Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2016

Jangan pernah memperlakukan orang lain semena-mena

Sebagai istri saya tentu ingin disayang suami.
Belajar masak, rajin bersih-bersih rumah, berlaku lembut penuh cinta kepada suami, dan berusaha hemat dalam penggunaan uang belanja biar disebut istri cerdas & yang tersayang.

Setiap kali belanja kemanapun, saya pasti ngotot berusaha menawar dagangan dengan harga semurah mungkin. Diskon seribu dua ribu saya kejar, padahal energi yang dikeluarkan untuk tawar-menawar panjang bisa lebih dari itu. Tapi demi disayang suami, saya tetep ngotot. Tak jarang suami yang mengantar mulai tidak sabar & geleng-geleng kepala. Saya sih cuek saja, istri pelitnya ini selalu beralasan sama, kan biar hemat.

Suatu sore setelah lelah keliling pasar, di perjalanan menuju parkiran mobil seorang pedagang tanaman bunga yang berusia sepuh menawarkan dagangannya:

Pedagang: “Neng, beli neng dagangan bapak, bibit bunga mawar 5 pot cuma 25.000 per pot”. Tadinya saya cuek, tapi tiba-tiba teringat pekarangan mungil di rumah yang kosong, wah murah nih pikir saya, cuma 25.000/pot, tapi ah pasti bisa ditawar.

Saya: “Ah mahal banget pak 25.000, udah 10.000/pot,” dengan gaya cuek saya menawar sadis.
Pedagang: “Jangan neng, ini bibit bagus. Bapak jual udah murah, 15.000 aja gimana neng bapak udah sore mau pulang.”
Saya ragu sejenak, memang murah sih. Di toko, bibit bunga mawar paling tidak 45.000 harga 1 pot nya. Tapi bukan saya dong kalau tidak berjuang.
Saya: “Halah udah pak, 10.000 ribu aja 1 kalau gak dikasih ya gak apa-apa,” saya berlagak hendak pergi.
Pedagang: “Eh neng…,” dia ragu sejenak dan menghela nafas. “Ya sudah neng gak apa-apa 10.000, tapi neng ambil semuanya ya, bapak mau pulang udah sore.”
Saya: (Saya bersorak dalam hati. Yeee…menang) “Oke pak, jadi 50.000 ribu ya utk 5 pot. Bawain sekalian ya pak ke mobil saya, tuh yang di ujung parkiran.”

Saya pun melenggang pergi menyusul suami yang sudah duluan. Si bapak pedagang mengikuti di belakang. Sesampainya di parkiran, si bapak membantu menaruh pot-pot tadi ke dalam mobil, saya membayar 50.000 lalu si bapak tadi segera pergi. Lalu terjadilah percakapan berikut dengan suami,

Saya: “Bagus kan yang, aku dapet 5 pot bibit bunga mawar harga murah.”
Suami: “Oohh..berapa kamu bayar ?”
Saya: “50 ribu.”
Suami: “Hah…!!! Itu semua 5 pot ?” dia kaget
Saya: “Iya dong… hebat kan aku nawarnya ?
Tadi Dia nawarinnya 25.000 1 pot,” saya tersenyum lebar dan bangga.
Suami: “Gila kamu, sadis amat. Pokoknya aku gak mau tahu. Kamu susul itu si bapak sekarang, kamu bayar dia 125.000 tambah upah bawain ke mobil 25.000 lagi. Nih, kamu kejar kamu kasi dia 150.000 !” Suami membentak keras dan marah, saya kaget dan bingung.
Saya: “Tapi…kenapa..?”
Suami: Makin kencang ngomongnya, “Cepetan susul sana, tunggu apa lagi.”

