Minggu, 06 September 2015

Lowongan Kerja AMCF

Info Lowongan Tenaga Pengajar.
Mohon Dishare, barangkali ada saudara atau Teman yang Menbutuhkan,

Yayasan Muslim Asia atau yang lebih dikenal dengan AMCF (Asia Muslim Charity Foundation) adalah sebuah lembaga non-profit / nirlaba yang berbadadan hukum, didanai oleh Para Donatur dari Uni Emirat Arab,

Mencari tenaga pengajar dari putra putri Indonesia sebagai Dosen BAHASA ARAB dengan kualifikasi sebagai berikut:

1. Minimal lulusan S1 Universitas Timur Tengah atau LIPIA Jakarta.
2. Laki-laki atau Perempuan.
3. Memiliki kemampuan dalam mengajar.
4. Berkeinginan menjadi Dosen/tenaga pendidik.
5. Menguasai bahasa Arab (lisan & tulisan) dengan baik.
6. Berkepribadian baik dan menarik.

Untuk ditempatkan di:
1. Palangkaraya.
2. Batam
3. Gorontalo
4. Pontianak
5. Samarinda

Calon yang berasal dari luar daerah yang disebutkan di atas akan dibiayai transportasi ke lokasi penempatan.

Bagi yang berminat dan tertarik untuk dapat mengirimkan CV, ijazah, transkrip nilai beserta surat lamarannya ke alamat: headoffice@amcf.or.id, kurniwanarifmaspul@gmail.com, dan hrd_amcf@yahoo.co.id

#mohon untuk dapat di share kepada saudara atau teman-teman yang membutuhkan. Jazakumullahukhair.

Reposted by : Nashih Amin

PENDIDIKAN BERORIENTASI FUTURISTIK MENURUT AL-QUR’AN SURAT AL-BAQARAH AYAT 31

A. Pengerian Pendidikan, Orientasi, dan Futuristik.
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat dan bangsa.
Orientasi secara etimologi berasala dari kata orient ang berarti arah, dan sering digunakan untuk kata tujuan. Kata Futuristik adalah kata sifat yang berasal dari kata future (Inggris) yang berarti masa depan atau masa depan yang berharapan baik. Walaupun masa depan belum diketahui atau terjadi namun ia merupakan tujuan dan sasaran dari aktifitas-aktifitas masa kini.

B. Pengertian Pendidikan Berorientasi Futuristik
Pendidikan Berorientasi Futuristik adalah usaha yang dilakukan untuk mengembangkan potensi kognitif, afektif, da psikomotor. Peserta didik yang diarahkan pada kehidupannya dengan melihat perubahan-perubahan lingkungan dan masalah-masalah yang akan dihadapinya kini dan masa depan.

C. Pendidikan Berorientasi Futuristik yang Terkandung dalam QS. Al-Baqarah Ayat 31
وَعَلَّمَ آدَمَ الأسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!"
Allah mengajarkan nama-nama tersebut kepada Adam As. untuk dipersiapkan menghadapi malaikat dan jin. Dari hal tersebut Allah Swt telah memberikan pengetahuan kepada Adam utuk nantinya memenangkan sayembara dengan malaikay dan iblis.
Allah SWT mengajarkan nama-nama benda seluruhnya hanya pada Adam As. sebelum ia menjadi khalaifah dibumi. Allah juga telah mempersiapkan adam dengan diberi pembekalan (Ilmu Pengetahuan) untuk nantinya mnjadi khalifah di bumi. Karena pengajaran yang diberikan oleh Allah kepada Adam As adalah proses pembekalan sebelum Adam dijadikan khalifah dibumi.
Maka dari itu dalam mendidik hendaknya harus mengarahkan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak atau sesuai dengan zamannya dan memperkirakan tipe masalah yang harus dihadapi oleh peserta didik dimasa yang akan datang. Untuk itulah seorang pendidik harus pandai dalam memprediksi gejala-gejala yang akan timbul dimasa depan nanti, materi-materi dari bahan pembelajaran dapat dikaitkan dengan problema tersebut.
Umar bin Khatab, seorang bijak yang hidup di abad ke 7 masehi, memberikan pernyataan yang sangat terkenal :
“Didiklah anak-anakmu, karena mereka akan hidup pada zaman yang berbeda dengan zamanmu”

