Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Refleksi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Desember 2015

Perlu Tabayyun

Berita itu perlu tabayyun. Tidak  Tabayyun terhadap berita atau cerita berantai  bisa berakibat fatal.
Berikut kisah si kerbau bisa menjadi ilustrasi atas hal ini.

Alkisah:

1. Sehabis pulang dari sawah, kerbau rebahan di kandang dengan wajah capek dan nafas yang berat. Datanglah anjing. Kerbau lalu berucap :
"Ahh teman lama, aku sungguh capek dan besok mau istirahat sehari".

2. Anjing pergi dan jumpa kucing di sudut tembok, dan berkata :
"Tadi saya jumpa kerbau, dia besok mau istirahat dulu.
Pantaslah, sebab boss kasih kerjaan terlalu berat sih".

3. Kucing lalu cerita ke kambing dan berkata :
"Kerbau komplain boss kasih kerja terlalu banyak & berat. Besok gak mau kerja lagi".

4. Kambing jumpa ayam dan berucap :
"Kerbau gak suka kerja untuk boss lagi, sebab mungkin ada boss lain yang lebih baik".

5. Ayam jumpa monyet dan berkata : "Kerbau gak akan kerja untuk bossnya dan ingin cari kerja di tempat yang lain".

6. Saat makan malam monyet jumpa boss dan berkata :
"Boss, si kerbau akhir-akhir ini sudah berubah sifatnya dan mau meninggalkan boss untuk kerja dengan boss lain."

7. Mendengar ucapan monyet, boss marah besar dan membunuh si kerbau karena dinilai telah mengkhianatinya.

Ucapan asli kerbau :
"SAYA SUNGGUH CAPEK, DAN BESOK MAU ISTIRAHAT SEHARI".

Lewat beberapa teman akhirnya ucapan ini sampai ke boss dan pernyataan kerbau telah berubah menjadi :
"Si Kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan mau meninggalkan boss untuk kerja dengan boss lain".

Sangat baik untuk disimak :

• Ada kalanya suatu ucapan harus berhenti (stop) sampai telinga kita saja. Tidak perlu diteruskan ke orang lain.

• Jangan percaya begitu saja apa yang dikatakan orang lain, meskipun itu orang terdekat kita. Kita perlu check & recheck kebenarannya sebelum bertindak.

• Kebiasaan melanjutkan perkataan orang lain dengan kecenderungan menambahi (mengurangi), bahkan menggantinya berdasarkan PERSEPSI SENDIRI bisa berakibat fatal.

• Bila ragu-ragu akan ucapan seseorang yang disampaikan via orang lain, sebaiknya kita langsung bertanya pada yang bersangkutan.

Bila ingin menyampaikan sesuatu kepada orang lain, baik juga memakai 3 kriteria yang harus dipenuhi :
- Apakah benar?
- Apakah baik?
- Apakah berguna?
Bila semua jawabannya "YA", sampaikanlah..

Sabtu, 28 November 2015

Jangan Ketinggalan Kacamata

Seorang Pejabat di undang untuk membuka Pameran Lukisan, tetapi sesampainya di tempat Pameran si Pejabat lupa tidak membawa kacamata

Pejabat : Ajudan, saya lupa bawa kacamata...!

Ajudan : Siap Pak!, tenang saja nanti saya bantu jelaskan setiap lukisan yg bapak lihat

Selesai gunting pita si Pejabat jalan2 melihat beberapa lukisan...(diikuti oleh para undangan)

Melihat Lukisan Pertama,

Pejabat : Wah indah sekali lukisan Ikan ini.. Cantiiiiiik sekaliiiiiii.

Ajudan : Pak, itu lukisan Buayaaaa...

Pejabat : Ya, saking cantik nya buaya ini kelihatan seperti ikan..
������

Lanjut melihat Lukisan Kedua,

Pejabat : Nah Lukisan ini kalo diliat Ibu Megawati, pasti dibelinya...
Lukisan Banteng...

Ajudan : Pak, itu lukisan Gajah... bisik ajudan

Pejabat : Owh, karena gadingnya kayak tanduk Banteng..
������

Akhirnya si Pejabat melihat lukisan lain...

Pejabat : Nah, dari sekian banyak lukisan yang ada disini Saya paling suka sama lukisan SIMPANSHE ini.
Kelihatan hidup...
Saya mau membelinya...

Ajudan : Paaaaaaaaaaak, itu Cermiiiiiiiiiiin pak... Cermiiiiiiiin......
sadar paaakkkk...

��������������������������

Rabu, 18 November 2015

Kaulah Anggrek

HADIAH.
Aku ingin memberimu anggrek, bukan mawar. Mawar hanyalah untuk perempuan-perempuan biasa, yang walaupun wangi tetap saja berduri. Tapi kamu, kamu adalah anggrek yang sudi hidup dan tumbuh di akar hitam yang buruk rupa, namun tetap memancarkan keindahan. Dan aku, aku adalah akar hitam itu, kamu sudi bertumbuh bersama denganku.

Selasa, 10 November 2015

Hari Ini 10 November, Hari Pahlawn

Hari ini 10 November 2015 diperingati di indonesia sebagai hari " PAHLAWAN Nasional". Apa hakekat Pahlawan?
Pemikir Muslim Anis Matta memberikan makna baru tentang Pahlawan seperti berikut ini :

" SELAMAT HARI PAHLAWAN"

Pahlawan bukanlah orang suci yang diturunkan dari langit ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat.

Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis.

Mereka tidak harus tercatat dalam buku sejarah atau dimakamkan di taman makam pahlawan.

Mereka juga melakukan kesalahan dan dosa.

Mereka adalah manusia biasa yang berusaha memaksimalkan seluruh kemampuan untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang disekelilingnya.

Mereka merakit kerja-kerja kecil menjadi sebuah gunung karya

#ANIS MATTA

Sabtu, 07 November 2015

Kala Hidayah Menghampiri

���� KISAH NYATA ..... mohon dibaca pelan2 sampai rampung... ����

SMOGA MENGINSPIRASI KITA SEMUA, SUBHANALLAH.....

Papa dan mama,,,, Rio tungu di pintu surga, kisah anak cilik yang menyentuh.

Agnes adalah sosok wanita Katolik taat. Setiap malam, ia beserta keluarganya rutin berdoa bersama. Bahkan, saking taatnya, saat Agnes dilamar Martono, kekasihnya yang beragama Islam, dengan tegas ia mengatakan “Saya lebih mencintai Yesus Kristus dari pada manusia!”

Ketegasan prinsip Katolik yang dipegang wanita itu menggoyahkan Iman Martono yang muslim, namun jarang melakukan ibadah sebagaimana layaknya orang beragama Islam.

Martono pun masuk Katolik, sekedar untuk bisa menikahi Agnes. Tepat tanggal 17 Oktober 1982, mereka melaksanakan pernikahan di Gereja Ignatius, Magelang, Jawa Tengah.

Usai menikah, lalu menyelesaikan kuliahnya di Jogjakarta, Agnes beserta sang suami berangkat ke Bandung, kemudian menetap di salah satu kompleks perumahan di wilayah Timur kota kembang.

Kebahagiaan terasa lengkap menghiasi kehidupan keluarga ini dengan kehadiran tiga makhluk kecil buah hati mereka, yakni: Adi, Icha dan Rio.

Di lingkungan barunya, Agnes terlibat aktif sebagai jemaat Gereja Suryalaya, Buah Batu, Bandung. Demikan pula Martono, sang suami. Selain juga aktif di Gereja, Martono saat itu menduduki jabatan penting, sebagaikepala Divisi Properti PT Telkom Cisanggarung, Bandung.

Karena Ketaatan mereka memegang iman Katolik, pasangan ini bersama beberapa sahabat se-iman, sengaja mengumpulkan dana dari tetangga sekitar yang beragama Katolik.

Mereka pun berhasil membeli sebuah rumah yang ‘disulap’ menjadi tempat ibadah (Gereja,red).

Uniknya, meski sudah menjadi pemeluk ajaran Katolik, Martono tak melupakan kedua orangtuanya yang beragama Islam. Sebagai manifestasi bakti dan cinta pasangan ini, mereka memberangkatkan ayahanda dan ibundanya Martono ke Mekkah, untuk menunaikan rukun Islam yang kelima.

Hidup harmonis dan berkecukupan mewarnai sekian waktu hari-hari keluarga ini. Sampai satu ketika, kegelisahan menggoncang keduanya.

Syahdan, saat itu, Rio, si bungsu yang sangat mereka sayangi jatuh sakit. Panas suhu badan yang tak kunjung reda, membuat mereka segera melarikan Rio ke salah satu rumah sakit Kristen terkenal di wilayah utara Bandung.

