Senin, 01 Juni 2009

Di balik Film ayat-ayat cinta

Published by: Masturi's Weblog in 2008:

Film Ayat-Ayat Cinta (AAC) yang merupakan kelanjutan dari Novel Ayat-Ayat Cinta adalah fenomena baru industri perfilman Indonesia. Dalam minggu pertama pemutarannya di bioskop, film garapan Hanung Bramantyo tersebut mendapat sambutan luar biasa dari berbagai kalangan masyarakat, terutama kaum remaja.
Bahkan, perempuan berjilbab yang jauh dari dunia hiburan selama ini
menyempatkan diri untuk menikmati film romantis tersebut. MD Pictures
menggandakan pita film itu hingga 100 kopi. Itu angka yang fantastis
mengingat film Indonesia lain hanya dicetak 10-20 kopi, sementara film
Hollywood 65-70 kopi! Sungguh luar biasa.

Di sini penulis bukan ingin menyoroti Film Ayat-Ayat Cinta, atau Hanung Bramantyo, atau Novel Ayat-Ayat Cinta, tapi hanya ingin menyoroti penulis dari Novel Ayat-Ayat Cinta, Habiburrohman Syirozy. Habiburrohman Syirozy (Kang Abik), luar biasa. Subhanallah.

Seorang Habib bukan lahir sendiri, tapi lahir dari sentuhan semua pihak di Kairo dan Indonesia. Saya tidak bisa menyebutkan satu persatu, tapi bisa ceritakan beberapa pihak yang membesarkan Saudara Habib. Selain memang pribadi seorang Habib punya dedikasi luarbiasa untuk maju, mengukir prestasi, dan memberikan sumbangsih yang berharga buat bangsa kita tercinta.

Peran KBRI Cairo

Yang tidak bisa dikecilkan oleh pihak manapun juga dalam membesarkan seorang Habib dan Habib-Habib yang lain yang sudah keluar dari Cairo atau sedang menimba ilmu di Cairo adalah peran Bapak-Bapak pejabat KBRI Cairo baik Home Staff maupun lokal Staff, terutama Bapak-Bapak Duta yang pernah menjabat. Saya tahu persis bagaimana kenakalan mahasiswa terhadap KBRI dan Bapak-Bapak yang pernah menjabat di sana, karena saya juga seorang mahasiswa yang tidak sebentar hidup di Mesir. Saya tahu persis bagaimana Mahasiswa mengadakan demonstrasi menghujat KBRI, bagaimana sebagian mahasiswa mengancam sebagian pejabat KBRI dengan berbagai ancaman, bahkan sampai ada yang kena pukulan, memboikot untuk tidak ikut taraweh di masjid KBRI, tidak ikut pemilu, tidak ikut upacara 17 Agustusan, hujatan terhadap KBRI dalam masalah temus yang hampir setiap tahun bisa dipastikan ada masalah dan lain-lain.
Namun semua itu tidak menjadikan mereka sakit hati, apalagi dendam kemudian mempersulit Masyarakat dan Mahasiswa. Realita seakan mengatakan mereka adalah anak-anak bangsa, saat ini tengah mencari identitas diri, memerlukan bimbingan, sentuhan kasih sayang dan perhatian. Sikap dan tindakan Bapak-Bapak itu seakan merasa tertantang agar bisa membina menjadi anak-anak Bangsa yang kreatif yang akan memajukan bangsa dan Negara di masa yang akan datang.
Datangnya para tokoh-tokoh nasional ke Cairo untuk memberikan kontribusi, informasi perkembangan, bimbingan, arahan dan harapan tidak lepas dari peran KBRI. Karena hampir semua para tokoh tersebut atas restu, izin bahkan sponsor KBRI. Tidak mungkin disebutkan satu persatu, tokoh agama, tokoh ormas, tokoh politik, jurnalis, bahkan seniman, peragawati dan bahkan bintang film. Sehingga dinamika kehidupan intelektual, motivasi dan militansi mahasiswa terarah dan untuk kemajuan bangsa.

