Jamu merupakan ramuan tradisional yang sangat umum ditemukan di Indonesia, yang digunakan baik sebagai tambahan/ suplemen sehari-hari maupun sebagai "obat" untuk berbagai macam penyakit. Khusus bagi golongan masyarakat menengah-bawah, jamu masih kerap menjadi pilihan pertama untuk mengatasi gangguan kesehatan sehari-hari.
Tidak semua jamu-jamuan di Indonesia masuk ke dalam daftar Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Jamu gendong, misalnya, yang pembuatannya dilakukan langsung oleh si penjual jamu dengan ilmu yang turun-temurun. Akan tetapi, banyak pula jamu-jamuan yang masuk ke dalam daftar Badan POM dan Depkes serta memiliki nomor registrasi resmi.
Sayangnya, ada juga jamu-jamuan yang pada bungkus luarnya tertera nomor registrasi Badan POM dan Depkes, tetapi ternyata—setelah ditelusuri lebih lanjut—palsu. Padahal, masyarakat sulit untuk mengecek apakah nomor Badan POM tersebut asli atau karangan belaka. Inilah yang membahayakan sebab kita tidak pernah tahu apa saja bahan-bahan yang terkandung dalam jamu-jamuan tersebut.
Kompas edisi Kamis, 14 Desember 2006, menurunkan tulisan berjudul "Cara Bijak Pilih Obat Tradisional" . Di dalamnya dibahas mengenai adanya 93 jenis jamu yang mengandung obat keras. Bahan-bahan obat keras tersebut di antaranya fenibutason, metampiron, CTM, piroksikam, deksametason, allupurinol, sildenafii sitrat, sibutramin hidroklorida, dan parasetamol.
Hampir semua bahan tersebut dapat menyebabkan efek samping langsung terhadap lapisan sel pelindung pada lambung (mukosa lambung), yaitu peptic ulcer (borok pada dinding
mukosa lambung). Peptic ulcer, merupakan penyebab utama bocor lambung (± 70 persen) selain keganasan/kanker pada lambung (± 30 persen). Masyarakat pada umumnya mengetahui penyakit peptic ulcer sebagai penyakit mag. Pengobatan yang tidak adekuat akan mengakibatkan komplikasi lebih lanjut berupa perdarahan lambung, keganasan dan
akhirnya bocor lambung.
Penyebab tersering dari peptic ulcer adalah produksi asam lambung yang berlebih, obat-obatan, serta infeksi Helicobacter pylori, sejenis bakteri tahan asam yang memiliki sifat khusus dapat memproduksi enzim urease yang dapat mengubah derajat keasarnan di dalam lambung menjadi suasana basa. Dengan demlkian, bakteri itu dapat hidup dan berkembang biak di dalam mukosa lambung.
Produksi asam lambung berlebih dapat disebabkan oleh faktor stres dan rokok, sedangkan infeksi H.Pylori dapat dieradikasi dengan obat-obatan tertentu sehingga pameo saat ini berubah dari no acid, no ulcer (1910) menjadi no H.Pylori, no ulcer (1989).
Obat-obatan yang paling sering menyebabkan peptic ulcer adalah golongan anti-inflamasi non-steroid (misalnya, paracetamol, fenilbutason, metampiron), serta golongan obat-obat steroid (misalnya, prednison,deksametason) . Semua hal di atas menjadi penyebab utama terjadinya kebocoran lambung yang belakangan ini meningkat tajam insidensinya di rumah sakit-rumah sakit di Indonesia.
Bukan obat-obatan Jamu-jamuan sebenarnya dimasukkan ke dalam golongan suplemen makanan, bukan obat-obatan, yang dibuat dari bahan-bahan alami berupa bagian dari
tumbuhan, seperti akar-akaran, daun-daunan, dan kulit batang. Ada juga yang menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya. Efeknya juga tidak akan langsung dirasakan oleh peminumnya. Karena sifatnya berupa suplemen, jika ada jamu yang efeknya "cespleng", justru harus dicurigai mengandung bahan obat-obatan kimia tertentu.
Dalam tahun ini, kejadian pasien dengan bocor lambung (perforasi gastef) meningkat drastis. Di RS Hasan Sadikin, Bandung, kasus pasien dengan bocor lambung pada tahun
2005 sejumlah 26 orang, tahun 2006 sejumlah 38 orang, dan 2007 dari Januari hingga Juli (6 bulan) saja terdapat peningkatan menjadi 53 pasien.