Di rumah sakit, usai dilakukan diagnosa, dokter yang menangani saat itu mengatakan bahwa Rio mengalami kelelahan. Akan tetapi Agnes masih saja gelisah dan takut dengan kondisi anak kesayangannya yang tak kunjung membaik.

Saat dipindahkan ke ruangan ICU, Rio, yang masih terkulai lemah, meminta Martono, sang ayah, untuk memanggil ibundanya yang tengah berada di luar ruangan.

Martono pun keluar ruangan untuk memberitahu Agnes ihwal permintaan putra bungsunya itu.

Namun, Agnes tak mau masuk ke dalam. Ia hanya mengatakan pada Martono, ”Saya sudah tahu.” Itu saja.

Martono heran. Ia pun kembali masuk ke ruangan dengan rasa penasaran yang masih menggelayut dalam benak.

Di dalam, Rio berucap, “Tapi udahlah, Papah aja, tidak apa-apa. Pah hidup ini hanya 1 centi. Di sana nggak ada batasnya.”

Sontak, rasa takjub menyergap Martono. Ucapan bocah mungil buah hatinya yang tengah terbaring lemah itu sungguh mengejutkan.

Nasehat kebaikan keluar dari mulutnya seperti orang dewasa yang mengerti agama.

Hingga sore menjelang, Rio kembali berujar, “Pah, Rio mau pulang!”

“Ya, kalau sudah sembuh nanti, kamu boleh pulang sama Papa dan Mama,” jawab Martono.

“Ngga, saya mau pulang sekarang. Papah, Mamah, Rio tunggu di pintu surga!” begitu, ucap Rio, setengah memaksa.

Belum hilang keterkejutan Martono, tiba-tiba ia mendengar bisikan yang meminta dia untuk membimbing membacakan syahadat kepada anaknya. Ia kaget dan bingung.

Tapi perlahan Rio dituntun sang ayah, Martono, membaca syahadat, hingga kedua mata anak bungsunya itu berlinang. Martono hafal syahadat, karena sebelumnya adalah seorang Muslim.

Tak lama setelah itu bisikan kedua terdengar, bahwa setelah Adzan maghrib Rio akan dipanggil sang Pencipta.

Meski tambah terkejut, mendengar bisikan itu, Martono pasrah. Benar saja, 27 Juli 1999, persis saat sayup-sayup Adzan maghrib, berkumandang Rio menghembuskan nafas terakhirnya.

Tiba jenazah Rio di rumah duka, peristiwa

aneh lagi-lagi terjadi. Agnes yang masih sedih waktu itu seakan melihat Rio menghampirinya dan berkata,

“Mah saya tidak mau pakai baju jas mau minta dibalut kain putih aja.”

Saran dari seorang pelayat Muslim, bahwa itu adalah pertanda Rio ingin dishalatkan sebagaimana seorang Muslim yang baru meninggal.

Setelah melalui diskusi dan perdebatan diantara keluarga, jenazah Rio kemudian dibalut pakaian, celana dan sepatu yang serba putih kemudian dishalatkan.

Namun, karena banyak pendapat dari keluarga yang tetap harus dimakamkan secara Katolik, jenazah Rio pun akhirnya dimakamkan di Kerkov. Sebuah tempat pemakaman khusus Katolik, di Cimahi, Bandung.

Sepeninggal Rio
Sepeninggal anaknya, Agnes sering berdiam diri. Satu hari, ia mendengar bisikan ghaib tentang rumah dan mobil.

Bisikan itu berucap, “Rumah adalah rumah Tuhan dan mobil adalah kendaraan menuju Tuhan.” Pada saat itu juga Agnes langsung teringat ucapan mendiang Rio semasa TK dulu,

”Mah, Mbok Atik nanti mau saya belikan rumah dan mobil!” Mbok Atik adalah seorang muslimah yang bertugas merawat Rio di rumah.

Saat itu Agnes menimpali celoteh si bungsu sambil tersenyum, “Kok Mamah ga dikasih?”

“Mamah kan nanti punya sendiri” jawab Rio, singkat.

Entah mengapa, setelah mendengar bisikan itu, Agnes meminta suaminya untuk mengecek ongkos haji waktu itu. Setelah dicek, dana yang dibutuhkan Rp. 17.850.000.

Dan yang lebih mengherankan, ketika uang duka dibuka, ternyata jumlah totalnya persis senilai Rp 17.850.000, tidak lebih atau kurang sesenpun.

Hal ini diartikan Agnes sebagai amanat dari Rio untuk menghajikan Mbok Atik, wanita yang sehari-hari merawat Rio di rumah.

Singkat cerita, di tanah suci, Mekkah, Mbok Atik menghubungi Agnes via telepon. Sambil menangis ia menceritakan bahwa di Mekkah ia bertemu Rio. Si bungsu yang baru saja meninggalkan alam dunia itu berpesan,

“Kepergian Rio tak usah terlalu dipikirkan. Rio sangat bahagia disini. Kalo Mama kangen, berdoa saja.”

Namun, pesan itu tak lantas membuat sang Ibunda tenang. Bahkan Agnes mengalami depresi cukup berat, hingga harus mendapatkan bimbingan dari seorang Psikolog selama 6 bulan.

Satu malam saat tertidur, Agnes dibangunkan oleh suara pria yang berkata, “Buka Alquran surat Yunus!”.

Namun, setelah mencari tahu tentang surat Yunus, tak ada seorang pun temannya yang beragama Islam mengerti kandungan makna di dalamnya.

Bahkan setelah mendapatkan Alquran dari sepupunya, dan membacanya berulang-ulang pun, Agnes tetap tak mendapat jawaban.

“Mau Tuhan apa sih?!” protesnya setengah berteriak, sembari menangis tersungkur ke lantai.

Dinginnya lantai membuat hatinya berangsur tenang, dan spontan berucap “Astaghfirullah.”

Tak lama kemudian, akhirnya Agnes menemukan jawabannya sendiri di surat Yunus ayat 49:
“Katakan tiap-tiap umat mempunyai ajal. Jika datang ajal, maka mereka tidak dapat mengundurkannya dan tidak (pula) mendahulukannya”.

Beberapa kejadian aneh yang dialami sepeninggal Rio, membuat Agnes berusaha mempelajari Islam lewat beberapa buku.

Hingga akhirnya wanita penganut Katolik taat ini berkata, “Ya Allah terimalah saya sebagai orang Islam, saya tidak mau di-Islamkan oleh orang lain!”.

Setelah memeluk Islam, Agnes secara sembunyi-sembunyi melakukan shalat. Sementara itu, Martono, suaminya, masih rajin pergi ke gereja. Setiap kali diajak ke gereja Agnes selalu menolak dengan berbagai alasan.

Sampai suatu malam, Martono terbangun karena mendengar isak tangis seorang perempuan. Ketika berusaha mencari sumber suara, betapa kagetnya Martono saat melihat istri tercintanya, Agnes, tengah bersujud dengan menggunakan jaket, celana panjang dan syal yang menutupi aurat tubuhnya.

“Lho kok Mamah shalat,” tanya Martono.

“Maafkan saya, Pah. Saya duluan, Papah saya tinggalkan,” jawab Agnes lirih. Ia pasrah akan segala resiko yang harus ditanggung, bahkan perceraian sekalipun.

Martono pun Akhirnya Kembali ke Islam
Sejak keputusan sang istri memeluk Islam, Martono seperti berada di persimpangan.

Satu hari, 17 Agustus 2000, Agnes mengantar Adi, putra pertamanya untuk mengikuti lomba Adzan yang diadakan panitia

Agustus-an di lingkungan tempat mereka tinggal.

Adi sendiri tiba-tiba tertarik untuk mengikuti lomba Adzan beberapa hari sebelumnya, meski ia masih Katolik dan berstatus sebagai pelajar di SMA Santa Maria, Bandung.

Martono sebetulnya juga diajak ke arena perlombaan, namun menolak dengan alasan harus mengikuti upacara di kantor.

Di tempat lomba yang diikuti 33 peserta itu, Gangsa Raharjo, Psikolog Agnes, berpesan kepada Adi, “Niatkan suara adzan bukan hanya untuk orang yang ada di sekitarmu, tetapi niatkan untuk semesta alam!” ujarnya.

Hasilnya, suara Adzan Adi yang lepas nan merdu, mengalun syahdu, mengundang keheningan dan kekhusyukan siapapun yang mendengar. Hingga bulir-bulir air mata pun mengalir tak terbendung, basahi pipi sang Ibunda tercinta yang larut dalam haru dan bahagia.