Peran Persatuan Pelajar Dan Mahasiswa Indonesia (PPMI), Mesir

Organisasi induk semua pelajar dan mahasiswa Indonesia di negeri Kinanah. Peran organisasi induk ini tidak bisa dikecilkan dalam membesarkan seorang Habib dan Habib yang lain. Bahkan bisa dibilang, semua mahasiswa telah berhutang jasa kepada organisasi induk ini. Hanya orang-orang yang tidak tahu terima kasih yang mengingkari peran yang dilakukan. Sebenarnya organisasi ini tidak mudah melakukan perannya. Peran Stabilisator antar semua kelompok yang ada di tengah mahasiswa Indonesia di Mesir, komunikator antara Mahasiswa dan KBRI, yang tidak jarang sebagian mahasiswa melakukan “kenakalan”, dan tidak jarang pula KBRI bertindak sebagai layaknya seorang “Penguasa” yang merasa memiliki kekuasaan, sehingga kadang mengabaikan etika demokrasi. Komunikator antara Mahasiswa dengan Pihak Intelejen Mesir yang sering terjadi kesalah pahaman antara Mahasiswa dengan orang-orang lapangan mereka. Begitu pula mediator dengan berbagai pihak bila terjadi pertikaian. Peran sebagai stabilisator, komunikator dan mediator, bukanlah pekerjaan mudah, selain memeras fisik, juga memeras pikiran dan perasaan. Tidak jarang ketua PPMI diintimidasi dan menjadi bulan-bulanan Mahasiswa dan Penguasa (baca: KBRI). Tapi para pengurus itu dengan ikhlas tanpa imbalan dan pamrih mereka tetap bekerja menjalankan organisasi non profit itu.

Peran Forum Lingkar Pena Mesir

Bersama Fera Andriani dan teman-temannya Habib merintis dan mendirikan FLP. Sebelum orang lain, tentu Habib dan Fera sendiri yang mengambil manfaatnya . Dengan komunikasi, bimbingan dan sentuhan FLP Pusat bakat Habib, Fera dan para aktifis FLP yang lain terasah, terasuh dan terarah. Dan tidak bisa dianggap kecil peran Mbak Helvy Tiana Rosa, pendiri FLP dalam memoles bakat-bakat tersebut.

Pak Ahmadun Yosy Herfanda dan KSI-nya

Pak Ahmadun Yossy Herfanda pimpinan Komunitas Sastra Indonesia (KSI) yang juga Redaktur harian Republika ( saat jadi Pemred), memiliki peran tersendiri terhadap berkembangnya bakat Habib. Di sini sentuhan tangan hati dan perasaan seni Pak Ahmadun memupuk potensi seorang Habib. Bersama redaktur Pelaksana Republika Pak Irwan Kelana dan Mbak Helvy Tiana Rosa membuat pelatihan menulis di Cairo, kemudian memupuk dan mengarahkan para penulis muda termasuk Habib. Pelatihan penulisan ini sampai sekarang menjadi agenda rutin KBRI, ICMI, FLP Mesir. Kehadiran Habib ke kontes sastra International di Malaysia beberapa tahun yang silam juga atas rekomendasi dari Komunitas Sastra Indonesia.

Peran Organisasi-organisasi

Tidak bisa juga dilewatkan organisasis-organisasi tempat Habib beraktifitas seperti Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Orsat Mesir, Organisasi MA PK Surakarta di Mesir (MISYKATI), Kelompok Study Walisongo (KSW), Pimpinan Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCI-NU) Mesir, Pesantren Virtual yang Habib menjadi salah seorang anggota dewan asatidznya dan lain-lainnya juga punya peran yang berarti bagi kemajuan Habib dan Habib-Habib yang lain.

Republika

Peran Republika tidak bisa dikecilkan dalam mengasah, mengasuh, dan mengembangkan bakat seorang Habib. Melalui Republika, tulisan-tulisan Habib diorbitkan. Dan bakat-bakat penulis Muda Mesir dikembangkan.