Insidensi ini tampaknya akan meningkat terus. Hal ini serupa dengan penelitian di RS Immanuel, Bandung, di mana kasusnya pada tahun 2006 tidak lebih dari 10 orang,
tetapi dalam enam bulan terakhir (Januari-Juli 2007) kasusnya mencapai 40 orang dan cenderung bertambah. Mayoritas kasusnya adalah pria (77 persen), yang sesuai dengan insidensi populasi di seluruh dunia. Usia terbanyak berada di kisaran 50-70 tahun, dengan usia penderita termuda 22 tahun, dan tertua 80 tahun (rata-rata 60 tahun).
Hal yang menarik mengenai kasus-kasus bocor lambung di kedua rumah sakit pendidikan di Bandung tersebut adalah seluruh penderita adalah pengonsumsi jamu-jamuan kronis (menahun) akibat penyakit rematik, nyeri kepala, flu, dan sebagainya. Kebanyakan penderita membeli jamu-jamu tersebut dari warung-warung jamu dan bukan dari produsen yang terpercaya.
Hubungan langsung antara konsumsi jamu-jamuan "gelap" ini dengan peningkatan kasus bocor lambung yang sangat drastis memang belum jelas terbukti. Namun, dari hasil
pemeriksaan patologi anatomi (pemeriksaan jaringan di sekifar dinding lambung yang bocor) menunjukkan tidak adanya kuman H.pylori yang merupakan penyebab paling banyak borok dinding mukosa lambung, maupun adanya keganasan/tumor pada mukosa lambung penderita.
Hal ini yang menimbulkan suatu hipotesis penyebab lainnya, yaitu konsumsi obat-obat yang dapat mengiritasi mukosa lambung. Salah satunya adalah jamu-jamuan, yang menurut Badan POM dicampur dengan obat-obat kimia keras.
Beberapa gejala Penderita dengan perforasi gaster umumnya datang dengan keluhan nyeri perut mendadak dan sangat hebat dirasakan di perut bagian atas (ulu hati, mirip gejala penyakit mag), wajah pucat, keringat dingin, napas pendek-pendek,
demam, dan muntah-muntah, khususnya pa-da jam-jam pertama setelah kebocoran terjadi.
Setelah beberapa jam, penderita biasanya tampak lebih baik, nyeri berkurang, muntah-muntah berhenti, suhu dan nadi normal, bahkan penderita bisa tidur. Namun, justru pada periode "intermediate' inilah waktu yang paling baik untuk dilakukan tindakan segera berupa operasi/pembedahan sehingga diagnosis penderita harus dilakukan dengan cepat dan benar.
Pada periode lanjut (lebih dari 12 jam setelah kebocoran lambung terjadi), pasien akan memburuk dengan cepat dan mulai masuk ke dalam keadaan peritonitis (peradangan hebat pada rongga perut) dan sepsis (infeksi hebat. Racun/toksin bakteri sudah menyebar ke seluruh tubuh) akibat kontaminasi rongga perut oleh asam lambung dan isi lambung lainnya, berupa sisa makanan dan enzim-enzim pencernaan.
Jika penderita baru ditangani pada periode lanjut ini, atau bahkan lebih lama, prognosis (kemungkinan yang terjadi pada penderita) pada pasien tersebut akan menjadi lebih buruk. Apalagi diperberat lagi dengan faktor usia penderita yang umumnya sudah lanjut, serta penyakitpenyakit usia lanjut lainnya.
Penanganan penderita yang sudah didiagnosis sebagai perforasi gaster adalah penanganan secara pembedahan karena kebocoran tersebut harus dicari dan ditutup
oleh ahli bedah yang bersangkutan. Umumnya, jika penderita datang pada periode-periode awal penyakitnya, pasien dapat sembuh sempurna dalam waktu 7-10 hari.
Namun, penelitian di RS Immanuel pada enam bulan terakhir menunjukkan 57 persen saja penderita dengan perbaikan atau sembuh sempurna, 22 persen meninggal dunia, sisanya dibawa pulang paksa oleh keluarga atau hal lainnya. Pada kasus penderita yang meninggal dunia, 89 persen akibat menolak dioperasi atau keadaannya yang sudah sangat berat sehingga tidak mungkin lagi untuk dilakukan pembiusan. Hal ini menunjukkan bahwa level of patient awareness (tingkat kesadaran) masyarakat kita masih sangat rendah untuk kasus ini, apalagi jika dokter yang pertama menanganinya juga kurang aware terhadap penyakit ini.