Tidak ingin dibentak lagi, saya langsung turun dari mobil dan berlari mengejar si bapak tua. Saya lihat dia hendak naik angkot di pinggir jalan.
Saya: “Pak……tunggu pak…”
Pedagang: “Eh, neng kenapa ?”
Saya: “Pak, ini uang 150.000 pak dari suami saya katanya buat bapak, bapak terima ya, saya gak mau dibentak suami, saya takut.”
Pedagang: “Lho, neng kan tadi udah bayar 50.000,  bener kok uangnya,” si bapak keheranan.

Saya: “udah bapak terima aja. Ini dari suami saya. Katanya harga bunga bapak pantesnya dihargain segini,” sambil saya serahkan uang 150.000 ke tangannya.
Pedagang: Tiba-tiba menangis dan berkata, “Ya Allah…makasih banyak neng…ini jawaban do'a bapak sedari pagi, seharian dagangan bapak gak ada yang beli, yang noleh pun gak ada. Anak istri bapak lagi sakit di rumah gak ada uang buat berobat. Pas neng nawar bapak pikir gak apa-apa harga segitu asal ada uang buat beli beras aja buat makan. Ini bapak mau buru-buru pulang kasian mereka nunggu. Makasih ya neng…suami neng orang baik. Neng juga baik jadi istri nurut sama suami, Alhamdulillah ya Allah. Bapak pamit neng mau pulang…,”  dan si bapak pun berlalu.
Saya: (speechless dan kembali ke mobil).

Sepanjang perjalanan saya diam dan menangis, benar kata suami, tidak pantas menghargai jerih payah orang dengan harga semurah mungkin hanya karena kita pelit. Berapa banyak usaha si bapak sampai bibit itu siap dijual, tidak terpikirkan oleh saya. Sejak itu, saya berubah dan tak pernah lagi menawar sadis kepada pedagang kecil manapun. Percaya saja bahwa rejeki sudah diatur oleh Tuhan.

Ribuan orang menangis membaca cerita ini, pengingat untuk kita yang kadang tidak adil dalam memperlakukan orang lain semena-mena.

Semoga tidak terjadi pada anda..... Jika itu terjadi, dapat menjadi bahan pertimbangan. SEKEDAR MASUKAN BUAT KITA SEMUA.

(Copas, true story)

Senin, 30 November 2015

Tuhan Itu Satu

Salah seorang raja menjatuhkan hukuman mati terhadap seorang tukang kayu yang tidak jelas kesalahannya apa.

Berita tentang keputusan itu bocor kepada si tukang kayu sebelum pengumuman resmi keluar. Akibatnya ia tidak bisa memejamkan mata untuk tidur di malam itu.

Istrinya menasehati: “Tidurlah di malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Tuhan itu hanya satu, sementara pintu keluar dari suatu masalah sangat banyak”.

Kalimat yang menentramkan itu tepat masuk ke dalam hatinya, hingga ia bisa menenangkan diri, dan ia pun bisa tidur di malam itu. Dia baru terbangun di pagi hari ketika pintu rumahnya diketuk oleh beberapa orang prajurit.

Wajahnya langsung menjadi pucat. Dia melihat kepada istrinya dengan pandangan putus asa, menyesal, dan sedih karena telah mempercayai kata-katanya semalam.

Dia membuka pintu dengan kedua tangan menggigil. Dia ulurkan tangannya ke arah pengawal supaya diikat.

Para pengawal yang datang itu berkata kepadanya penuh keheranan: “Raja sudah wafat, kami meminta kamu untuk membuatkan sebuah peti mati untuk baginda”.

Waktu itu juga wajahnya berubah menjadi ceria. Kemudian ia melemparkan pandangan tanda mohon maaf ke arah istrinya.

Istrinya tersenyum sambil berkata:

“Tidurlah di malam ini seperti malam-malam sebelumnya. Tuhan itu satu, sementara pintu keluar dari suatu masalah sangat banyak”.

Karena itu kadangkala seorang hamba sampai letih karena berfikir, sementara Allah yang memiliki semua rencana dan aturan.