Sumber:
https://m.facebook.com/permalink.php?id=401489793282097&story_fbid=436268653137544

Reposted by : Nashih Amin

Jumat, 04 September 2015

Abu Najih Al Irbadh bin Sariyah

Namanya Abu Najih Al Irbadh bin Sariyah , sahabat Rasulullah saw . Ia  merupakan salah satu dari ahli Shuffah. Ia salah seorang sahabat yang  menangis  yang punya keinginan kuat untuk berjihad bersama Rasulullah saw dalam perang Tabuk. Yaitu perang di masa paceklik yang sangat sulit.  Sedangkan Rasulullah saw tidak memiliki bekal untuk membekali mereka untuk perang. Sehingga mereka keluar dari hadapan Rasulullah saw dalam keadaan menangis .

Irbadh adalah merupakan salah satu dari para sahabat yang  awal-awal masuk Islam.  Ia mengatakan,’ bahwa ia adalah orang yang keempat masuk Islam.”
Ia masuk ke wilayah syam dan tinggal di kota Hims.

Meninggal dunia pada tahun 75 H.


Petuah Kehidupan 5

39. ﺍُﺗْﺮُﻙِ ﺍﻟﺸَّﺮَّ ﻳَﺘْﺮُﻛْﻚَ
Tinggalkanlah kejahatan, niscaya ia (kejahatan itu) akan
meninggalkanmu.
40. ﺧَﻴْﺮُ ﺍﻟﻨَّﺎﺱِ ﺃَﺣْﺴَﻨُﻬُﻢْ ﺧُﻠُﻘﺎً ﻭَﺃَﻧْﻔَﻌُﻬُﻢْ ﻟِﻠﻨَّﺎﺱِ
Sebaik-baik manusia itu, adalah yang terlebih baik budi
pekertinya dan yang lebih bermanfaat bagi manusia.
41. فيِ التَّأَنِّي السَّلاَمَةُ وَفيِ العَجَلَةِ النَّدَامَةُ
41. Di dalam hati-hati itu adanya keselamatan, dan di dalam tergesa-gesa itu adanya penyesalan.
42. ثَمْرَةُ التَّفْرِيْطِ النَّدَامَةُ وَثَمْرَةُ الحَزْمِ السَّلاَمَةُ
42. Buah sembrono/lengah itu penyesalan, dan buah cermat itu keselamatan.
43. الرِّفْقُ بِالضَّعِيْفِ مِنْ خُلُقِ الشَّرِيْفِ
43. Berlemah lembut kepada orang yang lemah itu, adalah suatu perangai orang yang mulia (terhormat).
44. فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا
44. Pahala/imbalan suatu kejahatan itu adalah kejahatan yang sama dengannya.
45. تَرْكُ الجَوَابِ عَلىَ الجَاهِلِ جَوَابٌ
45. Tidak menjawab terhadap orang yang bodoh itu adalah jawabannya.
46. مَنْ عَذُبَ لِسَانُهُ كَثُرَ إِخْوَانُهُ
46. Barang siapa manir tutur katanya (perkataannya) banyaklah temannya.
47. إِذَا تَمَّ العَقْلُ قَلَّ الكَلاَمُ
47. Apabila akal seseorang telah sempurna maka sedikitlah bicaranya.
48. مَنْ طَلَبَ أَخًا بِلاَ عَيْبٍ بَقِيَ بَلاَ أَخٍ
48. Barang siapa mencari teman yang tidak bercela, maka ia akan tetap tidak mempunyai teman.