Manajemen paling baik untuk penderita perforasi gaster adalah pencegahan. Sebab, jika kebocoran lambung sudah terjadi, penanganannya akan menghabiskan
banyak biaya kesehatan yang harus ditanggung oleh pasien, keluarga, rumah sakit, dan ujungnya adalah negara kita. Untuk itu, perlu
dilakukan penelitian lebih lanjut tentang hubungan langsung konsumsi jamu-jamuan "gelap" dengan penyakit bocor lambung pada penderita.
DR ROYS A PANGAYOMAN SPB
Dosen Fakidtas Kedokteran Universitas Krisfen Maranatha Bandung
Demikian semoga bermanfaat.
Salam Hangat,
Dr. Liza Communications
Be Healthy With Herbs
Kompas, 7 Sept 2007
Kamis, 04 Februari 2010
ISTRI YANG SEMPURNA
Bagi para bujang yang belum menikah atau belum mempunyai istri, nasehat-nasehat berikut ini sangat penting untuk dicamkan. Jangankan bagi yang belum menikah, bagi yang sudah menikahpun, rasanya nasehat ini masih sangat relevan.
Ada lima point isi nasehat itu, jangan terlewatkan satupun dari kelima nasehat tersebut. Kelima nasehat itu adalah:
(Dikutip dari milis tetangga)
Ada lima point isi nasehat itu, jangan terlewatkan satupun dari kelima nasehat tersebut. Kelima nasehat itu adalah:
- Seorang Istri yang cantik, pintar bersolek, memasak dan mengurus rumah adalah hal yang penting.
- Seorang Istri yang periang, enerjik, dapat membuat kita tertawa dan menghibur di kala susah juga penting.
- Seorang Istri yang pengertian,saleh, jujur taat beribadah dan dapat dipercaya sangatlah penting.
- Seorang Istri yang dapat memahami dan memuaskan anda secara lahir bathin dan di tempat tidur juga sangatlah penting.
- Tapi yang PALING PENTING adalah, keempat istri-istri tersebut di atas tidak saling mengenal satu sama lainnya.
(Dikutip dari milis tetangga)
Rabu, 03 Februari 2010
Ustadz Saiful Islam
" Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (DPW PKS) Jawa Barat memberikan penjelasan tentang keputusan pemecatan terhadap kadernya yang juga mubalig, Saiful Islam, Lc. Pemecatan itu bukan karena masalah setoran kepada partai, melainkan karena yang bersangkutan tidak mematuhi kebijakan partai."
Itulah sepenggal berita yang dimuat dalam Era Muslim. Di sini saya hanya ingin mengambil pelajaran dari peristiwa itu. Sebuah pelajaran yang sangat berharga bila dibiarkan tanpa ada ibroh yang diambil.
Dalam sunnah dakwah, para aktivis dakwah pasti tahu, bahwa tsabat dalam dakwah bukan hal yang mudah. Karena ada awaiq yang mesti dilewati. Awaiq itu bisa kehidupan yang sulit, seperti kekurangan makan, hidup sulit, hidup di balik jeruji besi, dan perbagai kehidupan sulit lainnya. Sejarah telah menulis lengkap berbagai peristiwa tentang kondisi ini. Mulai dari Rasulullah, para nabi, sahabat dan para pejuang dakwah lainnya. Justru kebanyakan para mujahid dakwah banyak yang mampu melewati kondisi ini dengan baik.
Namun ujian dalam jaland dakwah tidak selamanya hidup sulit, tapi sebaliknya hidup dalam kondisi kecukupan, bahkan berlebih. Harta berlimpah, jabatan ditangan, istri cantik dan lain sebagainya juga merupakan ujian. Justru banyak diantara para pemimpin dakwah jatuh dari jalan dakwah dalam kondisi ini.
Yang mungkin juga menjadi kerikil yang menjadikan seseorang jatuh juga dalam jalan dakwah adalah "syuhroh" atau populeritas. Karena biasanya populeritas menjadikan seseorang merasa lebih dari teman-teman yang lain. Merasa tidak perlu dukungan teman-temannya sesama aktivis. Penyakit ini biasanya menjangkiti para tokoh dan orang-orang yang beken.