Tak pelak, panitia pun menobatkan Adi sebagai juara pertama, menyisihkan 33 peserta lainnya.

Usai lomba Agnes dan Adi bersegera pulang. Tiba di rumah, kejutan lain tengah menanti mereka. Saat baru saja membuka pintu kamar, Agnes terkejut melihat Martono, sang suami, tengah melaksanakan shalat. Ia pun spontan terkulai lemah di hadapan suaminya itu.

Selesai shalat, Martono langsung meraih sang istri dan mendekapnya erat. Sambil berderai air mata, ia berucap lirih, “Mah, sekarang Papah sudah masuk Islam.”

Mengetahui hal itu, Adi dan Icha, putra-putri mereka pun mengikuti jejak ayah dan ibunya, memeluk Islam.

Perjalanan panjang yang sungguh mengharu biru. Keluarga ini pun akhirnya memulai babak baru sebagai penganut Muslim yang taat.

Hingga kini, esok, dan sampai akhir zaman. Insya Allah.

��������������

Senin, 24 Agustus 2015

Tidak Tahu, Tapi Bisa Dirasakan

Tentang kehidupan bernegara kita NKRI, saat ini bingung merasakan. Terjadi Jurang pemisah antara yang dilihat dan dirasakan.  Masyarakat bingung,  mau ngapain dan bagaimana. 
Punya pemimpin dikatakan Satrio Pinandito.
Pemimpin merakyat.
Dia adalah wong cilik
Dia adalah kita, diri kita.
Dia sama dengan kita "ndesani".
Dan lain sebagainya.  Saya termasuk bingung bilang apa.  Karena saya tidak tahu,  tapi bisa merasakan sulitnya hidup saat ini.
Misalnya:
* Harga daging sapi - daging sapi beneran lho ya,  bukan sapidol- mahal di konsumen.  Tapi para peternak sapi mengeluh sapinya tidak ada harganya.
* istri saya beli tomat di tukang sayur depan rumah mahal.  Tapi teman saya di garut petani sayur,  membiarkan tomat nya busuk di pohon. Karena dibiarkan busuk di pohon lebih Untung daripada dipetik. Saya sendiri bingung.
Ini ada tweeps @hafidz_ary , bisa sedikit memberitahu, silahkan dibaca:

Problem Indonesia Diluar Kapasitas Jokowi

*by @hafidz_ary

"Leaderless and Stateless" #Indonesiaku

"Kalo SBY itu peragu, kalo yang sekarang ini gak ngerti apa yang harus diragukan atau apa yang harus ditegaskan" (Cak Nun)

Kondisi leaderless (negara tanpa pemimpin) seperti sekarang ini sangat membahayakan NKRI . #tragis

"Malaikat pun tertawa melihat Indonesia, punya presiden 'i don't read what i sign'" (Cak Nun)

"Wong bangsamu ini milih kepala desa aja ndak bisa, disuruh milih presiden" (Cak Nun)

Tragis negeriku...

Kondisi leaderless seperti sekarang ini cocok bagi mereka yg punya sumber daya "mendikte" negeri ini.

Tertipu pencitraan benar-benar menghadapkan Indonesia pada resiko yg besar.

Dan kondisi tragis spt ini kok masih ada yg tetep fanatik "pokoknya benar", masih memilih tertipu pencitraan. #makintragis

Mungkin jadi benar ustadz YM, tinggal berdoa saja... demi keselamatan negeri ini.

Negara tanpa pemimpin (leaderless), bahkan negara tanpa negara (stateless), negara tanpa kedaulatan... #kosong

Bukan tidak move on dari pemilu, tapi kondisi leaderless dan stateless seperti sekarang ini dampak langsung dari kebodohan saat itu.

Masing-masing kita harus jadi agen pencerahan negeri... berat bener pekerjaan mencerahkan.

Bener kata Cak Nun, "Bangsamu ini milih kepala desa aja ndak bisa apalagi milih presiden". #sakit

Kita kecewa dg era SBY, tapi jelas jauh lebih baik. Sekarang ini benar-benar tanpa presiden..

Menteri saling ribut, wapres ribut sama menteri, presidennya gak ngerti tentang apa yang haruss dilakukannya ... kehancuran tanpa perlawanan.

Kita udah ingatkan ini orang kosong... kesian republik. tapi banyak yg memaksakan diri untuk manggut-manggut ketipu pencitraan.

Belum siap bangsa ini berdemokrasi ... masih gampang ditipu.

Kayaknya gak sampe akhir tahun udah jatuh ini presiden.

Kecuali rakyat yang lapar ini tetep puas makan dan kenyang berita pencitraan nan kosong.

Bahaya banget ini negara autopilot.... ada yg pegang setir tapi ndak tau apa-apa, mau kemana, dalam situasi apa.

Ketika amanah diserahkan pd yg bukan ahlinya... kehancuran “@mittafaried: tukang becak disuruh nyetir pesawat..ya beginilah jadinya”

Relawan-relawan dah puas dg posisi komisaris dan dubes... tapi rakyat yg jadi korban, rapuh tanpa pembelaan.

Presiden paling blah bloh sepanjang sejarah... tentunya cerminan rakyat yg blah bloh juga.

Dua hari lalu kedatangan teman lama, curhat ttg lesunya bisnis beliau dan pun teman-teman beliau. Order sepi. Udah merata ini.

Problemnya sudah di luar kapasitas jokowi dg segala kekosongannya.

Problemnya terlalu nyata ... gak bisa dg solusi-solusi pencitraan.

Ada pihak2 yg mau ambil keuntungan besar dg merekayasa agar indonesia punya presiden selemah ini...

Dengan punya presiden selemah ini, Indonesia jadi mudah diacak-acak...

Kasihan rakyat kecil, meski krn dampak langsung kebodohannya sendiri saat pilpres kmrn ...

Relawan berpesta dg jabatan komisaris dan dubes, rakyat sedang sakratul maut.

Saat kampanye bisa dg solusi "makan pecel, nasi seperempat" "mendadak umroh"... hari ini gak bisa...

Lupakan solusi dg logika dewan redaksi media.. "jokowi makan pecel, nasi seperempat"

Problemnya ndak bisa lagi dg logika "menteri lompat pagar" "jokowi makan pecel, nasi seperempat" ... terlalu nyata problemnya.

Tiap hari dulu kita udah kita ingatkan, tapi banyak org yg memilih utk menjerumuskan NKRI dg leaderless spt ini.

Ketika semua problem itu pencitran sbg solusinya, maka gak ada satu pun masalah yg terselesaikan.

Kondisi yg sangat tidak ideal justru dipimpin oleh orang yg bahkan tak tau sekarang lagi kondisi apa. #tragis

Yang sabar ya sahabat... terutama rakyat-rakyat kecil di seluruh pelosok negeri yg makin sulit hidupnya...

Jujur saya berharap apa yg kami ingatkan dulu soal jokowi itu salah... karena benarnya kami gak membuat kami bahagia ... negara taruhannya.

Dulu saya bilang jokowi itu kosong... jujur saya berharap saya salah... krn ketika saya benar tidak membuat saya bahagia ... rakyat dan negara jadi korban.

Sejak jokowi dilantik... saya berharap semua yg kita ingatkan soal jokowi salah... sedihnya ternyata benar. Rakyat jd korban.

Jangan lupa doakan Indonesia ...

Seperti kata Cak Nun kita doakan jokowi segera terbebas dari tekanan-tekanan (lengser maksudnya).

__
*dari twit @hafidz_ary (23-24 Agustus 2015)

Minggu, 23 Agustus 2015

Pajak Membodohkan ?

Curhatan seseorang di WA. Sayang bila tidak jadi Renungan.  Paling tidak untuk siapa saja bila suatu saat menjadi pemimpin. Siapa tahu saya suatu saat jadi Presiden.  Allah swt Maha Kuasa. Berikut tulisnya:

Pemerintah melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor: 158/PMK.010/2015 yang ditandatangani Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro pada tanggal 12 Agustus 2015, telah menetapkan sejumlah jenis jasa kesenian dan hiburan dalam kelompok yang tidak dikenai Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Ada delapan jenis jasa kesenian dan hiburan yang tidak dikenai PPN. Peraturan ini akan diberlakukan pada 12 September 2015. Sebab, berdasarkan bunyi pasal 3 dalam PMK tersebut, peraturan mulai berlaku setelah 30 hari terhitung sejak tanggal diundangkan. Peraturan ini diundangkan pada 13 Agustus 2015.