Begitu juga teman-teman dan semua pihak yang berinteraksi dengan Habib. Semua memiliki peran yang tidak kecil

Di sini penulis bukan ingin mengungkit jasa orang-orang tersebut, tapi ingin ikut mengapresiasi jasa-jasa mereka kepada masyarakat banyak yang Habib salah seorang dari anggota masyarakat itu. Juga bukan untuk mewakili Habib mengucapkan terima kasih kepada mereka, karena Habib pasti sudah melakukan itu, dan saya tahu Habib bukan orang yang melupkan kebaikan dan jasa orang lain kepadanya. Yang penulis ingin sampaikan:

Pertama, bahwa mereka semua punya peran membina, dan membesarkan Habib Syirozy dan Habib-Habib yang lain. KBRI, PPMI, FLP, KSI, ICMI, KSW, MISYKATY, Pesantren Virtual dan semua anggota masyarakat yang Habib pernah berinteraksi dengan mereka, semua punya peran yang tidak kecil.
Kedua, ternyata besarnya seorang Habib bisa diadakan, ia bisa besar dan mengukir prestasi ternyata harus dilakukan oleh semua elemen masyarakat. Merujuk ke sini, maka sebenarnya bisa dilahirkan puluhan, ratusan, ribuan dan bahkan jutaan Habib-Habib yang lain dalam semua disiplin ilmu dan lini kehidupan di negeri ini. Bangsa kita punya bakat untuk menjadi bangsa yang besar, maju dan berkembang. Ketika kita menyaksikan adanya kekerdilan pada bangsa ini, karena sebagian kelompok masyarakat negeri ini memang sengaja mengerdilkannya, dan mereka mengambil keuntungan materi atau non materi dari kerdilnya bangsa sendiri.

Moga kesadaran bisa menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk peduli dengan lingkungannya, sehingga sentuhan-sentuhan mereka menjadi asset bangsa di masa yang akan datang. Lebih dari itu menjadi simpanan amal kebaikan di akhirat kelak.

Masturi Istamar Suhadi Usman
Anggota FLP, Cabang Pakistan

http://ekspresiperenungan.blogspot.com

Perlu Kehadiranmu

Published by: Masturi's Weblog in 2007

Tanggaung jawab suami, menjadi nahkoda bahtera rumah tangga agar berlabuh di pelabuhan kedamaian dan kesejahteraan.


Nahkoda yang baik akan berusaha untuk mengarahkan bahteranya ke arah yang baik sesuai dengan petunjuk mercusuar, dan menghindarkannya dari berbgai hal yang membahayakan. Nahkoda yang bijak tidak akan berpetualang hanya untuk menguji kelihaiannya dalam mengendalikan kapal, atau menguji kehebatan dan kekuatan kapalnya.....