Kita tidak tahu secara pasti yang dialami oleh Ustadz Saiful Islam. Yang jelas, jalan panjang dakwah harus bisa kita lalui. Yang dialami oleh Ustadz kita, bisa terjadi pada kita. Moga kita tetap istiqomah dalam jalan dakwah. Pelajaran yang baik sekali yang bisa kita ambil adalah: Kam Minna laisa Fiina, wa kam fiina laisa minna. wama taufiqie illa billah.
Itulah sepenggal berita yang dimuat dalam Era Muslim. Di sini saya hanya ingin mengambil pelajaran dari peristiwa itu. Sebuah pelajaran yang sangat berharga bila dibiarkan tanpa ada ibroh yang diambil.
Dalam sunnah dakwah, para aktivis dakwah pasti tahu, bahwa tsabat dalam dakwah bukan hal yang mudah. Karena ada awaiq yang mesti dilewati. Awaiq itu bisa kehidupan yang sulit, seperti kekurangan makan, hidup sulit, hidup di balik jeruji besi, dan perbagai kehidupan sulit lainnya. Sejarah telah menulis lengkap berbagai peristiwa tentang kondisi ini. Mulai dari Rasulullah, para nabi, sahabat dan para pejuang dakwah lainnya. Justru kebanyakan para mujahid dakwah banyak yang mampu melewati kondisi ini dengan baik.
Namun ujian dalam jaland dakwah tidak selamanya hidup sulit, tapi sebaliknya hidup dalam kondisi kecukupan, bahkan berlebih. Harta berlimpah, jabatan ditangan, istri cantik dan lain sebagainya juga merupakan ujian. Justru banyak diantara para pemimpin dakwah jatuh dari jalan dakwah dalam kondisi ini.
Yang mungkin juga menjadi kerikil yang menjadikan seseorang jatuh juga dalam jalan dakwah adalah "syuhroh" atau populeritas. Karena biasanya populeritas menjadikan seseorang merasa lebih dari teman-teman yang lain. Merasa tidak perlu dukungan teman-temannya sesama aktivis. Penyakit ini biasanya menjangkiti para tokoh dan orang-orang yang beken.
Kita tidak tahu secara pasti yang dialami oleh Ustadz Saiful Islam. Yang jelas, jalan panjang dakwah harus bisa kita lalui. Yang dialami oleh Ustadz kita, bisa terjadi pada kita. Moga kita tetap istiqomah dalam jalan dakwah. Pelajaran yang baik sekali yang bisa kita ambil adalah: Kam Minna laisa Fiina, wa kam fiina laisa minna. wama taufiqie illa billah.
Peluang Dosen
Universitas Islam Indonesia Yogyakarata, membuka kesempatan bagi rekan-rekan yang berminat meniti karier di bidang akademik. Kali ini Universitas Islam Indonesia membuka lowongan dosen tetap untuk 15 program studi.
Akuntansi, Manajemen, Ilmu Hukum, Arsitektur, Teknik Lingkungan,Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Teknik Elektro,Teknik Mesin, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Dokter, Ekonomi Islam, Hukum Islam dan Pendidikan Agama Islam.
Diutamakan untuk lulusan S2/S3, namun SANGAT TERBUKA peluang untuk lulusan S1.
Pendaftaran dibuka 1 - 25 Februari 2010. Pengumuman lolos administratid tanggal 4 Maret 2010. Ujian seleksi dimulai 8 Maret 2010. Masa kerja dimulai 1 April 2010.
Info lebih lanjut, serta formulir pendaftaran dan kelengkapan lainnya dapat dilihat di website:
Atau download berkas-berkasnya Di Bawah Ini:
Akuntansi, Manajemen, Ilmu Hukum, Arsitektur, Teknik Lingkungan,Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Teknik Elektro,Teknik Mesin, Ilmu Komunikasi, Pendidikan Dokter, Ekonomi Islam, Hukum Islam dan Pendidikan Agama Islam.
Diutamakan untuk lulusan S2/S3, namun SANGAT TERBUKA peluang untuk lulusan S1.
Pendaftaran dibuka 1 - 25 Februari 2010. Pengumuman lolos administratid tanggal 4 Maret 2010. Ujian seleksi dimulai 8 Maret 2010. Masa kerja dimulai 1 April 2010.
Info lebih lanjut, serta formulir pendaftaran dan kelengkapan lainnya dapat dilihat di website:
UII
Atau download berkas-berkasnya Di Bawah Ini:
Persyaratan
Formulir Pendaftaran
Curiculum Vitae
Surat Pernyataan
Rekomendasi Dosen Senior
Langganan:
Postingan (Atom)