشهيـد يـوم القيـامـة عـلى الشـهـداء....
اللهم  صل على سيدنا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين ومن تبعهم بإحسان  إلى يوم الدين. ، أما بعـد:  فيا عباد الله، اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون.
قال الله تعالى في القرآن الكريم:   (( واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا  ))

Hadirin Sidang Sholat Ied Rahimakumullah
Ketakwaan  merupakan hasil dari puasa Ramadhan. Takwa  yaitu menjalankan semua perintah dengan tanpa pilih-pilih perintah dan menjauhi semua larangan, dengan tanpa pilih-pilih larangan. Sudah selayaknya kita menjadi orang yang bertakwa.
Kala kita merayakan Iedul Fitriini, kondisi kita antara gembira  dan sedih. Kita Alhamdulillah sudah bisa melewati Ramadhan 1436 H ini, dengan segala kondisi kita. Alhamdulillah kita sudah menjalankan puasa Ramadhan yang menjadi salah satu dari rukun Islam kita. Kesyukuran bagi yang bisa menjalankan Ramadhan dengan segala amal ibadah yang ada di dalamnya. Dan itu adalah kebaikan.
Istighfar dan mohon ampun kepada Allah atas segala kekurangan kita dalam melaksanakan ibadah Ramadhan. Memohon ampun kepada Allah swt atas kelalaian kita yang tidak optimal dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan tahun ini. Dan itu adalah kebaikan.  Di sini kita gembira. Maka kita rayakan Iedul Fitridengan penuh kesyukuran dan kegembiraan dan ucapan takbir “ Allahu Akbar 3x Walillahil hamdu.”
Namun di sisi lain, di sana, di belahan dunia yang lain, umat Islam  saudara kita tidak bisa merayakan Iedul Fitridengan kegembiraan seperti yang kita rasakan.
Di palestina, umat Islam merayakan Iedul Fitridengan diliputi  kecemasan khawatir rudal-rudal Israel yang bisa menghujani mereka kapan saja dan di mana saja. Di Myanmar, umat Islam merayakan Iedul Fitridengan ketakutan. Tinggal di sebuah wilayah dan sebuah Negara yang didiami oleh mereka berabad-abad, ternyata mereka dianggap tidak ada dan tidak punya status di sana.
Di Irak, Syria, dan Yaman, umat Islam di sana merayakan Iedul Fitri dengan perang saudara yang belum berhenti. Dengan desingan peluru dan teriakan  ketakutan dari orang tua, wanita dan anak-anak. Dan tidak tahu kapan penderitaan itu akan berakhir.
Di Mesir, umat Islam merayakan Iedul Fitri dengan suasana mencekam karena penguasa yang mendholimi rakyatnya sendiri.
Mereka semua merayakan Iedul Fitri dengan kegembiraan, namun dalam sekejap saja bisa menjadi tangis dan kesedihan. Mereka merayakan dengan senyum dan teriakan takbir, namun dalam sekejap bisa berobah menjadi isak tangis dan derita. Mereka tidak tahu kapan akan berakhir.  Itulah kondisi kita umat Islam saat ini di Iedul Fitri tahun ini. Antara gembira dan sedih.
Ini semua karena  perpecahan yang ada dalam tubuh umat Islam.  Allahu Akbar 3 x walillahilhamdu
Hadirin Sidang Sholat Ied  Rahimakumullah
Ya semua itu karena perpecahan yang terjadi pada  tubuh umat Islam ini.  Fenomena perpecahan ini bisa kita lihat yang terjadi pada umat Islam secara lokal, regional maupun global. Fenomena itu antara lain itu adalah:
Fenomena perpecahan
1.     Ketidak pedulian antara umat Islam, dan kurangnya solidaritas dengan sesama umat.
Salah satu tanda dari perpecahan yang terjadi pada tubuh umat islam ini adalah ketidak pedulian antara umat Islam dan kurangnya solidaritas dengan sesama umat. Hal ini  terlihat  banyak umat Islam di berbagai belahan dunia dalam penderitaan namun mereka mengalami penderitaan itu sendirian, tanpa ada kepedulian dan pembelaan siapapun.  Termasuk saudara-saudara mereka se akidah di belahan bumi yang lain. Termasuk kita di sini.