Dia mestinya menyadari sepenuhnya, tidak usah berpetualang pasti suatu saat badai akan datang. Tidak usah menguji kehebatan diri mengendalikan kapal, karena suatu saat kelihaiannya pasti akan dibutuhkan. Tidak usah menguji kapal dengan menyerempetkannya ke batu karang karena suatu saat halang rintang harus dilalui.
Justru yang harus dilakukan adalah mempersiapkan dirinya agar kepandaiannya mengendalikan bahtera semakin meningkat. Terus memperhatikan dan merawat kapalnya dengan baik, jangan sampai karatan dan bocor, atau mesinnya mogok karena diacuhkan.
Itulah tanggung jawab sang nahkoda.
Sebagian besar para suami menyangka, tanggung jawabnya sebatas memenuhi kebutuhan materi anak dan istrinya. Bila hal itu sudah dilakukan, seolah-olah dia telah menyelesaikan tanggung jawabnya. Selanjutnya pusa dan bisa tidur dengan nyenyak.
Padahal tanggung jawab seorang suami dalam rumah tangga adalah harus hadir bersama mereka, turut merasakan apa yang mereka rasakan kala suka dan duka. Ikut bersedih bila ada salah satu anggota keluarganya ada yang sedang sedih, mengucapkan selamat bila ada anggota keluarganya yang mendapatkan nikmat.
Banyak kasus yang terjadi di masyarakat, sang anak punya masalah disekolahnya atau di tempat bermainnya, sang bapak tidak tahu.
Sang anak ingin berusaha mengadukan perihaldirinyakepada ayahnya, tapi sang ayah menyuruhnya untuk berbicara saja sama ibunya, kerena ia sudah banyak masalah yang harus dihadapi di kantor dan tempat kerjanya. “ Sudahlah, selesaikan masalahmu dengan mamamu sana, Papa khan banyak yang perlu dipikirkan. Yang penting kebutuhanmu sudah papa penuhi semua.” Ungkapan tadi sudah menjadi keseharian yang sering kita dengar di masyarakat.
Kala anaknya mendapatkan prestasi, ia tidak berbuat apa-apa,walau hanya mengucapkan selamat. Bahkan tidak sedikit yang mendengar prestasi anaknya dari orang lain.
Begitu juga yang dialami oleh sang istri. Ia hanya dipenuhi materinya, namun tidak pernah didengar keluh kesahnya.
“ Ma, untuk masalah ekonomi Papa yang tanggung jawab, masalah rumah dan anak-anak mama yang ngurus,Ok. Nanti papa belikan mobil untuk Mama, biar mudah dalam mengurus dan antar jemput anak-anak pulang pergi sekolah.”
Yang terjadi berikutnya sang istri letih secara fisik, yang lebih berat lagi letih secara psyches dan tidak tahu ke mana akan mengadu.
Realitanya ia punya suami tempat berbagi suka dan duka, namun seolah-olah tidak pernah hadir dalam hati dan perasaannya.
Bila logikanya dibalik, mungkin akan lebih adil, sang istri yang mencari uang dan suami diminta untuk mengurus rumah dan anak-anak. Yakinlah, ternyata yang dirasakan olah istri jauh lebih berat.
Bila anda tidak percaya silahkan coba. Di saat hari libur dari pekerjaan anda, ambillah satu hari saja, anda sebagai suami yang mengambil alih pekerjaan istri di rumah, biarkan istri anda untuk pergi ke mana saja seharian yang penting tidak ada di rumah. Saya yakin rumah anda bukan menjadi rumah lagi. Ia akan berobah menjadi kapal pecah, atau sarangnya kucing beranak. Dan anak-anak sudah berobah seakan-akan menjadi anak-anak yatim yang sudah lama ibunya meninggal. Cobalah biar anda yakin.
Ternyata tugas istri sangat berat. Banyak keluhan yang harus anda dengarkan, banyak beban batin yang harus anda bantu meringankannya.
Kehadiran anda secara utuh sangat diperlukan. Anda tidak hanya cukup hanya mecari maisyah (baca: nafkah) tapi anda harus mendampingi Aisyah (baca : istri) yang di rumah.
Wahai para suami, cobalah teliti dan tengok diri anda, sudahkah anda hadir di tengah-tengah keluaga anda, ataukah anda hanya hadir secara fisik tapi ditengah-tengah mereka. Namun sebenarnya anda tidak pernah mengisi hati dan perasaan mereka???
Segeralah hadir bersama mereka dalam fisik dan perasaan mereka, sebelum terlambat. Sebelum nasi menjadi bubur. Buatlah setiap saat seolah-olah istri anda berteriak selalu,” Aku butuh kehadiranmu wahai suamiku.”

Bukan Begini Mendidik anak


Wah anak saya sudah saya usahakan makanan yang enak, dan memkai pakaian yang bagus. Jawaban yang sering dilontarkan oleh para orangtua ketika ditanya,” Suahkah anda mendidik anak anda???”


