Selasa, 20 Juli 2010

Basyir Menggugat





Basyir, kau kibarkan merah putih malu-malu

Lalu, kau jerat lehermu dengan tambang

Kau memberontak dengan caramu

Asamu telah habis, harapmu sirna

Merah putih jadi saksi

Merah putih meratap tak berdaya

Merah putih robek kebesarannya

Basyir, perlawananmu menggetarkan

Membuka topeng, betapa rapuh kebesaran bangsa

Betapa timpang kesenjangan

Betapa membatu nurani

Betapa beku empati

Basyir, maafkan kami

Tuhan, ampuni kami…

Sunaryo Adhiatmoko

Pengelola sekolah rakyat, Rawa Kalong, Gunungsindur, Bogor





Semua kita tentu merinding, dengan pilihan Muhammad Basyir (11) yang mengakhiri hidup dengan gantung diri di Kios Pasar, kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu pekan lalu. Para tetangga mengenal Basyir sebagai anak yang berbakti. Ia rajin membantu orang tuanya dengan menjual kardus bekas dan ngojek payung, jika musim hujan.

Banyak sebab, kenapa ia mengakhiri hidup di usia belia. Konon, menurut keluarga terdekatnya, kedua orang tua Basyir kerap bertengkar karena tekanan ekonomi. Sebagian, juga mengungkapkan keinginan Basyir yang ingin sekolah, namun tak juga terwujud. Meski, ia pernah mencicipi sekolah SD hingga kelas dua, di kampung halamannya, Aceh.

Di kios tempat Basyir menjemput maut, tampak pemandangan yang menggetarkan. Bocah yang bercita-cita jadi polisi dan dokter itu, memancang Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan di atas atap kios. Ia, seakan meninggalkan tanda agar ada orang menyaksikan, seorang anak manusia begitu mengiba ingin sekolah.

Sayang, sebagian mata kita telah buta, nurani mati, dan negara telah jadi penguasa yang tak berdaya. Basyir mengibarkan merah putih sebagai simbol perlawanan, betapa timpang sistem pendidikan di negeri ini. Semua terlambat, tapi Basyir menyengat, agar tak lagi ada anak bangsa yang jadi tumbal ketidakadilan pendidikan.


Sumber:
http://metro.kompasiana.com/2010/07/17/basyir-menggugat/

Senin, 19 Juli 2010

Minuman Daerah dan Istri Koran


3 orang cowok bujangan ngumpul :
cowok Manado bilang : ..Kitorang Manado selalu minum Extra Jo. Kong ngana di Makassar minum apa ?"
cowok Makassar bilang dgn bangga : .." Kita minum Krating Daeng.."
cowok makassar lalu bertanya ke cowok Ambon : ..: kalo di Ambon minum apa ?"
cowok ambon terdiam beberapa saat , kemudian dengan percaya diri menjawab :..."BETA-DINE" ...


----
Seorang istri melihat suami assyik banget baca koran terbitan sore..dia ngedumel...
"ENAK ..JADI KORAN YAA..TIAP SORE DIPANDAAANG. ..dan DIPEGANGIIIN TERUS..."

Suami menjawab dengan cuek..."ANDAIKAN KORAN INI ISTRIKU...ENAK YA..TIAP HARI GANTI TERUUUUS...! !!

Sang istri ngomel...."Dasar suami gendheeeeng. ..."

Minggu, 06 Juni 2010

Penipuan Dengan Kedok MER-C Dan Bantuan Palestina

Anda mungkin termasuk orang yang menerima sms yang berbunyi seperti ini:

Innalillahi wainna ilaihi roojiun. Baru saja dapat kabar mobil Tim MER-C yang membawa dokter-dokter dari seluruh dunia menuju Palestina dibombardir oleh Israel laknatullah, 19 org mati syahid, insya Allah. 12 org Dokter Tim MER-C blm ditemukan. Mhn doanya dari semua mu’min/mu’minah,"

"YAYASAN MER-C: Rakyat Palestina sangat butuh bantuan. Mari kita sumbang rakyat Palestina. Sumbangan bisa dikirim ke BANK MANDIRI No. Rek. 1300010623505, a/n. Maryuni,"


Ternyata sebuah penipuan. Melalui detik.com , MER-C memberikan pernyataan dan klarifikasinya.

MER-C menegaskan, kedua info dari SMS tersebut adalah info yang menyesatkan. Untuk itu, MER-C mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya dan mengecek terlebih dahulu setiap informasi terkait MER-C ke 021-3159235 atau 0811 99 0176.

Yang
Parahnya, penderitaan orang-orang Palestina dan simpati masyarakat dijadikan kesempatan untuk menipu. Innalillahi wainna ilaihi rojiun.
Semoga anda bisa menyebarkan informasi ini.
Untuk berita detik.com, anda bisa CLIK DI SINI

Sabtu, 05 Juni 2010

UNIW Condemn Isreali attack

The Union of Non-Governmental Organizations of the Islamic (UNIW) condemn Israeli attack in Mavi Marmara ships. The Secretary General Necmi Sadikoglu told this press release to International community. The condemnation as bellow:

Israel’s Banditry should not remain unreturned!


ISTANBUL - Secretary General of the Union of Non-Governmental Organizations of the Islamic (UNIW) Necmi Sadikoglu issued a press statement upon the armed attacks of Israel to the flotilla, which is taking humanitarian aid to Gaza, and called on the Turkish government and international powers to protect the aid flotilla and to stop Israel.

“Israel’s attack on the humanitarian aid ships is inhumane. Israel has once again transgressed the boundaries.” Sadikoglu said and called on the Turkish government, Islamic Countries and international decision-making mechanisms for urgent intervention.

“Israel shed blood in a ship where Turkish flags were displayed. Israel carried out attack on 600 civilians from 50 countries. Israel has lost forever after its attack causing 15 deaths and more than 100 people to get wounded! Israel has made banditry in international waters! It should get its response in the strongest manner.” Sadikoglu said and made the following calls in his statement:


  1. After this event, denouncement decisions give no benefit. International powers should take actual precautions.

  2. Turkish government should take all the necessary actions against this attack on the Turkish citizens and the ship that is carrying the Turkish flag.

  3. International powers should leave their silence against the Israeli interception to the aid flotilla and should immediately intervene in the matter.

  4. The Organization of the Islamic Conference should urgently come together and prepare an urgent action plan.

  5. International public opinion should not stay unreactive against the interception and the prevention of the aid flotilla and should organize wide protests in every scale.

  6. The conscience of the humanity is having one of the most important exams of its history. We are calling on the entire Islamic World and the humanity to take action and say stop to Israel in the face of this situation.


--
--
The Union of NGOs of The Islamic World (The UNIW)

www.theunity.org
info@theunity.org

Link :Click Here