2.     Mudahnya umat Islam untuk diprovokasi oleh orang lain,
Fenomena lain yang menunjukkan bahwa tidak ada persatuan dalam tubuh umat ini adalah mudahnya umat Islam untuk diprovokasi oleh orang lain.  Sehingga saudara-saudara mereka sendiri mereka anggap sebagai musuh, dan musuh mereka anggap sebagai teman. Masalah yang kecil yang timbul dalam tubuh umat Islam, bisa berkobar menjadi masalah besar yang  pelik. Berobah menjadi masalah yang  rumit bak benang kusut yang basah yang sulit untuk diurai.
3.     Tidak sensitifnya umat dengan tipu daya musuh, tidak sensitifnya umat Islam dengan hal-hal yang mungkar
Umat Islam laksana berjalan di tengah kegelapan. Tanpa secercah cahaya pun yang menerangi mereka. Sehingga mereka berjalan dengan meraba-raba tanpa ada kejelasan. Semua gelap dan tidak jelas. Tidak jelas bagi mereka, mana kawan mana lawan. Tidak jelas bagi mereka mana yang benar dan mana yang salah. Tidak jelas bagi mereka mana yang ma’ruf dan mana yang mungkar. Tidak jelas bagi mereka ukuran, takaran dan timbangan yang dipakai untuk menimbang  dalam menyelesaikan berbagai masalah.
4.     Timbulnya selalu pro dan kontra antara umat Islam dalam semua masalah
Dalam menghadapi berbagai masalah, umat Islam senantiasa berbeda pendapat. Yang ada pada umat  dan dalam benak mereka adalah “ Perbedaan pendapat adalah rahmat “. Sebuah hadist dhoif, namun menjadi legitimasi  bahwa harus terjadi perbedaan pada Umat ini. Seakan-akan perbedaan adalah rahmat, dan  persatuan adalah selain rahmat. Bukan sebaliknya. Kenapa  tidak yang menjadi mindstreamnya  adalah persatuan dan kesatuan.  Padahal yang utama adalah kesatuan dan persatuan. Yang pokok adalah persatuan dan kesatuan, sedangkan perbedaan bisa mengantarkan kepada perpecahan.
5.     Lemahnya kondisi umat Islam di sebagian besar dunia Islam
Ini merupakan salah satu fenomena tidak adanya persatuan umat ini. 
Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh
الاتحاد أساس النجاح
 Persatuan adalah pondasi kesuksesan
United we stand, divided we fall.
Yang dialami oleh umat Islam adalah kemunduran dalam segala bidang dan ketertinggalan. Kemunduran  ekonomi, kemunduran politik, kemunduran social, kemunduran ilmiah.
Misalnya : Sungguh naïf, dalam sebuah acara pengangkatan  juri perlombaan Al Quran, yang mengangkat dan meresmikan bukan orang muslim yang memiliki kitab Al Aquran, justru yang mengangkat adalah orang non muslim, yang jelas-jelas Al Quran menjelaskan, mereka tidak akan rela dengan Al Quran.  Itu semua karena  perpecahan yang terjadi pada mereka. Allahu akbar 3x walillahil hamdu.



Hadirin sidang sholat Ied Rahimakumullah
Kita semua menyadari, bahwa umat Islam ini tercerai berai dan berpecah belah.  Semua kita menyadari hal ini. Tapi apakah umat Islam juga menyadari urgensi dari persatuan?  Apakah urgensi dari persatuan bagi kita Umat Islam?
Yang perlu kita sadari adalah bahwa  agama kita Islam, persatuan dan kesatuan memiliki urgensi  yang luar biasa dan memiliki posisi penting. Di antaranya adalah:
1.     Umat Islam adalah umat yang satu
إن هذه أمتكم أمة واحدة وأنا ربكم فاعبدون
“ Inilah umatmu, umat yang satu. “
Umat Islam bukanlah umat  yang bercerai berai. Tapi umat islam adalah umat yang satu, menyatu.