Makan enak, baju bagus, tempat tinggal nyaman, mainan yang mahal saat ini identik dengan pendidikan anak. Padahal pendidikan anak adalah membentuk kepribadian, memperhatikan perkembangan segala gerak-gerik mereka dan mengajarkan berbagai hal yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat.
Tidak sedikit seorang ayah yang mengatakan,” Aku sudah kerja siang malam agar gizi makan anak saya terjamin dan pendidikan mereka terjaga.” Padahal mereka jarang sekali berjumpa dengan anak-anak kecuali anak-anak itu sudah tidur.
Bagaimana tidak??? Para ayah berangkat pagi-pagi sebelum anak bangun tidur, dan pulang dari kerja sementara anak sudah tertidur pulas. Sang ayah tidak pernah menanyakan kepada anaknya,:.....
Apakah sudah melaksanakan tugasnya sebagai seorang makhluq terhadap Penciptanya???
Apakah sudah melaksanakan tugasnya sebagai seorang anak terhadap orang tuanya???
Apakah mereka jujur ataukah suka berbohong???
Apa yang dibaca anaknya, apa yang dia dengar, dikonsumsi, apa yang dipelajari tidak pernah dipedulikan.
Dan berbagai pertanyaan lainnya yang berhubungan dengan arti pendidikan yang sebenarnya.
Begitu juga dengan sang ibu. Tidak sedikit dari para ibu yang mengatakan:
„ Hari ini aku sudah membelikan makanan enak untuk anakku.“
„ Masakan ku hari ini, makanan favorit kesukaan anakku lho.“
„ Minuman es buah ini sengaja kubuat untuk anakku, karena ia sangat menyukainya.“

Padahal seharian sang ibu sibuk di dapur dan tidak pernah menanyakan kepada anak-anak mereka sepulang dari sekolah, kampus, Club dan lain sebagainya.
Sementara, sang anak dibiarkan seharian duduk di depan TV, internet, atau video. Dia tidak pernah tahu apa yang disaksikan di TV, internet dan video. Hanya sekedar agar anak tidak mengganggunya beraktivitas di dapur dan membereskan rumah.
Padahal ia sudah membiarkan membiarkan anaknya menuju kehancuran.
Tidak sedikit seorang ibu yang ditanya oleh suaminya yang pulang kerja untuk mengetahui perkembangan anaknya. Sebab ibu lebih banyak di rumah bersama anak dibandingkan sang ayah. Karena ia tidak tahu sebenarnya tentang perkembangan anaknya, tidak jarang para ibu yang berbohong kepada suaminya.“ Ah, syukurlah, anak kita baik-baik saja.“ Padahal ia tidak tahu sama sekali tentang anaknya.
Bukan yang begini namanya pendidikan !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Islamabad, 22 April 2007

Masturi Istamar Suhadi Usman
http://ekspresiperenungan.blogspot.com

Sisa-sisa kerusuhan Pakistan

Published by Masturi's Weblog in: 1.01.08

Sumber: http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=6088&Itemid=1


Hidayatullah.com, Selasa, 01 Januari 2008

Dampak kerusuhan Pakistan tak sedikit menelan korban harta dan nyawa. Kerusuhan meluas bahkan hampir mencapai perbatasan Afghan dan Kasmir


Senin ini hampir seminggu masa berkabung Benazir Bhuto di Rawalpindi saat mengadakan kampanye pemilu Pakistan yang sedianya diadakan pada tanggal 8 Januari 2008.

Banyak peristiwa yang terjadi pasca kerusuhan. Korban harta dan nyawa tidak terhindarkan di beberapa kawasan. Di bawah ini, adalah sisa-sisa kerusuhan Pakistan yang berhasil dihimpun koresponden www.hidayatullah.com Masturi Istamar Suhadi Usman langsung dari Pakistan. Setidaknya, kerusuhan meluas mencapai 13 propinsi dan hampir mencapai perbatasan Afghanistan dan Kashmir. Di bawah ini rangkumannya.


Di Rawalpindi

Masa berkabung masih terus berlangsung, kerusuhan masih kerusuhan masih melanda seluruh negeri lebih dari 50 orang diberitakan meninggal termasuk aparat kepolisian. banyak yang sock dan puluhan lainnya mengalamai luka-luka.