Berikut jenis jasa kesenian dan hiburan yang tidak dikenai PPN:

1. Tontonan film

2. Tontonan pagelaran kesenian, tontonan pagelaran musik, pagelaran tari, pagelaran busana

3. Tontonan kontes kecantikan, kontes binaraga, kontes sejenisnya

4. Tontonan berupa pameran

5. Diskotik, karaoke, klab malam dan sejenisnya

6. Tontonan pertunjukan sirkus, pertunjukan akrobat, sulap

7. Tontonan pertandingan pacuan kuda, pertandingan kendaraan bermotor, permainan ketangkasan

8. Tontonan pertandingan olahraga

Namun anehnya, penerbitan buku termasuk penjualan, royalti penulis, kertas, dan seluruh lini produksinya dikenakan pajak yang cukup tinggi. Padahal klub malam dan diskotik sama sekai tidak bisa membuat bangsa ini pintar. Seharusnya penerbitan buku dibebaskan pajak, namun diskotik dan klub malam dikenakan panjak setinggi-tingginya. Tapi faktanya terbalik. Inilah potret rezim Jokowi. Bangsa akan diperbodoh terus agar terus mendukung rezim penguasa yang kualitas KW-3 seperti sekarang

Writed  by:
Reposted by : Nashih Amin

Kamis, 04 Juni 2015

Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo

Surat di atas ditulis oleh Okky Agustina secara terbuka untuk Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo. Dan dimuat oleh http://www.suara.com di link di bawah ini:

Bapak Presiden Republik Indonesia, 

Bapak Ir.Joko Widodo yth.. 


Sebelumnya saya minta maaf bila telah lancang menulis surat terbuka ini kepada bapak. Saya bukan siapa-siapa pak, saya hanyalah istri seorang pemain bola, salah satu dari istri seorang pemain bola yang saat ini sedang kehilangan pekerjaannya karena sanksi FIFA akibat pembekuan PSSI oleh Menpora.

Jujur saja pak, saya sebagai istri merasa sedih dengan adanya kejadian ini. Kami sedih melihat suami yang kehilangan harapan, kehilangan semangat, kehilangan mata pencahariannya.

Pak, mungkin bapak mendengar kalau sepakbola Indonesia tidak berprestasi tapi saya tetap bangga melihat suami saya bertanding membela Indonesia, mengenakan jersey tim nasional Indonesia dengan gambar Garuda didadanya diajang Final Sea Games 2011 walaupun hanya mendapatkan medali perak dan saudara-saudara kami yang lain membela negara yang kami cintai ini di Final Piala AFF 2010 dan adik2 di U19.

Walaupun mungkin dianggap tidak berprestasi, tetapi dari sepakbola para suami bisa membiayai kehidupan kami, menyekolahkan anak-anak dan membeli susu untuk anak-anak.

Pak, mungkin bukan kami para istri saja yang berduka tapi banyak orang yang secara tidak langsung kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Jika bapak pernah datang ke stadion dan menyaksikan pertandingan sepakbola, mungkin bapak pernah melihat banyak orang yang berjualan kaos, minuman, makanan pada saat pertandingan, tukang parkir.


Mereka juga mengais rezeki dari setiap pertandingan dan saat ini pertandingan dihentikan secara paksa, bagaimana mereka mendapat penghasilan untuk membiayai kehidupan keluarga mereka. Dan juga jutaan pencinta bola di Indonesia yang berduka karna tidak bisa menyaksikan pertandingan olahraga rakyat ini.

Pak Jokowi. Dulu bapak dipilih oleh hati nurani rakyat, semoga saat ini juga bapak bisa merasakan dengan hati nurani bapak bagaimana kesedihan kami, bagaimana perasaan kami para istri dan juga insan sepakbola Indonesia. Juga kerinduan kami dengan pertandingan sepakbola, euphoria dan kegembiraan para suporter.

Besar harapan saya dan juga keluarga lain untuk bisa menyaksikan suami kami bertanding dan membela klub dan juga bangsa Indonesia dan saya yakin bapak bisa menjadikan semuanya lebih baik dan mengembalikan pekerjaan mereka.

Sekali lagi saya minta maaf jika ada tulisan saya yang tidak berkenan, ini hanya ungkapan perasaan, kegundahan dan curahan hati saya dan juga para istri yang lain.

Terima kasih semoga bapak selalu diberikan kesehatan, rezeki dan keberkahan oleh Allah SWT. Wassalam


Okky Agustina 


NB: 
Surat di atas ditulis oleh Okky Agustina secara terbuka untuk Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo. Dan dimuat oleh http://www.suara.com di link di bawah ini:

Oleh: Tomi Tresnady : 03 Jun 2015 | 10:51

Sebagai rasa simpati dan dukungan kepada orang-orang yang senasib. 

Pesan saya: 
Mungkin dengan berbagai kedzaliman, anda bisa mendapatkan apa saja  yang anda kehendaki. 
Namun ingat, dengan satu doa orang yang anda dholimi cukup  untuk melenyapkan apa yang anda miliki. 
Hendaknya merenungkan hal ini. 

Senin, 01 Juni 2015

Berilah Seribu Alasan Untuk saudaramu

Jangan mudah menyalahkan orang tanpa mendengar alasan dari orang tersebut.
Orang yang tidak bijak akan mencari seribu alasan untuk menyalahkan orang baik.  Sedangkan orang baik akan mencari satu alasan untuk Memaafkan walaupun seribu alasan untuk menyalahkan sudah di depan mata.
Pelajaran berikut menjadi ibroh untuk kita semua.  
🌸 Berpikir Positif 🌸 
Seorang gadis mungil yang cantik membawa dua apel dengan kedua tangannya..
Ibunya menghampiri dan dengan lembut memohon putri mungilnya dengan tersenyum:
"Putri manisku, maukah kamu memberikan pada ibu salah satu dari dua apelmu?"
Gadis itu memandang ibunya selama beberap detik, dan tiba-tiba dengan cepat dia menggigit salah satu apel, dan lalu menggigit pula apel yang lain.
Sang ibu merasakan kebekuan dalam senyumnya. Dia mencoba dengan kuat agar menghilangkan kekecewaanya.
Lalu sang putri mungil memberikan salah satu dari apel yang telah tergigit itu ke ibundanya, dan berkata: "Ibu, ambilah.. Ini yang lebih manis."
Tak peduli siapakah dirimu, seberapa besar pengalamanmu, dan betapa banyak pengetahuan yang kau pikirkan, hindarilah menghakimi seseorang.
Beri kesempatan orang lain untuk menjelaskan dirinya sendiri.
Apa yang kau lihat belum tentu apa yang terjadi sebenarnya. Jangan pernah serampangan menyimpulkan orang lain.
🌺 Semoga Bermanfaat 🌺
Diedit dan post kan kembali oleh: Nasih Amin
___________________

Sabtu, 30 Mei 2015

Polygamy Merintih Dan Menjerit

(seakan - akan poligami berkata):

(1 ) Mereka memusuhiku.. .padahal aku datang dari sisi Rob mereka ..
Jika yang memerangiku orang-
orang kafir yang membenci
Muhammad dan umatnya maka
aku tdk peduli. ..akan tetapi
ternyata yg memerangiku
para wanita muslimah. .. , bahkan
para wanita yang rajin mengikuti
pengajian ??, bahkan para wanita
yang merupakan panitia
pengajian ??

(2 ) Orang- orang kafir terus
memusuhiku, menghinaku
sebagaimana sikap mereka
terhadap hukum waris yg mereka
anggap tdk adil, karena jika
mereka berhasil menikamku maka
jatuhlah syari 'at Muhammad dan
kenabiannya dihadapan mereka .. .
Apakah mereka lupa bahwa Nabi-
nabi mereka Dawud dan
Sulaiman- disebutkan dalam injil
mereka - juga berpoligami?

(3 ) Bukankah kebanyakan mereka
-sekarang ini- juga berpoligami
bahkan lbh dari 4 wanita ? , hanya
saja tanpa pernikahan resmi
(alias zina ?) , tanpa ada
pengingkaran sama sekali dari
mereka ? , lantas poligami yg
penuh aturan kenapa harus
mereka ingkari ?