2.     Syariat Islam tidak bisa ditegakkan tanpa persatuan
Syariat Islam tidak sempurna tanpa adanya persatuan. Syariat Islam tidak mungkin tegak dengan perpecahan. Syariat dan ajaran Islam hanya bisa ditegakkan dengan persatuan. Mustahil Syariat Islam ini tegak dengan perpecahan dan  sirnanya persatuan dan kesatuan. Keberhasilan Rasulullah saw, salah satunya adalah karena keberhasilan beliau membangun kesatuan dan persatuan dua kabilah yang bertikai puluhan tahun di Madinah “ Aus dan Khozroj “. Juga keberhasilan beliau menyatukan antara penduduk asli dan pendatang, yaitu “ Anshor dan Muhajirin”.
3.     Tabiat Islam adalah berjamaah, berjamaah memerlukan persatuan
Rasulullah saw bersabda :
عليكم بالجماعة وإياكم والفرقة فإن الشيطان مع الواحد وهو من الاثنين أبعد، ومن أراد بحبوحة الجنة فليلزم الجماعة
"Hendaknya kalian melazimi jama'ah (persatuan), dan berhati-hatilah dari perpecahan, sesungguhnya syaitan bersama seorang yang sendiri, dan syaitan lebih jauh dari dua orang. Barang siapa yang ingin pemberian surga maka hendaknya ia melazimi jama'ah" (Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi)
4.     Perpecahan adalah pangkal kekalahan dan kehancuran
Perpecahan adalah adzab/penderitaan dan kehancuran, perselisihan adalah kehinaan dan ketercelaan, serta pertikaian adalah kelemahan dan kerugian. Allah berfirman:
وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُوا إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
"Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar" (QS Al-Anfaal : 46)
5.     Orang Yang Suka Berpecah Belah Bukan Pengikut Rasulullah saw.
Tidak ada keselamatan bersama perpecahan, tidak ada keselamatan bersama tercerai berainya persatuan, serta tidak ada kejayaan dan ketinggian bersama hilangnya kasih sayang dan persaudaraan keimanan.
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ
"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama-Nya dan mereka menjadi bergolongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu kepada mereka" (QS Al-An'aam : 159)
6.     Umat Islam harus menyelesaian problematikanya sendiri
Kondisi Umat Islam yang terpuruk, umat Islam harus menyelesaikan sendiri berbagai problem itu. Dan tidak akan bisa selesai bila tanpa adanya persatuan. Keterpurukan ini tidak akan ada solusi dari umat lain. Apalagi jelas-jelas Allah tegaskan dalam kitab sucinya, mereka tidak rela atas agama ini, hingga umat Islam mengikuti agama mereka, mengikuti budaya mereka, mengikuti kemungkaran dan kesesatan mereka.
7.     Misi Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam, memerlukan persatuan
Umat Islam bukan hanya punya tugas untuk meraih kebahagiaan dan kebaikan dirinya sendiri.  Namun Umat islam memiliki misi dan tugas untuk menyelamatkan orang lain, melindungi orang lain, menjamin keamanan dan menegakkan keadilan bagi orang lain.
Kehadiran agama Islam adalah sebagai rahmat bagi seluruh alam. Menjadi rahmat, karena kondisi tidak hadirnya Islam di masyarakat hanya akan melahirkan  musibah dan petaka.
Kehadiran Islam adalah untuk mengeluarkan manusia dari : Menyembah makhluq agar menyembah Allah subhanahu wata’ala. Mengeleluarkan manusia dari kedholiman agama-agama dan tokoh agama selain Islam kepada keadilan Islam. Mengeluarkan manusia dari sempitnya kehidupan dunia menuju kepada luasnya kehidupan dunia dan akhirat.
Islam mempunyai misi agar seseorang bebas untuk beragama dengan penuh kesadaran. Beriman karena ia sadar, bukan karena terpaksa dan dipaksa orang. Kafir dan ingkar kepada Allah swt juga karena kesadaran dan pilihan, bukan karena dipaksa oleh orang lain.