Di Propinsi Sindh

40 orang diberitakan terbunuh dan lebih dari 57 mengalami luka-luka.Diberitakan oleh Wakil Pejabat daerah Sindh Brigjend. Akhtar Zamin, saat menjawab pertanyaan para wartawaan pasca rapat parlemen daerah Shind yang dipimpin langsung oleh Pejabat Daerah Abdul Qadir Halepta. Hadir dalam kesempatan itu Ketua Pejabat Daerah, Jurubicara Daerah dan Bendahara Daerah.

Ketua Pejabat Daerah mengatakan, terjadi di seluruh daerah Shind 37 kantor polisi diserang oleh massa, 131 bank, 31 pom bensin terbakar, dan kantor-kantor pemerintah menjadi target utama amukan massa.

Di Karachi

Abdul Qadir Halepta mengatakan, 7 pom bensin, 13 bank, 672 kendaraan terbakar, sementara 19 orang meninggal termasuk 2 orang aparat kepolisian dan 37 aparat mengalami luka-luka. Dia juga menyayangkan massa yang mengamuk dan merusak sebagi reaksi spontan terhadap pembunuhan Benazir Bhuto. Kenapa reaksi itu tanpa mempertimbangkan kepentingan umum masyarakat sendiri????.

Menjawab pertanyaan tentang, mulai menipisnya persediaan gandum dan minyak dan tidak beroperasinya kendaraan umum, presiden Musyarraf telah menginstruksikan untuk menurunkan para sniper dan kesatuah brimob untuk melaksanakan patroli keliling di sejumlah kota di daerah Sindh termasuk Sukkur, Khirpur, Jackobabad, Kashmore dan Ghotki untuk mengendalikan suasana.

Militer mulai mengadakan patroli keliling di pedesaan dan daerah-daerah pinggiran kota.

Sekitar 3800 personal diturunkan hanya untuk mengamankan daerah distrik Sukkur, Khairpur. Selain itu dikerahkan tentara juga untuk mengamankan daerah-daerah Rohri, Pano Aqil, Kandhkot, Gambat dan bebarapa daerah lainnya.

Patroli Brimob

Polisi mengumumkan telah menagkap sejumlah aktifis Pakistan People Party (PPP), partainya Benazir Bhuto, 109 orang karena melakukan penyerangan terhadap orang lain, 123 karena pelanggaran hukum berkenaan dengan perusakan terhadap fasilitas umum dan milik pribadi masyarakat.

Pelayanan angkutan dengan kereta api mengalami kemacetan total semenjak terjadi perusakan dan pembakaran terhadap sejumlah gerbong saat massa melampiaskan kemarahan. 20 stasiun kereta api mengalamai kerusakan berat. Berita ini disampaikan oleh pejabat PJKA Mir Mohammad Khaskeli.

Sniper dan Brimob dengan personil lengkapnya diturunkan di kedua kota ini untuk mengamankan selama tiga hari.

Sejumlah sudut kota terlihat lengang sementara beberapa wilayah kota hiruk pikuk oleh demonstrasi.

Beberapa aktivis PPP menyerang beberapa gedung dan melempari aparat kepolisian yang menyemprotkan gas airmata terhadap mereka setelah terjadi kles antara mereka paska pelaksanaan sholat ghoib di Rawalpindi. Polisi menahan beberapa orang demonstran.

Di Islamabad, banyak pom bensin yang tutup, pertokoan dan kantor-kantor pemerintah lebih memilih untuk terus tutup.

Peshawar

3000 orang turun ke jalan mengumandangkan nyanyian yang mengutuk Presiden Musyarraf. Dengan mengenakan pita hitam mereka mengungkapkan kemarahan.

Polisi membubarkan mereka dengan pentungan dan semprotan gas airmata.

Sementara itu puluhan orang juga berkumpul mengadakan demonstrasi di Muzafar Abad dan Azad Jammu dan Kasymir (AJK).