(4 ) Aku adalah anugrah yang
Allah turunkan bagi hamba-
hambaNya .. .akan tetapi banyak
yang tidak menyadarinya .. .atau
tdk mau menyadarinya .. .
Bahkan aku adalah mukjizat
Allah , karena aku memperhatikan
kemaslahatan umum ... bukan
hanya kemaslahatan pribadi.
Boleh jadi istri pertama merasa
mendapatkan kemudorotan atau
merasa dizolimi akan tetapi
masih terlalu banyak
janda. ..perawan tua . .. bahkan
perawan muda. ..yg menanti -
nanti kehadiranku ??
Bukankah :

- Jumlah para wanita lebih
banyak dari jumlah para lelaki ?
- Selain sedikit , ternyata
tidak semua lelaki dewasa siap
menikah ?, ia harus
mempersiapkan ekonomi dan
mentalnya . Berbeda dgn wanita ,
jika sudah baligh maka siap
menunggu lamaran menyapa …
- Selain sedikit , aktivitas
kerjaan para lelaki lebih menantang kepada kematian… ,
berbeda dengan aktivitas para
wanita yang kebanyakan di rumah …
- Para lelaki juga tidak ada
liburnya , tidak ada haid dan
nifas yg berkepanjangan , selalu
produktif.

(5 ) Bukankah dgn kehadiranku
banyak permasalahan sosial yg
bisa diatasi ?, mengurangi praktik
seksual yang salah dan haram ?
Bukankah dengan kehadiranku
akan memperbanyak kelahiran
umat dan pasukan Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam ?,
sukakah anda menyenangkan hati
Nabi pada hari kiamat kelak yang
bangga dengan banyaknya
umatnya dihadapan umat -umat
dan nabi-nabi yang lain?

(6 ) Wahai para wanita
muslimah. .. sungguh ANEH.. .
- Sebagian wanita memilih
lebih baik diracun (suaminya
berzina) daripada dimadu
(suaminya berpoligami ).. .
Ini adalah tanda rusaknya fitroh
sang wanita .. .
Ia tdk mau membagi cinta
kekasihnya kepada sahabatnya
sesama muslimah .. .egois ia
kedepankan daripada sikap
perhatian terhadap sesama
muslimah…
Akan tetapi ternyata ia mampu
untuk membuang ego - nya tatkala
cinta kekasihnya dibagikan
kepada para wanita pelacur ... !!!
- Sebagian wanita
memandang bahwa jika ia
dipoligami berarti ia tdk sukses
dan telah gagal dalam melayani
suami !! , atau merasa suaminya
tdk lagi mencintainya.. .ini adlh
kelaziman yg tdk lazim !!!.
Bukankah Aisyah adalah istri yg
paling dicintai Nabi? Ternyata
setelah menikahi Aisyah, Nabi
masih menikah lagi dgn sekitar 7
wanita yg lain

(7 ) Sebagian wanita
menghujatku. .. padahal aku tidak
pernah bersalah . ..yang bersalah
adalah para lelaki yang tidak
bertanggung jawab dalam
menjalaniku .. .

(8 ) Wahai ukhti ... Jika engkau
tidak sudi denganku. .. Maka
janganlah kau benci diriku. ..jangan pula kau ajak suamimu untuk
memusuhiku.. .apalagi
berkampanye kepada para ibu -
ibu untuk memusuhiku… .ingatlah
aku datang dari Robmu . .., jangan
kau bantu propaganda orang-
orang kafir yg membenci syariat
Robmu . Doakan saja semoga para
lelaki bisa menjalaniku dengan
baik.

Repost By: Nashih Amin

Jumat, 29 Mei 2015

Bangsa Indonesia Keturunan Budak ?????

Kalau ada yang menanyakan ke saya," Apakah anda orang Indonesia?"  Saya akan menjawab," Ya. Ada masalah? "
Kalau dia bertanya lagi," Orang Indonesia adalah keturunan budak. Betulkah itu?"
Sikap saya:
Saya akan angkat kaki dan saya tendangkan kaki itu di mulutnya. Karena orang itu buta. Buta sejarah, buta hati, dan buta harga diri.
Bukankah bangsa Indonesia  memeras keringat dan bermandi darah untuk mempertahankan harga dirinya sebagai seorang muslim dan merdeka. Sedangkan ia tidak tahu itu.
Tapi saya tidak tahu, jangan-jangan dia memang keturunan budak. Kalau aku, aku orang merdeka. Dan akan tetap merdeka. Merdeka !!!

Lihat ungkapan ini:
http://linkis.com/dlvr.it/L0vI0

Minggu, 24 Mei 2015

Anak Panah Tidak Mesti Maju

Tidak tahu dari mana asalnya. Belajar dari mana saja. Mengambil ilmu dari siapa saja. Mengambil renungan dari apa saja. Silahkan merenungkan. Moga ada manfasnya.

Apakah kita anak panah ini ataukah kita pembina anak panah ini?

Seperti Anak Panah,
Dimundurkan Untuk Melesat Ke Depan...

Pernahkah kamu mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan?

Pernahkah kamu melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran?

Pernahkan kamu melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yang pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil?

⏩Kita seperti anak panah di tangan Allah..! Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari busurnya menuju sasaran yang dimaksudkan.

Ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalam kantong-Nya. Namun di saat yang diperlukan, anak panah itu akan dipasang dalam busur-Nya ditarik kebelakang.. Sejauh mungkin untuk mencapai suatu sasaran.

Semakin jauh tarikannya, semakin jauh pula jarak yang akan ditempuh. Semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula anak panah itu melesat.

Jadi…

❇Jika kau seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah : Mungkin Allah tengah meletakkanmu di busur-Nya. Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran. Dan jika kau melihat seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dengan mengatakan “Apinya telah padam” atau.. “Jangan-jangan dia ada dosa..”

Jadilah teman yang baik, yang mendampingi di saat temanmu sedang “dimundurkan” karena dengan demikian kau ikut menjaganya agar tidak sampai putus asa dan terkulai.

Kamu, aku, dia, mereka, kita… adalah anak-anak panah ditangan Allah..!

Hidup untuk mencapai suatu sasaran yang sudah ditetapkan.

Tetaplah semangat, tetaplah bersabar, tetaplah tekun dalam kebenaran, dan senantiasa ISTIQOMAH dan tetaplah berdoa memohon kepada Allah, niscaya Allah akan memberi lebih dari yg kita mohonkan...

آمين يارب العالمين

Senin, 18 Mei 2015

Videoku Di Facebook

Ternyata sudah cukup lama saya kotak-katik di Face Book. Saya yakin anda pun juga demikian.
Ada yang tanpa kusadari, ternyata kisah bergbaung di Face Book itu menjadi sebuah cerita dalam sebuah Video pendek tentang perjalanan. dan tanpa anda sadari itu juga terjadi pada anda. Ada orang lain yang berusaha membuat filem singkat itu. Dan itu terjadi di Facebook.
Inilah yang saya dapatkan dari link  video yang dibuat oleh facebook terhadap saya. Silahkan klik : https://www.facebook.com/lookback/?_rdr
Dan untuk mengetahui untuk anda, silahkan klik di tempat yang sama. Selamat menikmati.

Selasa, 31 Agustus 2010

Mengapa Tokek Mahal Harganya?

Kompas - Selasa, 31 Agustus



Tokek, hewan reptil yang suaranya sering muncul di rumah, kebun, gedung atau bahkan hutan itu kini harganya makin mahal. Tokek berkaki empat mirip cicak itu lebih sering dijumpai di rumah dan kini makin mudah diperoleh di pasaran untuk berbagai keperluan.

Apa yang menjadikan tokek mahal harganya? Ternyata bukan karena suaranya yang sering bunyi tanpa diduga dan berulang-ulang satu periode. Tetapi lebih kepada kandungan dari tokek itu sendiri, yang otomatis untuk memanfaatkan harus disembelih atau dimatikan.

Tokek rumah atau cicak besar bernama latin Gekko gecko dikenal di beberapa tempat beda menyebutnya misalnya tekek atau tokek, (Jawa), tokok (Sunda), dan tokay gecko atau tucktoo (Inggris).

Tokek rumah memiliki bintil besar-besar di punggungnya yang berbeda-beda warnanya dan hal ini satu diantara pembeda dengan cicak kecil. Bermacam-macam warnanya dari warna abu-abu kebiruan sampai kecoklatan, dengan bintik-bintik berwarna merah bata sampai jingga.

Perut tokek warna abu-abu biru keputihan atau kekuningan dan ekornya juga ada enam baris bintil belang-belang. Kakinya di jari-jari ada bantalan pengisap sehingga pandai lengket di dinding tembok atau pohon.

Tokek menjadi mahal dan dicari orang konon karena bisa menyembuhkan orang yang mengidap HIV atau AIDS. Penyakit mematikan itu menyerang sistem imun tubuh dan belum ada obat medis yang mampu mengatasinya. Sehingga, ramuan tradisional dari tokek dipercaya sebagai paling mujarab untuk hal itu.