Maraknya kedholiman saat ini, maraknya kesewenang-wenangan saat ini, karena ghoibnya  umat Islam dan tidak hadirnya umat Islam yang membawa nilai-nilai islam. Dan lemahnya umat Islam yang seharusnya menjadi pelindung dan penegak keadilan.  Yang ada saat ini, namanya Islam, tapi otak dan pemikirannya  sepi dari nilai-nilai Islam.  Allahu akbar 3x walillahilhamdu




Hadirin Sidang Sholat Ied Rahimakumullah
Begitu urgent dan pentingnya persatuan bagi umat Islam. Bagaimana kita merajut persatuan umat?  Yang harus kita lakukan dalam rangka untuk merajut persatuan Umat islam adalah :
1.     Berpegang teguh dengan tali agama
Saudara-saudaraku, dalam kondisi seperti ini,  kita harus berpegang teguh kepada pokok Islam yang agung, yaitu kewajiban untuk berkumpul dalam kebenaran, saling bekerja sama dalam kebaikan, dan bersatu dalam segala hal yang bermanfaat baik di dunia maupun di akhirat. Dan berusaha untuk mencari titik temu. Bukan mencari perbedaan dan perpecahan.  Allah berfirman:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai" (QS Ali Imron : 103).
Perpecahan dalam agama dan pengaturan kenegaraan haram hukumnya. Bahkan Alquran menganggap orang yang memecah belah dalam agama dari orang kafir dan orang-orang musyrik. Allah swt berfirman:
وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ، وَكانُوا شِيَعاً، كُلُّ حِزْبٍ بِما لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ [الروم 30/ 32]

Janganlah kamu sekalian dari orang-orang musyrik, yaitu orang-orang yang memecah belah agama, sedangkan mereka berkelompok-kelompok . Setiap kelompok bangga dengan kelompoknya sendiri.

Dalam firmannya yang lain:
إِنَّ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكانُوا شِيَعاً لَسْتَ مِنْهُمْ فِي شَيْءٍ، إِنَّما أَمْرُهُمْ إِلَى اللَّهِ، ثُمَّ يُنَبِّئُهُمْ بِما كانُوا يَفْعَلُونَ [الأنعام 6/ 159] .
Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama, sedang mereka dalam kelompok-kelompok, kamu ( wahai Muhammad ) bukan dari golongan mereka. Urusan mereka adalah dengan Allah swt, kemudian Allah swt akan  memberitahukan apa yang telah mereka lakukan. Barangsiapa yang keluar dari batas-batas agama dan tujuan agama, maka ia telah berbuat dholim.Dan orang-orang kafir adalah orang yang berbuat dholim.
Sebagaimana firman Allah swt:
 وَالْكافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ [البقرة 2/ 254] .
“ Dan orang-orang yang kafir mereka lah orang yang berbuat dholim. “
2.     Memperbanyak interaksi antar sesama umat Muslim
Secara lokal, regional, global
Salah satu cara untuk  menyatukan umat adalah dengan memperbanyak interaksi sesama muslim. Ketika seorang muslim bertemu dan berinteraksi, maka  berikutnya akan terjadi komunikasi. Jalinan komunikasi akan melahirkan saling mengetahui baik kekurangan, maupun kelebihan dari semua pihak. Ketika saling mengetahui, maka akan melahirkan saling pengertian dan saling menghormati. Selanjutnya akan terjalin kerjasama melihat kekurangan orang lain, kemudian ingin membantu. Melihat kelebihan orang lain, kemudian ingin mencontoh dan mengikutinya.
Sebaliknya, bila antara seorang muslim satu dengan yang lain tidak terjadi interaksi, maka tidak akan ada komunikasi. Komunikasi akan mengalami kebuntuan. Ketika kebuntuan komunikasi terjadi, maka yang terjadi adalah suudzon dan saling curiga. Ketika kecurigaan sudah muncul, maka kebencian yang semakin berkembang. Semua akan berakhir dengan permusuhan. Dan permusuhan adalah sebuah keniscayaan.
3.     Menyatukan persepsi tentang Islam
Menyatukan persepsi tentang islam dan berbagai permasalahan islam akan mengantarkan kepada persatuan. Perbedaan persepsi akan melahirkan perbedaan sikap. Bila perbedaan sikap itu semakin jauh, maka yang lahir adalah benturan dan permusuhan.