Siapa yang merasa hebat karena jabatan, hendaklah ia mengingat Fir’aun.

Siapa yang merasa hebat karena harta, hendaklah ia mengingat Qarun.

Siapa yang merasa hebat karena keturunan, hendaklah ia mengingat Abu Lahab.

Kehebatan, kekuasaan dan kemuliaan hanya milik Allah satu-satunya.

Dia berikan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Dia cabut dari siapa yang Dia kehendaki juga.

Jangan hukum masa depanmu dengan kondisi hari ini, Allah Maha Kuasa merubahnya dalam waktu sekejap. Tugas kita hanya berusaha dan terus berdo’a.

Rabu, 14 Oktober 2015

Dzikir Dan Kebiasan

Saya orang jawa.  Kerabat saya tentu saja banyak orang jawa. 
Kebiasan anak-anak jawa bermanja kepada ibunya. Yang biasa disebut dengan biyung. Yang artinya Ibu. Biyung biasa dipendekkan menjadi yung.
Ketika anak-anak jawa sakit atau kesakitan maka sering menyebut biyungnya.  Sehingga ia mengatakan,  " Aduh biyung !"  Atau , " Aduh yung! ".
Ternyata kebiasaan ini bisa terbawa sampai tua.  Tidak sedikit dari nenek-nenek atau kakek-kakek yang sudah tua yang tentu saja ibu atau biyungnya sudah meninggal, ketika kesakitan masih mengatakan , " Aduh yung. "
Ada salah satu Kerabat yang bila kesakitan akan teriak, " Aduh yung."
Suatu saat ketika teriak kesakitan,  " Aduh yung. " diingatkan oleh anaknya, " Pak,  kalau kesakitan jangan bilang Aduh yung. Tapi ucapkan Dzikir Astaghfirullah,  atau Subhanallah,  atau la haula wala quwwata illa billah. "
Maka spontan bapak tadi mengucapkan Dzikir, " Astaghfirullah yung. ". :)

Sabtu, 15 Agustus 2015

Kerja, Usaha, Rezeki, Dan Pahala

Buat Para Pencari Nafkah Keluarga,  Renungkan:

”Mungkin kau tak tahu dimana rizqimu. T.api rizqimu tahu dimana engkau. Dari langit, laut, gunung, & lembah; Rabb memerintahkannya menujumu.
✏Allah berjanji menjamin rizqimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi
mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.
✏Tugas kita bukan mengkhawatirkan rizqi
atau bermuluk cita memiliki; melainkan menyiapkan jawaban “Dari Mana” & “Untuk Apa” atas tiap karuniaNya.
✏Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rizqi bukanlah yang tertulis dalam angka; tapi apa yang dinikmatinya.
✏Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya; demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya (mati).
✏Maka amat keliru jika bekerja dimaknai mentawakkalkan rizqi pada perbuatan kita.
✏Bekerja itu bagian dari ibadah. Sedang rizqi itu urusanNya. Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat & berbagi manfaat. Tapi rizqi tak selalu terletak di pekerjaan kita, Allah taruh sekehendakNya.
✏Bukankah Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa; tapi Zam-zam justru terbit di kaki Ismail, bayinya!!
✏Ikhtiar itu laku perbuatan. Rizqi itu kejutan. Ia kejutan untuk disyukuri hamba bertaqwa; datang dari arah tak terduga. Tugas kita cuma menempuh jalan halal; Allah lah yang melimpahkan bekal.
✏Sekali lagi; yang terpenting di tiap kali kita meminta & Allah memberi karunia, jaga sikap saat menjemputnya & jawab soalanNya, “Buat apa?”
Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, lupa bahwa semua hanya “hak pakai” yang halalnya akan dihisab & haramnya akan diadzab.
✏Dengan itu kita mohon “Ihdinash Shirathal Mustaqim”; petunjuk ke jalan orang nan diberi nikmat ikhlas di dunia & nikmat ridhaNya di akhirat. Bukan jalannya orang yg terkutuk apalagi jalan orang yang tersesat.
Maka segala puji hanya bagi Allah; hanya dengan nikmatNya-lah maka kesempurnaan menjadi paripurna.