Bagian lidah tokek dan darahnya dikabarkan mengandung zat yang bisa melawan virus HIV. Yang memiliki khasiat itu tokek berbobot lebih dari 3 ons dalam keadaan hidup.

Selain lidah, konon empedu tokek juga mujarab untuk pengobatan orang yang mengidap AIDS. Kabar beginilah yang membuat orang harus membeli dengan harga mahal demi terselamatkan nyawanya.

Di bagian empedu tokek, juga mengandung senyawa anti tumor dan kanker sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Sedangkan daging secara keseluruhan sudah dikenal sejak nenek moyang bisa menyembuhkan berbagai penyakit gatal. Banyak orang memberikan kesaksian bahwa penyakit kulit gatal-gatal bisa sembuh dengan tokek yang dibakar atau digoreng.

Harga tokek bervariasi tergantung berat badan dan usia tokek itu sendiri. Di beberapa daerah seperti Jakarta, Batam, Banjarmasin, Makassar, Pontianak, Surabaya dan Solo serta kota lainnya sudah ada lokasi khusus penjualan tokek.

Di Pasar Jatinegara, Jakarta juga ada pasar hewan yang menyediakan berbagai macam satwa langka sekalipun, dengan harga murah.

Untuk tokek dengan berat badan kurang dari 1,5 ons masih kisaran Rp 200 ribu. Tapi bila sudah besar sekitar 2 ons dan sudah tua maka bisa mencapai Rp 5 jutaan.

Jika nasib mujur, penjual tokek dengan berat badan lebih dari 3 ons atau 4 ons bisa terjual Rp 100 juta. Akan lebih mahal lagi jika sudah mencapai 1 kilogram dan mendapat pembeli langsung dari Korea, China atau Malaysia harganya bisa lebih dari Rp 200 juta.

Tokek raksasa yang pernah ditemukan di pedalaman Kalimantan memiliki berat hingga 64 kilogram yang kemudian terjual Rp 179 miliar oleh pengusaha Korea melalui orang Malaysia.


Sumber Asli : http://id.news.yahoo.com/kmps/20100831/tpl-mengapa-tokek-mahal-harganya-81d2141.html

Jumat, 13 Agustus 2010

Menjadi Aktivis LSM

Mungkin diantara teman-teman ada yang berminat untuk bergabung di LSM. Kerja di LSM adalah kerja kemanusiaan.Orientasi kemanusiaannya lebih menonjol. Namun ada kepuasan tersendiri ketika kita bisa membantu orang lain. Ini ada peluang untuk bergabung di LSM, silahkan baca surat dan pengumuman berikut, moga bermanfaat:


From: fitri sunarto
From: lapam Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Marginal


Lembaga Advokasi Pendidikan Anak Marginal (LAPAM) membutuhkan orang-orang
visioner dengan keberpihakan terhadap kelompok masyarakat marginal untuk
sebagai Staf Program.
Deskripsi Pekerjaan :

  1. Mengelola POSKO peduli pendidikan di wilayah Jabodetabek

  2. Mengorganisir kelompok orangtua kritis di komunitas LAPAM

  3. Mendampingi proses advokasi atas pengaduan masyarakat yang masuk
    ke POSKO peduli pendidikan


Kualifikasi :

  1. Berpengalaman bekerja di LSM / Ormas

  2. Berpengalaman mengorganisir kelompok masyarakat marginal

  3. Memahami issue anak dan issue pendidikan

  4. Dapat bekerja mandiri maupun secara team

  5. Lebih disukai yang berpengalaman bekerjasama dengan jaringan

  6. Lebih disukai yang memiliki pengetahuan tentang hukum dan kebijakan


Bagi yang berminat dapat mengirimkan lamaran dan CV ke :


Jl. Ciawi I No 2 , Blok Q. Kebayoran Baru, Jaksel 12180.
Atau email ke :
lapam2007@gmail. com

Untuk informasi yang lebih jelas dapat menghubungi Sdri. Fitriani Sunarto di
021-7222008.
Catatan:
Di tunggu sampai tanggal 31 Agustus 2010.



Barangkali anda berminat, segera ditangkap kesempatan ini sebelum terlambat.

Selasa, 10 Agustus 2010

Ucapan Ramadhan

Setiap kali datang Ramadhan setiap tahun, kita saling mengingatkan dan menasehati agar bisa optimal melaksanakan ibadah Ramadhan.
Tahun ini tidak beda pula dengan tahun-tahun sebelumnya, saling mengirimkan ucapan-ucapan serta permohonan maaf. Untuk itu saya tertarik untuk menuliskannya di blog ini. Tujuan utamanya untuk memudahkan mengingat pesan-pesan menarik dari teman-teman yang dikirimkan via Ponsel, atau milis, atau FB dan berbagai media lainnya.
Berikut ucapan-ucapan itu, moga anda juga bisa mjengambil manfaat dari berbagai ucapan itu dan semangat melaksanakan Ramadhan tahun ini. Selamat Membaca!


H.E sent from 0812 164 193 xxx 10 Agustus 2010:
Waktu mengalir bagaikan air. Ramadhan suci sebentar lagi segera hadir. Ada luka yang pernah terukir, ada khilaf yang sempat bergulir, ada sangka yang sempat terpikir. Namun kiranya dibukakakan pintu maaf dan lapang dada, agar Ramadhan kita semakin bermakna ... mari sambut bulan Ramadhan dengan ikhlas dan optimisme, marhaban ya Ramadhan dengan ikhlas dan optimisme, marhaban ya Ramadhan... kullu aam wa antum bikhoir ... mohon maaf yang sedalam-dalamnya. ( HE, DN, ND,NS). Mohon maaf bisa sudah menerima SMS yang serupa :)).



اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان بالسلامة والإسلام والتوفيق لما تحب وترضى ربك وربنا الله.

Ya Allah, jadikanlah datangnya bulan Ramadhan bagi kami ketentraman dan iman dengan selamat dan Islam serta taufiq apa yang Engkau cintai dan ridhai Tuhanmu (bulan sabit) dan Tuhan kami Allah. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan semoga puasa Ramadhan kita jadi syafaat di hari akhir nanti. (Fjr dan keluarga).



Mohon dibukakan pintu maaf atas segala salah dan khilaf kami. Selamat shoum Ramadhan. Semoga menerima ibadah puasa kita dan memelihara silaturrahim kita. MBU dan keluarga.


Asw. menjelang Ramadhan yang mulia, kami sekeluarga mohon maaf atas semua salah dan khilaf. Semoga kita semua bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan maksimal dan mendapat ampunan dari Allah Swt. Amin. M.Ltf sekeluarga.


Marhaban Ya Ramdahan . " Ya Allah beri kami kesempatan untuk meraih kebaikan apapun yang ada di bulan yang penuh keberkahan ini". Mohon Maaf lahir dan batin. M.Gzl dan keluarga.


Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan. Kita masuki Bulan suci Penuh Rahmat , maghfiroh dan dibukanya pintu surga dengan hati bersih untuk meraih kemenangan . Amin 3X. M.RML sekeluarga.


Jika nafas ini berhenti, mungkin sujud hari ini begitu berarti. Jika menangis di ujung penyesalan,mungkin menangis hari ini ada lentera-lentera harapan. Karena kita hanya singgah sebentar di dunia ini. Mari bersama kita perbaiki segala sesuatu selagi kita miliki kesempatan. Menghiasi dengan amal agar setiap detik kehidupan kita dihitung sebagai kebaikan. Semoga Allah limpahkan Rahmat, keberkahan. Mohon maaf lahir dan batin. Taqobbalallahu minna wa minkum . Selamat menyambut dan menjalankan Ramadhan. Semoga amal ibadah kita diterima Allah. MRSH dan keluarga.


Hidup hanya se(x), Dosa jangan di (+) Amal jangan di (-), Cinta jangan di (:). Gugur bungan karena layu. Gugur iman karena nafsu. Gugur cinta karena cemburu. Menangis karena duka. Tertawa karena suka. Bertaubat karena dosa. Mari kita bersihkan hati sucikan jiwa, jalani hidup dengan beramal di bulan rmadhan yang penuh mulia ini. Mohon maaf lahir dan batin. 081378332359.


Ass.wr.wb. Langkah diayun tujuan menanti,sms dikirim pengganti diri, dosa khilaf dan salah jadilah beban. bermohonlah diri kira

Inilah uccapan-ucapan selamat Ramadhan yang saya terima. Moga bermanfaat juga bagi anda yang membaca. Selamat Ramdhan 1431 H.