4.     Memahami bingkai perbedaan yang dibolehkan dan tidak dibolehkan
Persatuan adalah asal ( pokok ) yang menjadi tabiat dan fitrah Islam. Namun Islam tidak menutup mata akan adanya perbedaan. Perbedaan adalah sebuah keniscayaan. Sehingga Islam mengharuskan kesatuan dan persatuan dan mengatur perbedaan. Untuk persatuan, Islam mengharuskan persatuan dan kesatuan dalam hal-hal yang pokok Syariat Islam. Islam tidak membolehkan sama sekali perbedaan dalam pokok Syariat Islam. Dalam pokok-pokok  aqidah ( ushul  Aqidah), pokok-pokok ibadah ( ushul ibadah ), pokok-pokok muamalah ( ushul muamalah ), pokok-pokok akhlaq ( ushul Akhlaq ) Islam  mengharuskan persatuan dan kesatuan. Tidak membolehkan perbedaan. Bila berbeda dalam pokok-pokok tersebut, maka sebenarnya berbeda agama.
Islam membolehkan perbedaan dalam masalah cabang-cabang Syariat.  Perbedaan dalam cabang syariat ditolerir dan diperbolehkan oleh Islam. Dalam cabang-cabang aqidah ( furu’ aqidah), cabang ibadah ( furu’ ibadah), cabang muamalah ( furu’ muamalah ), cabang akhlaq ( furu’ akhlaq) islam membolehkan dan tidak melarang. Bahkan perbedaan dalam masalah cabang syariat ini sudah terjadi sejak zaman Nabi Muhammad saw. Justru perbedaan dalam masalah cabang ini menunjukkan flexibilitas Islam dalam menghadapi zaman.
5.     Meningkatkan ketakwaan
Untuk merajut persatuan salah satunya adalah dengan meningkatkan ketakwaan. Tidak ada yang bisa melindungi dari semua kemunduran Umat Islam kecuali dengan  berlindung kepada Allah disertai dengan taubat yang tulus dan kembali kepada Allah Azza wa Jalla. Allah berfirman
وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (٢ (
“ Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar.”  (QS Ath-Tholaaq : 2)
Maka dengan mewujudkan ketaatan kepada Allah dan ketaatan kepada Rasulullah saw maka Allah akan menghilangkan bencana dan petaka dari kaum muslimin, Allah akan menolak kerusakan dan fitnah-fitnah dari mereka.
6.     Mengikuti jalan islam yang lurus
Mengikuti jalan Islam yang lurus merupakan salah satu jalan merajut persatuan umat. Karena yang  termasuk hal yang menjadikan kehancuran umat Islam bermula dari pecahnya persatuan mereka adalah terpecah belahnya kaum muslimin dan berselisihnya hati-hati mereka, serta saling menjauh arah mereka dari manhaj yang terang yang telah diperintahkan oleh Allah dalam firmanNya :
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, Maka ikutilah Dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya." (QS Al-An'aam : 153)
7.     Meningkatkan Solidaritas Dan Rasa Cinta Sesama Umat Muslim
Sungguh di setiap masyarakat muslim kita sangat butuh agar  menjadi cerminan terhadap bentuk yang diinginkan oleh Islam sebagaimana yang disifatkan oleh Nabi saw
مثل المؤمنين في توادهم وتراحمهم وتعاطفهم كمل الجسد الواحد إذا اشتكى منه عضو تداعى له سائر الجسد بالسهر والحمى
"Perumpamaan kaum mukminin dalam hal saling mencintai, saling menyayangi, saling lembut di antara mereka, seperti tubuh yang satu, jika ada satu anggota tubuh yang sakit maka seluruh jasad akan ikut merasakan sakit sehingga begadang dan demam" (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Juga sebagai bentuk seperti firman Allah:
وَالْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ
"Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar" (QS At-Taubah : 71)
Solidaritas merupakan hasil dari persatuan
8.     Jangan Mudah-Mudah Menfonis sesama muslim sebagai kafir, ahli bid’ah, sesat dan seterusnya