dari kamar sebelah tanpa nama.
Reposted by : Nashih Amin

Kamis, 04 Juni 2015

Surat Terbuka Untuk Bapak Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo

Surat di atas ditulis oleh Okky Agustina secara terbuka untuk Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo. Dan dimuat oleh http://www.suara.com di link di bawah ini:

Bapak Presiden Republik Indonesia, 

Bapak Ir.Joko Widodo yth.. 


Sebelumnya saya minta maaf bila telah lancang menulis surat terbuka ini kepada bapak. Saya bukan siapa-siapa pak, saya hanyalah istri seorang pemain bola, salah satu dari istri seorang pemain bola yang saat ini sedang kehilangan pekerjaannya karena sanksi FIFA akibat pembekuan PSSI oleh Menpora.

Jujur saja pak, saya sebagai istri merasa sedih dengan adanya kejadian ini. Kami sedih melihat suami yang kehilangan harapan, kehilangan semangat, kehilangan mata pencahariannya.

Pak, mungkin bapak mendengar kalau sepakbola Indonesia tidak berprestasi tapi saya tetap bangga melihat suami saya bertanding membela Indonesia, mengenakan jersey tim nasional Indonesia dengan gambar Garuda didadanya diajang Final Sea Games 2011 walaupun hanya mendapatkan medali perak dan saudara-saudara kami yang lain membela negara yang kami cintai ini di Final Piala AFF 2010 dan adik2 di U19.

Walaupun mungkin dianggap tidak berprestasi, tetapi dari sepakbola para suami bisa membiayai kehidupan kami, menyekolahkan anak-anak dan membeli susu untuk anak-anak.

Pak, mungkin bukan kami para istri saja yang berduka tapi banyak orang yang secara tidak langsung kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Jika bapak pernah datang ke stadion dan menyaksikan pertandingan sepakbola, mungkin bapak pernah melihat banyak orang yang berjualan kaos, minuman, makanan pada saat pertandingan, tukang parkir.


Mereka juga mengais rezeki dari setiap pertandingan dan saat ini pertandingan dihentikan secara paksa, bagaimana mereka mendapat penghasilan untuk membiayai kehidupan keluarga mereka. Dan juga jutaan pencinta bola di Indonesia yang berduka karna tidak bisa menyaksikan pertandingan olahraga rakyat ini.

Pak Jokowi. Dulu bapak dipilih oleh hati nurani rakyat, semoga saat ini juga bapak bisa merasakan dengan hati nurani bapak bagaimana kesedihan kami, bagaimana perasaan kami para istri dan juga insan sepakbola Indonesia. Juga kerinduan kami dengan pertandingan sepakbola, euphoria dan kegembiraan para suporter.

Besar harapan saya dan juga keluarga lain untuk bisa menyaksikan suami kami bertanding dan membela klub dan juga bangsa Indonesia dan saya yakin bapak bisa menjadikan semuanya lebih baik dan mengembalikan pekerjaan mereka.

Sekali lagi saya minta maaf jika ada tulisan saya yang tidak berkenan, ini hanya ungkapan perasaan, kegundahan dan curahan hati saya dan juga para istri yang lain.

Terima kasih semoga bapak selalu diberikan kesehatan, rezeki dan keberkahan oleh Allah SWT. Wassalam


Okky Agustina 


NB: 
Surat di atas ditulis oleh Okky Agustina secara terbuka untuk Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo. Dan dimuat oleh http://www.suara.com di link di bawah ini:

Oleh: Tomi Tresnady : 03 Jun 2015 | 10:51

Sebagai rasa simpati dan dukungan kepada orang-orang yang senasib. 