Senin, 02 Agustus 2010

Perekat

Senin, 02 Agustus 2010, By Ivan
Menjelang bulan romadlon, para mahasiswa muslim di kampus pak adil, sepakat untuk menyelenggarakan acara tarhib romadlon. Sebagai pembicara,pilihan jatuh kepada pak sujahtra, yang dengan senang hati, berkenan untuk memenuhi undangan. Sebagaimana biasanya, pak sujahtra selalu mengawali khutbahnya,dengan menyampaikan pertanyaan. Seandainya ada dua hadits shahih, yang satu mengisahkan perilaku Rasulullah, dan yang lainnya mengisahkan ucapan atau pernyataan Rasulullah, namun isi kedua hadits tersebut bertentangan, yang manakah diantara kedua hadits tersebut yang lebih kuat kedudukannya. Masih bingung, tanya pak sujahtra ketika melihat seisi kelas memandangnya dengan melongo. Begini contohnya, lanjut pak sujahtra. Ada sebuah hadits yang mengisahkan pernyataan Rasulullah, bahwa jumlah rokaat dalam sholat maghrib ada tiga, sedangkan ada hadits lain yang mengisahkan bahwa Rasululah pernah melaksanakan sholat maghrib empat rokaat, maka, hadits yang pertama lebih kuat kedudukannya, karena ternyata, Rasulullah melaksanakan sholat maghrib empat rekaat lantaran beliau lupa jumlah rekaat yang sudah beliau kerjakan.
Apa yang terlihat oleh khalayak pada diri seseorang, belum tentu mewakili karakter orang tersebut, kecuali orang yang bersangkutan menguatkannya dengan pernyataan. Sebagai contoh, ketika sebagian kader da'wah melihat sebagian kader yang lain mengenakan atribut duniawi yang dalam ukuran mereka, mewah, jangan langsung menyimpulkan bahwa sebagian kader sudah mulai meninggalkan sikap hidup sederhana dan mulai bermewah-mewahan. Selama tidak ada pernyataan dari kader yang menguatkan persepsi kita, maka persepsi yang berawal dari prasangka buruk,harus digugurkan. Prasangka baik apa, yang bisa kita pakai untuk menafsirkan peristiwa ini. Banyak sekali. Tafsir pertama, ukuran mewah atau tidak mewah,sangat relatif. Bagaimana menyamakan gaya hidup sederhana kepada Utsman Bin Affan yang terlahir sebagai bangsawan kaya raya, dengan Abu Dzar Al Ghifari yang terbiasa hidup seadanya sebagai suku badui pengembara. Tafsir kedua, sebagai seorang da'wi, ada obyek da'wah berupa komunitas masyarakat tertentu yang lebih efektif untuk dida'wahi, bila kita menyandang atribut mewah. Tafsir ketiga, keempat, dst., silakan disusun sendiri, lanjut pak sujahtra.
Contoh yang lain, ketika acara kampanye terbuka calon kada yang diusung partai da'wah, berkoalisi dengan partai lain, diisi dengan penampilan artis dangdut nan semlohoy, jangan langsung menyimpulkan bahwa sebagian kader da'wah tidak suka melihat penampilan artis tersebut, ups salah, maksudnya, jangan langsung menyimpulkan bahwa para qiyadah sudah mengizinkan berkampanye dengan iringan maksiat seperti itu. Lalu, apakah kita berharap para qiyadah dengan gagah berani mengumumkan di media massa bahwa partai da'wah sama sekali tidak menyetujui dan tidak bertanggungjawab terhadap penampilan artis seronok tersebut, yang sangat berisiko menyinggung dan melukai perasaan mitra koalisi, yang sejatinya adalah obyek da’wah, yang sudah mulai jinak hatinya kepada da’wah.
Diam, tidak memberikan penjelasan, dan membiarkan para kader menyimpulkan sendiri, terkadang merupakan langkah yang terbaik, sebagaimana kisah berita bohong yang dialami oleh ummul mu’minin, siti aisyah ra, yang dituduh telah melakukan kejahatan bersama dengan seorang sahabat bernama shofwan. Ummul mu’minin, siti aisyah ra, tidak menjawab atau menjelaskan ketidakbenaran berita tersebut. Kemudian, dikalangan sahabat, terjadi dialog antara suami dengan isterinya. Sang isteri, ketika memposisikan dirinya sebagai ummul mu’minin, tidak akan melakukan perbuatan tersebut, apalagi bila membandingkan, bahwa ummul mu’minin jauh lebih baik dibanding dirinya. Demikian juga dengan sang suami, ketika memposisikan dirinya sebagai shofwan, juga tidak akan melakukan perbuatan tersebut, apalagi bila membandingkan, bahwa shofwan lebih baik dibanding dirinya. Maka, apakah kita akan menuduh para qiyadah, yang kualitas keshalihannya jauh melebihi kita, membolehkan kemaksiatan ketika berkampanye.
Prasangka baik, akan melahirkan ketsiqohan. Tho’at dan tsiqoh, merupakan perekat dalam berjama’ah. Seringkali, sebagian kader menempatkan tsiqohnya secara terbalik. Mensikapi beberapa kader yang terjerat kasus hukum, kader lebih mempercayai aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, atau KPK, dibandingkan mempercayai kader yang sedang menghadapi musibah tersebut.
Padahal, bukan rahasia lagi bahwa lembaga-lembaga penegak hukum, seringkali
bertindak sebagai makelar kasus atau dipergunakan oleh penguasa untuk menekan
rival politiknya. Sebaliknya, ketika seorang ustadz dikeluarkan dari jama’ah
melalui keputusan syuro, kader lebih mempercayai sang ustadz dan menuduh para
qiyadah telah berbuat dzalim dengan memberhentikan sang ustadz, seakan-akan,
para ustadz yang bergelar Lc dibelakang namanya, semuanya ma’shum, terbebas
dari dosa dan kesalahan.
Sebagaimana sahabat Abu Bakar ra yang diberi gelar asshiddiq oleh Rasulullah SAW karena selalu membenarkan perbuatan Rasulullah SAW, demikian pula seharusnya sikap
yang dimiliki oleh kader da’wah terhadap para qiyadahnya. Apakah kader partai
da’wah bisa disamakan dengan pengikut gusdur terhadap gusdur, karena kader
partai da’wah terkesan selalu mencari pembenaran terhadap setiap kebijakan yang
diambil oleh para qiyadahnya. Tentu tidak sama, karena kader memiliki hak untuk
bertanya, dalam memahami beberapa peristiwa yang membutuhkan klarifikasi. Hak
untuk bertanya, telah dimanfaatkan oleh sebagian kader, pada acara pertemuan
dengan para qiyadah yang telah beberapa kali diselenggarakan.
Mengapa prasangka buruk yang melahirkan ketidaktsiqohan bisa muncul di kalangan kader da’wah? Jawabannya sederhana, karena kader sudah tidak lagi intim dengan tarbiyah dan dengan struktur partai. Maksudnya, kader sering bolos dalam pertemuan mingguan dan tidak aktif di partai. Kader yang rajin hadir pertemuan mingguan, tetapi diam-diam menganut jargon, tarbiyah yes partai no, rentan terjangkit penyakit ini. Pak sujahtra menutup khutbahnya dan memberikan kesempatan bertanya kepada para peserta tarhib.
Apakah kader yang rajin menghadiri pertemuan mingguan ,tetapi sering tertidur di saat pak boss sedang menyampaikan taujih, termasuk kader yang rentan terserang penyakit ini? tanya salah satu peserta.