Diantara sebab-sebab kesesatan dan faktor tergelincir dalam kesesatan adalah terjerumus dalam sikap terburu-buru dalam perkara yang sangat berbahaya. Bahaya tersebut adalah bermudah-mudahan dalam mengkafirkan, mudah menvonis sesat dan membid’ahlan (kaum muslimin) dan para pengucap Laa ilaah illallah Muhammad Rasulullah. Rasulullah saw bersabda :
من قال لأخيه يا كافر فقد باء بها أحدهما، فإن كان كما يقول وإلا رجعت عليه
"Barang siapa yang berkata kepada saudaranya "Wahai si kafir" maka perkataannya itu akan kembali kepada salah satu diantara keduanya, jika  memang saudaranya adalah kafir (maka tidak mengapa), akan tetapi jika ternyata saudaranya tidak kafir maka akan kembali kepadanya" (HR Al-Bukhari dan Muslim)
Beliau juga bersabda :
من رمى مؤمنا بكفر فهو كقتله
"Barang siapa yang menuduh seorang mukmin dengan kekafiran maka seperti telah membunuhnya" (HR Al-Bukhari)
Sesungguhnya Nabi saw telah mengingatkan umatnya dengan peringatan yang keras tentang hal ini, yaitu mudah mengkafirkan tanpa ada argument dan dasar yang kuat, serta berdasarkan pada kaidah-kaidah Al-Qur'an dan As-Sunnah. Karenanya para ulama berkata : "Kesalahan dalam meninggalkan seribu orang kafir sehingga dibiarkan hidup masih lebih ringan daripada kesalahan dalam menumpahkan darah seorang muslim"  Allahu Akbar 3x walillahilhamdu



Hadirin sidang Sholat Ied rahimakumullah
Nasehat umum.
Mari kita mulai merajut persatuan umat ini. 
Mari kita mulai dari diri kita,  Mari kita mulai dari sekarang, Mari kita mulai dari yang kecil, Mari kita mulai dari aktifitas kita, Mari  kita mulai dari keseharian kita.
Sebagai contoh, mari kita mulai dari diri kita dengan melaksanakan sholat lima waktu di masjid berjamaah. Kita mulai dari yang kecil, kala kita mulai dari sholat berjamaah di masjid, yang pertama kali kita seru adalah diri kita. Bisa kita mulai dari sekarang, karena sebentar lagi kita juga akan melaksanakan sholat dzuhur ( sholat Jumat ). Kita mulai dari aktivitas kita, karena sholat lima waktu adalah aktivitas yang akan kita lakukan sehari-hari, bahkan lima kali dalam sehari.
Apa kira-kira hasil yang akan kita dapatkan?
Kala kita pergi sholat berjamaah di masjid, maka kita akan bertemu dengan saudara-saudara kita seiman yang pergi ke masjid. Saat itu, maka kita akan membangun komunikasi, akan saling bertanya nama, tinggal di mana, asal dari mana dan seterusnya. Motivasi pertemuan itu bukan karena keuntungan pribadi dan keuntungan duniawi, tapi semata-mata panggilan Allah swt. Sehingga keikhlasan yang menjadi pondasi utamanya. Dalam jalinan tersebut maka akan terbangun saling mengerti, saling memaklumi dan saling menghormati. Berikutnya akan  terbangun saling melengkapi, saling membantu dan solidaritas. Begitu seterusnya.
Kondisi kita saat ini, tidak saling tahu kondisi bahkan kondisi tetangga kita, karena kita tidak bertemu atau jarang ketemu. Semua sibuk dengan dunianya sendiri-sendiri, kemudian masuk ke rumah masing-masing dan hidup dengan egoismenya sendiri. Hingga yang lahir adalah individualis dan kehidupan masing-masing.
Dari sinilah kita mulai. Bila kita mulai dari yang kecil saja kita tidak mampu, maka yang lebih besar dari itu hanya merupakan utopia dan angan-angan belaka. Bila dari diri sendiri kita saja tidak mampu, jangan berharap bisa menyatukan dan bersatu dengan orang lain. Bila yang motivasinya ikhlas untuk ibadah saja kita tidak bisa melaksanakan, maka mustahil bisa kita laksanakan pada hal-hal lain yang biasanya bercampur berbagai kepentingan.  
