Senin, 01 Februari 2010

Tidak ada kaya mendadak

Pengalaman saya dalam menjalankan bisnis internet melalui "GOOGLE ADSENSE" telah memberikan pengalaman yang cukup berharga, yaitu mesti kerja keras. Pada prinsipnya semua usaha baik di dunia maya maupun di dunia nyata memerlukan kerja keras. Orang yang memimpikan mendapatkan uang dengan tanpa usaha hanya sebuah hayalan.
Termasuk dalam dunia Asia Bersama, saya kira juga demikian adanya. Apalagi ia sebuah hibah atau pemberian tanpa imbalan. Orang yang mendapatkannya pasti harus kerja keras. Saya sepakat dengan sebuah email yang dikirim seseorang kepada temannya , bunyinya sebagai berikut:

Salam,
Keanggotaan Anda sudah diaktifkan. Selamat bergabung dalam program AsiaBersama. Untuk diketahui, program ini bukan untuk membuat Anda jadi kayak mendadak. Tetapi Anda akan mendapatkan hasil yang Anda harapkan, apabila Anda juga dapat mengajak orang lain untuk menjadi anggota AsiaBersama di bawah supervisi Anda. Selamat berusaha.



Sebuah ungkapan yang cukup jelas. Bila ada yang berkhayal, namanya hayalan bisa apa saja, hanya satu yang tidak bisa, yaitu menjadi kenyataan.
Sebuah impian masih mungkin untuk menjadi kenyataan, namun namanya khayalan tidak akan pernah menjadi kenyataan. Bermimpilah, dan jangan berkhayal.

Minggu, 31 Januari 2010

Asia Bersama

Saat ada teman yang mengutarakan tentang ASIA BERSAMA, heran juga dengan program itu. Antara percaya dan tidak. Karena di era sekarang ini, siapa sih yang bisa dipercaya? Apalagi berbagai motiv penipuan sering kita lihat dalam keseharian kita.
Kalau ditengok dari mekanismenya, sejenis arisan. Apalagi bila orang yang mengikutinya, ikut secara suka rela. Ditambah dalam promosinya si ASIA BERSAMA , mengumumkan sebagai hibah. Artinya orang yang mengikutinya dari awal bila memang meniatkan hibah dan sedekah jelas merupakan sebuah kesuka relaan. Kalau masalah orang mendapatkan imbalan dari orang lain yang memberikan hibah kepadanya via rekening BCA nya, itu juga hal yang baik-baik saja. Kalau dilakukan secara sadar di alam nyata dan bukan sekedar di alam maya, sebenarnya hal itu bisa terjadi dan baik sekali. Saling membantu untuk menyelesaikan masalah bersama.
Yang jelas, sampai sekarang saya masih penasaran dengan PROGRAM ASIA BERSAMA. Saya tidak tahu apakah hanya saya sendiri yang penasaran, ataukan anda juga? Silahkan coba sendiri, kalau penasaran silahkan CLIK DI SINI

Kesibukan Tiada Habisnya

Ada kalanya kita heran melihat seseorang sangat begitu sibuk. Apalagi ketika kita masih banyak memiliki waktu luang. Seakan heran melihat kesibukan orang lain yang tiada habisnya.
Namun ketika kesibukan datang kepada kita, ternyata memang luar biasa. Sulit rasanya untuk mengatakan, hal yang pernah kita tidak terima sebelumnya. Kesibukan memang menyita segalanya.
Oleh karena itu tidak heran bila orang mengalami depresi yang sangat hebat, karena kesibukan yang dialaminya. Apalagi bila kesibukan itu diiringi dengan tekanan, depresi itu bisa berlipat-lipat.
Alangkah bijaknya ketika kita mampu mengatur kesibukan dan waktu yang kita miliki. Yang kemudian kita optimalkan dengan berbagai aktifitas tambahan yang menambah kebaikan dan saudara. Karena pada hakekatnya orang besar adalah orang yang mampu mengatur waktunya, kemudian mengoptimalkannya untuk hal-hal yang baik, terlebih bermanfaat bagi orang lain. Karena kesibukan tidak akan ada habisnya. Namun bila ajal telah datang, tidak ada istilah kesibukan lagi. Semua mesti berakhir. Aturlah waktu, sebelum waktu tidak bisa diatur.

Selasa, 08 Desember 2009

Di Hatiku Ada 4 Kotak

Tidak sedikit orang yang menyangsikan akan kemampuan seorang laki-laki untuk menikah dengan empat istri. Bila ada yang percaya, mengatakan ketidak mampuan. Pendek kata beristri lebih dari satu sebuah musibah.
Bila kita menyadari sepenuhnya, laki-laki disiapkan oleh Sang Pencipta untuk menikahi lebih dari satu wanita. Syariat semua agama baik yang samawy (agama langit) maupun agama ardhy (agama buatan)mengajarkan laki-laki menikahi lebih dari satu wanita.
Semua bangsa membolehkan laki-laki menikah lebih dari satu. Menikahi wanita lebih dari satu adalah fitrah.
Agama kita, yang memang sesuai dengan fitrah, mengajarkan berbagai hal dalam hidup ini sesuai dengan fitrah, termasuk menikah lebih dari satu. Islam hanya mengarahkan agar seseorang optimal dalam segala dalam kehidupan ini, termasuk berumah tangga. Biar optimal, maka Islam membatasi hanya empat wanita saja. Logiskan?
Banyak orang yang salah paham dalam memahami hal ini, termasuk kalangan muslim sendiri, terutama wanita.
Mereka membayangkan, bahwa hati laki-laki bila sudah ada satu wanita, berarti hati itu telah memenuhi seluruh hati itu. Ketika ada wanita kedua hadir dalam hati, berarti hati itu dibelah jadi dua. Ketika hadir wanita ketiga, maka hati itu dibagi menjadi tiga. Begitu juga ketika hadir wanita keempat, masing-masing mendapatkan cita seperempat.
Padahal tidak demikian, ketika ada satu menjadi istri seorang laki-laki, maka sebenarnya baru menempati satu kotak yang ada dalam hati tersebut. Masih ada tiga kotak yang kosong, yang siap menanti isi-isi berikutnya.
Bila belum terisi dan baru terisi satu itu hanya faktor kondisi dan takdir. Bila kondisi memungkinkan semua berharap semua kotak itu terisi. Ah, mungkin itu dulu aja. Moga ada masukan.