Rabu, 28 Juli 2010

Gadis Berdarah Dingin, Teh Puspa

Namanya Puspa, masih gadis, usianya 24 tahun. Sekarang sudah kerja sebagai pegawai administrasi di sebuah lembaga pendidikan cukup terkenal di salah satu kota sejuk di negeri ini. Ia baru saja menyelesaikan kuliahnya beberapa bulan yang lalu di sebuah universitas negeri di Kota Bunga.
Ya, Puspa namanya.
Dalam akademis, ia cukup bagus. Bahkan bisa dibilang berprestasi IPK nya 3,68. Maka tidak heran kalau peringkat ke 5 dari 12 besar mahasiswa yang cumlaude di angkatannya. Luar biasa....
Aktivitas sosialnya, tidak kurang menariknya. Ternyata ia juga aktivis di kampusnya. Penampilannya yang sederhana, kejujuran dan kepeduliannya kepada orang lain mendorong teman-temannya untuk memilihnya menduduki jabatan wakil ketua Badan Legsltif Mahasiswa. Ah Teh Puspa. Artinya bunga, tidak salah orang tuanya memberinya nama itu. Bunga, yang bisa menemani siapa saja dalam segala kondisi. Saat bahagia merupakan pelengkap bagi kebahagiaan tersebut. Saat sedih, teman yang menjadi tempat menumpahkan segala perasaan. Bagi orang yang jatuh cinta, ia merupakan sarana untuk mengungkapkan apa yang ada dalam relung orang yang sedang kena panah asmara. Bagi pujangga, ia inspirator bagi terlahirnya karya-karya besar. Kala merekah menjadi penyejuk mata bagi yang memandang, kala layu pertanda akan datangnya buah yang menjadi pelanjut generasi. itulah bunga, oh ya Puspa.
Semakin ditelusuri semakin menarik kepribadiannya, ternyata ia bukan orang yang manja. Bahkan bisa dibilang mandiri, mandiri sekali. Ia sudah mulai bekerja dan memenuhi kebutuhannya sendiri semenjak ia di bangku SMA. " Aku sudah biasa merasakan pahit getirnya kehidupan." katanya padaku suatu saat. " Wah setahu saya,kehidupan itu bukan pahit dan getir teh Puspa, tapi pahit dan manis." kataku. " Setahu saya yang getir itu terong mentah...," kataku mencairkan suasana. " Ah kamu ini suka mengalihkan konsentrasi pembicaraan aja Shofi." kata Teh Puspa kalem.
Lebih dari yang saya ceritakan di atas, Teh Puspa orangnya cantik. Saya yakin banyak teman-temannya yang tertarik dengan kecantikannya. Itu terlihat dari komentar para pengunjung FB nya. Walaupun laki-laki yang model begini biasanya berotak kecil bernafsu besar. Melihat perempuan dari sisi fisik tidak lebih dari itu. Komentarnya selalu tentang kecantikannya. Namun kondisi itu tidak menjadikannya merasa hebat, atau dikagumi oleh banyak orang seperti para celebritis kacangan yang hanya bermodal wajah cantik tanpa prestasi dan kemampuan yang memadai.
Mungkin Teteh yang satu ini menyadari, kecantikan bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan atau sebuah prestasi. Karena memang kecantikan adalah karunia dari Yang Maha Kuasa. Tidak ada peran hamba-Nya ini untuk memilih cantik atau tidak cantik. Berbeda dengan kepandaian dan prestasi, kerja keras dan ketekunan pemiliknya yang lebih dominan. Siapa sih yang pernah meminta untuk dirinya kepada Tuhannya," Ya Robb, jadikan aku orang yang cantik atau gantgeng." Tentu tidak ada. Kecantikan dan kegantengan adalah karunia yang harus disyukuri. Bukan satu hal yang harus dibanggakan. Apalagi sebagai sarana untuk mengejek orang lain yang tidak dikaruniai kecantikan atau kegantengan oleh Sang Pencipta seperti dirinya.
Itulah sebabnya, Teh Puspa ini kugelari dengan " Gadis Berdarah Dingin".
" Wah, memangnya aku ular?" kata teh Puspa saat kuungkapkan istilah itu. " Yang berdarah dingin bukan hanya ular teh." kataku. " Apa selain ular?" tanya teh Puspa penasaran. "Yang termasuk makhluq berdarah dingin selain ular ya Teh Puspa." kataku.
" Iiiiihhhh kucubit baru tahu rasa." kata teh Puspa seraya mencubit pinggangku. Aku kesakitan sambil nyengir.Hehehehehe. Teteh gemes digolongkan ke dalam golongan ular. heheheh.
Pertimbangan saya sederhana saja. Teteh Puspa secara fisik cantik dan menarik. Biasanya sedikit sekali gadis-gadis cantik yang berprestasi. Kebanyakan berjiwa labil dan lemah. Tersanjung saat dibilang cantik dan dikagumi kecantikannya. Ketika ada yang menyanjung dan memujinya akan merasa senang dan bahagia. Selalu akan memikirkan berbagai sanjungan dari para lelaki. Biasanya langsung "klepek-klepek" tidak berdaya. Tidak bisa belajar apalagi berprestasi. Begitulah biasanya yang terjadi pada gadis-gadis cantik.
Ternyata hal itu tidak berlaku bagi Teh Puspa, walaupun dari sananya sudah dilahirkan cantik, tapi ia masih bisa berprestasi bahkan menjadi aktifis dikampusnya. Kau memang hebat Teh Puspa. Gadis berdarah dingin. Moga kesuksesan senantiasa menyertaimu.

TOR ( Term Of Reference)

Barangkali ada yang belum tahu TOR? Bagi seorang aktifis organisasi mengerti TOR sebuah keniscayaan. Bila belum mengerti, harus diberanikan untuk bertanya. Bukan sebuah kesalahan bila kita belum tahu lantas bertanya. Nah, yang parah adalah bila tidak tahu, malu bertanya atau tidak mau bertanya. Sehingga yang terjadi adalah sok tahu. Walau sudah senior sekalipun. Berikut ini ada pengalaman pribadi seseorang yang memberikan informasi tentang TOR, moga bermanfaat untuk anda:


Term of Reference (TOR)


June 22, 2008
Assalamu’alaykum Wr. Wb.
Pagi yang indah harus kulalui dengan rapat!!! Agendanya bikin TOR suatu acara…
Hm… Ternyata pas rapat ada yang belum tau TOR… Kesempatan, nih, buat tulisan perdana!!! à pas rapat malah ngetik ini… ^^!
Term of Reference alias TOR adalah segala batasan yang berguna untuk setiap pengisi (pemateri/pembicara) agar sesuai dengan apa yang diharapkan panitia yang mengundangnya. Pokonya, kalau pernah ngisi materi alias cuap-cuap di suatu acara pasti udah pernah dikasih TOR (kecuali acaranya kurang profesional. Tul, nggak?)
Biasanya TOR mengandung beberapa poin penting yang kudu diperhatikan si pengisi materi. Poin-poin tersebut di antaranya :

  1. Judul


  2. Ini wajib and mutlak kudu ada. Tanpa ini, ibarat orang tanpa muka. Kita nggak bakal tau siapa orang itu kalo kita nggak tau wajahnya. Tul, kan? Makanya, acara tanpa judul… Nggak, deh!
  3. Tujuan Umum


  4. Tujuan utama mengapa materi tertentu ingin disampaikan dalam suatu acara.
  5. Tujuan Khusus


  6. Kalo ini tujuan khususnya mengapa materi tertentu ingin disampaikan dalam acara tersebut. Tujuan-tujuan di sini harus selaras dengan tujuan umum agar si tujuan umumnya itu sendiri tercapai.
  7. Hari / tanggal dan Waktu


  8. Kalo panitia nggak ngasih hari, tanggal, dan waktu acara disampaikan, kira-kira kapan si pemateri/pembicara harus datang?
  9. Resume


    Hampir mirip dengan tujuan khusus, tapi lebih bersifat teknis. Dalam arti lain bisa menjawab pertanyaan : bagaimana cara agar tujuan khusus tercapai?
  10. Kondisi


  11. ‘Kondisi’ di sini menggambarkan kondisi objek yang akan diberi materi saat penyampaian materi. Harus diperhatikan siapa peserta yang bakal diberi materi, sehingga penyampaiannya tepat. Biasanya bisa berupa jawaban dari beberapa pertanyaan ini : pesertanya siapa? pekerjaannya apa? Gendernya apa? range usianya berapa? Hobinya apa? Dari suku/negara mana?
  12. Metode


  13. Metode ini biasanya berupa rangkaian bentuk materi dalam pembagian waktu tertentu. Misalnya, dari total waktu 2 jam, pemateri/pembicara diberikan kesempatan untuk menyampaikan dengan metode materi selama 1,5 jam, sementara setengah jam berikutnya diisi dengan metode simulasi dan tanya jawab.
  14. Keterangan


  15. Apapun yang perlu ditambahkan sebagai pesan untuk pemateri/pembicara biasanya ditulis di sini. Kebanyakan berupa harapan-harapan mengenai teknis saat cuap-cuap. Kadang disebutkan juga peralatan-peralatan (apakah disediakan oleh panitia atau disarankan pemateri/pembicara yang bawa?) yang menunjang penyampaian materi.

Cukup membantu? Selamat bikin TOR buat para panitia!!! Ups… Pemimpin rapatnya curiga… Udah dulu, ah…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.


Sumber:
http://karafuruworld.wordpress.com/2008/06/22/8/


Moga sudah jelas, dan tidak bingung lagi ketika anda harus ditugaskan untuk membuat Sumber:
http://karafuruworld.wordpress.com/2008/06/22/8/ ( Terms Of Reference ). Moga anda sukses selalu.