Semoga kita bisa menjadi unsure utama timbulnya persatuan dari umat ini. Amin ya Robbal alamin.
اعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى: ((  اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا )). اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ
وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّة وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
Ya Allah perbaikilah kondisi kami keadaan kaum muslimin, Ya Allah hilangkanlah kesedihan, angkatlah penderitaan, Ya Allah selamatkanlah hamba-hambaMu kaum muslimin dari segala fitnah dan bencana, Ya Allah hancurkanlah musuh-musuh kaum muslimin, sesungguhnya musuh-musuh tersebut tidaklah bisa melemahkanMu, Ya Allah jagalah saudara-saudara kami dimanapun mereka berada, Ya Allah jadilah Engkau Penolong bagi mereka wahai Yang Maha Perkasa dan Maha Kuat.
Ya Allah ampunilah kaum muslimin, kaum muslimat, baik yang hidup maupun yang telah meninggal, Ya Allah anugerahkan kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan lindungilah kami dari siksaan neraka.
Ya Allah ya Tuhan kami, di hari raya ini ampunilah dosa-dosa kami terimalah amal-amal kami dan pandanglah kami dengan pandangan kasih sayang-Mu. Jangan pandang kami dengan pandangan keadilan-Mu apalagi pandangan murka-Mu.
Ya Allah ya Tuhan kami, kami mengakui dosa-dosa kami. Mengakui kelemahan kami. Sudah Engkau karuniakan kepada kami kesempatan untuk beramal baik, dengan pahala yang Engkau lipat gandakan, bahkan Engkau lipatkan seperti beramal selama seribu bulan, namun kami ya Allah tidak peduli, tidak menggunkana kesempatan itu dengan sebaik-baiknya. Justru tidak sedikit dari kami  ya Allah yang menyia-nyiakan nya. Ampuni kami ya Allah. Logika kami dan iman kami mengakui akan karunia dan kesempatan yang Engkau berikan itu ya Allah. Namun kami tidak mampu mengalahkan nafsu kami, tidak mampu menundukkan dan mengalahkan ego kami yang sudah dikuasai oleh nafsu kami.
Ya Allah ya Tuhan kami, ampunilah dosa kedua orang tua kami baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Kasihani mereka, sebagaimana mereka telah mengasihi kami di waktu kecil.
Yang bagi orang tua kami yang masih hidup ya Allah,  diusia mereka yang sudah udzur ya Allah, di hari yang fitri ini ya Allah yang seharusnya kami mendampingi mereka ya Allah di hari tua mereka ya Allah ternyata kami tidak bisa mendampingi mereka ya Allah. Ya Allah, ampuni kami ya Allah yang dengan berbagai alasan kami buat ya Allah untuk tidak bersimpuh di hadapan mereka ya Allah. Ampuni kami ya Allah, kami bisa membuat berbagai alasan di hadapan manusia untuk menutupi kemalasan dan keengganan kami untuk bersimpuh memohon maaf kepada mereka. Kami bisa menutupi kesalahan kami ini di hadapan manusia ya Allah, tapi kami tidak  akan mungkin menutupi kesahalan kami ini di hadapan-Mu.Ya Allah ampuni kami ya Allah. Ampuni kami ya Allah, yang tidak mampu membalas kasih sayang mereka dengan berbuat baik kepada mereka, ampuni kami ya Allah yang telah membuat perasaan mereka capek dan letih karena tingkah laku kami.  Ampuni kami ya Allah yang telah menjadikan mereka banyak pikiran karena memikirkan kata-kata kami yang sering kali menyakitkan. Ampuni  ya Allah yang sering meremehkan mereka karena pendidikan mereka yang lebih rendah dari kami ya Allah. Padahal merekalah yang menjadikan kami seperti ini.
Ya Allah ya Tuhan kami, kami hanya mampu memohon kepada-Mu ya Allah, agar Engkau mengasihi mereka, menyayangi mereka, menjadikan hati mereka tenang, badan mereka sehat. Karuniakan keberkahan dalam hidup mereka, dalam umur mereka, dalam  keseharian mereka.