Di Lahore

Personal lengkap sniper diturunkan di kota ini, paska pembunuhan Benazir Bhuto. Pusat perekenomian mengalami kelumpuhan total. Termasuk pusat-pusat perbelanjaan dan mall.

Semua pom gas dan bensin tutup, transportasi berhenti total. Sejumlah kerusuhan terjadi di Kantor Pos Pusat kota Lahore, rambu-rambu lalulintas dirusak, kendaraan-kendaraan pribadi dan pom-pom bahan bakar.

Aparat kepolisan menurunkan pasukannya untuk mengamankan kota. Sehingga bentrokan tidak bisa dihindari. Polisi dilempari dengan batu. Segerombolan aktifis PPP melakukan perusakan di bebarapa tempat setelah mereka melakukan sholat Ghaib yang diadakan di Data Darbar.

Karachi

Tiga pendukung PPP tewas tertembak, 1 orang tewas oleh penembak yang tidak dikenal, dan 2 orang lainnya tertembak oleh aparat. Mereka berusaha untuk menyerang ladang-ladang minyak untuk memperburuk suasana. Demikian aparat kepolisan menjelaskan.

Sementara di tempat lain di Karachi, 2 orang tertembak mati, 7 mengalami sesak nafas dan 13 lainnya mengalami luka-luka dalam kerusuhan yang lain.
Beberapa orang tidak dikenal melakukan pembakaran terhadap pusat penjualan pakaian bekas di MA Jinnah Road di daerah Risalpur. Satu pabrik terbakar di New Karachi dekat Saba Cinema.

Orang-orang tidak dikenal telah membakar 3 gerbong dan 2 pabrik dalam kebakaran yang terjadi di daerah perindustrian. Polisi menangkap 25 orang di subuh hari yang dituduh melakukan kerusuhan di tempat yang berbeda.

Hyderabad

4 orang kehilangan nyawanya dan tiga orang lainnya mengalami luka-luka dalan sebuah kerusuhan di kota itu.

Aparat menurunkan seluruh pasukannya untuk mengamankan kota. 10 kendaraan Pusat Pelayanan Umum Kesehatan Direktorate Sindh terbakar. Kebakaran itu terjadi menuyusul kerusuhan yang dilakukan sekelompok massa yang sedang marah di daerah Wahdat Colony pada Jum'at malam 28 Desember 2007.


Larkana

Toko perhiasan dan sebuah bank dibakar. Seorang pendukung Bhuto tewas kecelakaan yang terjadi dalam iring-irangan mobil di dekat kota. Polisi menemukan 2 orang yang sudag menjadi arang dalam kebakaran sebuah bank yang terjadi pada hari Jum'at.

Kesatuan kepolisan dan militer dikerahkan untuk mengamankan daerah itu.

Multan

Tujuh orang aktifis PPP meninggal karena shock karena tertembaknya Benazir Bhuto. Mereka adalah Muhammad Hussain Balloch, Syed Ijaz Hussain, Muhammad Akram Qureshi, Khadim Hussain, Muhammad Yasin, Annu Khatoon And Fatima Bibi.

Dan lainya melukai dirinya sendiri; mereka itu antara lain Tarik Raza Khan, Gono Pehlwan, Bhuto Patangar dan Shikh Sabir.

Queeta

Ibukota Balochistan mati total, meskipun kendaraan umum masih beroperasi secara normal.

Naushki

Para pengunjuk rasa meneriakkan yel-yel "Death Musharraf", mati untuk Musharraf. Pertokoan tutup dan transportasi umum berhenti total.

Mirpur

Polisi berhasil menggagalkan usaha bom bunuh diri yang akan dilakukan oleh salah seorang aktifis PPP Salaar Shahid Mahmaood Rathore saat berlangsungnya demontrasi yang diadakan gelar oleh aktifis PPP di daerah itu, paska terbunuhnya Bhuto. [M. Istamar Suhadi Usman, Pakistan/www.hidayatullah.com]


Sumber berita:http//hidyatullah.com

Masturi Istamar Suhadi Usman
http://refleksie.blogspot.com