Ya Allah, kami yakin, bahwa hanya Engkau yang bisa menyayangi mereka, menjaga mereka. Dan sekiranya Engkau sudah berkehendak untuk memanggil mereka, jadikan khusnul khotimah sebagai akhir umur mereka. Kalimah tauhid sebagai akhir kata-kata mereka, amal sholeh yang menjadi akhir perbuatan mereka, serta surga yang menjadi akhir persinggahan mereka.
Ya Allah, bagi orang tua kami yang sudah tiada, di hari yang fitri ini ya Allah, yang biasanya kami bisa bersimpuh di pangkuan mereka untuk memohon maaf, berbakti dan memohon doa,  namun kini mereka telah tiada ya Allah. Kami memohon kepada-Mu ya Allah, ampuni dosa-dosa mereka, terimalah amal-amal mereka, jembarkan kubur mereka,  lepaskan mereka dari siksa kubur, lepaskan mereka dari  panasnya api neraka. Dan masukkan mereka ke surga.
Untuk istri-istri kami ya Allah, ampuni dosa-dosa mereka, terimalah amal mereka dan jadikan keimanan hiasan kehidupan mereka. Ya Allah, ampuni kami ya Allah atas perlakuan yang kasar kepada mereka, sikap yang kadang menyakiti hati dan perasaan mereka. Ya Allah, betapa banyak kesalahan kami kepada istri-istri kami ibu dari anak-anak kami. Dialah yang mengandung  dan menyusuhi anak-anak kami, yang mengasuh dan mengajari anak-anak kami agar menghormati kami. Betapa kerasnya hati kami dan betapa kurangnya simpati kami kepada mereka. Ampuni kami ya Allah. Ampuni kami ya Allah, ampuni kami ya Allah. Betapa hanyak hak-hak mereka yang belum kami penuhi. Ya Allah rahmati  istri-istri kami. Sayangi istri-istri kami dan berkahi istri-istri kami.
Untuk suami-suami kami ya Allah, ampunilah dosa-dosa mereka, terimalah amal mereka, bimbinglah mereka menuju ridhomu. Ya Allah, merekalah imam-imam kami, yang menjadi panutan dalam rumah tangga kami, bagi kami para istri, anak-anak dan cucu. Ya Allah karuniakan keimanan kepada mereka, hiasi hati mereka dengan keimanan kepada-Mu. Ya Allah ya Tuhan kami.
Ya Allah, betapa banyak salah kami  para istri kepada suami-suami kami ya Allah. Betapa sering kata-kata kami yang menyakitkan hati mereka, betapa banyak ungkapan kami  yang menjadikan mereka bersedih hati. Padahal mereka telah membanting tulang, memeras keringat, menyabung nyawa, menantang bahaya untuk kebahagiaan kami dan anak-anak kami. Ya Allah, betapa  kurangnya kami bersyukur kepada mereka, dan betapa banyaknya kewajiban-kewajiban yang belum bisa kami laksanakan untuk mereka.
Ya Allah jagalah para suami kami ya Allah, karuniakan kesehatan selalu kepadanya, berkahi langkah-langkahnya, dan bimbinglah menuju ridho-Mu ya Allah. Mudahkan mereka untuk meniti jalan hidayahmu, karuniakan kepada mereka teman-teman baik yang mendukung dan mendorongnya  untuk berbuat kebaikan.
Jauhkan mereka ya Allah dari semua marabahaya, jauhkan mereka dari teman-teman yang mengajak kepada kemaksiatan dan kemungkaran. Jauhkan mereka dari teman-teman yang menjauhkan mereka dari ketaatan kepada-Mu.
Untuk anak-anak kami ya Allah, lindungilah mereka, jadikanlah mereka anak-anak yang sholeh dan sholihah yang akan menjadi penyejuk  mata bagi kami di kala kami tua. Karuniakan kepada mereka pasangan yang sholeh dan sholihah dan karuniakan kepada mereka anak keturunan yang sholeh dan sholeheh. Amin.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَاللهِ ! اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ. كل عام وأنتم بخير. تقبل الله منا ومنكم.

Khutbah Iedul Fitri, 1 Syawal 1436 H/ 17 Juli 2015