Pesan saya: 
Mungkin dengan berbagai kedzaliman, anda bisa mendapatkan apa saja  yang anda kehendaki. 
Namun ingat, dengan satu doa orang yang anda dholimi cukup  untuk melenyapkan apa yang anda miliki. 
Hendaknya merenungkan hal ini. 

Senin, 01 Juni 2015

Berilah Seribu Alasan Untuk saudaramu

Jangan mudah menyalahkan orang tanpa mendengar alasan dari orang tersebut.
Orang yang tidak bijak akan mencari seribu alasan untuk menyalahkan orang baik.  Sedangkan orang baik akan mencari satu alasan untuk Memaafkan walaupun seribu alasan untuk menyalahkan sudah di depan mata.
Pelajaran berikut menjadi ibroh untuk kita semua.  
🌸 Berpikir Positif 🌸 
Seorang gadis mungil yang cantik membawa dua apel dengan kedua tangannya..
Ibunya menghampiri dan dengan lembut memohon putri mungilnya dengan tersenyum:
"Putri manisku, maukah kamu memberikan pada ibu salah satu dari dua apelmu?"
Gadis itu memandang ibunya selama beberap detik, dan tiba-tiba dengan cepat dia menggigit salah satu apel, dan lalu menggigit pula apel yang lain.
Sang ibu merasakan kebekuan dalam senyumnya. Dia mencoba dengan kuat agar menghilangkan kekecewaanya.
Lalu sang putri mungil memberikan salah satu dari apel yang telah tergigit itu ke ibundanya, dan berkata: "Ibu, ambilah.. Ini yang lebih manis."
Tak peduli siapakah dirimu, seberapa besar pengalamanmu, dan betapa banyak pengetahuan yang kau pikirkan, hindarilah menghakimi seseorang.
Beri kesempatan orang lain untuk menjelaskan dirinya sendiri.
Apa yang kau lihat belum tentu apa yang terjadi sebenarnya. Jangan pernah serampangan menyimpulkan orang lain.
🌺 Semoga Bermanfaat 🌺
Diedit dan post kan kembali oleh: Nasih Amin
___________________

Sabtu, 30 Mei 2015

Polygamy Merintih Dan Menjerit

(seakan - akan poligami berkata):

(1 ) Mereka memusuhiku.. .padahal aku datang dari sisi Rob mereka ..
Jika yang memerangiku orang-
orang kafir yang membenci
Muhammad dan umatnya maka
aku tdk peduli. ..akan tetapi
ternyata yg memerangiku
para wanita muslimah. .. , bahkan
para wanita yang rajin mengikuti
pengajian ??, bahkan para wanita
yang merupakan panitia
pengajian ??

(2 ) Orang- orang kafir terus
memusuhiku, menghinaku
sebagaimana sikap mereka
terhadap hukum waris yg mereka
anggap tdk adil, karena jika
mereka berhasil menikamku maka
jatuhlah syari 'at Muhammad dan
kenabiannya dihadapan mereka .. .
Apakah mereka lupa bahwa Nabi-
nabi mereka Dawud dan
Sulaiman- disebutkan dalam injil
mereka - juga berpoligami?

(3 ) Bukankah kebanyakan mereka
-sekarang ini- juga berpoligami
bahkan lbh dari 4 wanita ? , hanya
saja tanpa pernikahan resmi
(alias zina ?) , tanpa ada
pengingkaran sama sekali dari
mereka ? , lantas poligami yg
penuh aturan kenapa harus
mereka ingkari ?

(4 ) Aku adalah anugrah yang
Allah turunkan bagi hamba-
hambaNya .. .akan tetapi banyak
yang tidak menyadarinya .. .atau
tdk mau menyadarinya .. .
Bahkan aku adalah mukjizat
Allah , karena aku memperhatikan
kemaslahatan umum ... bukan
hanya kemaslahatan pribadi.
Boleh jadi istri pertama merasa
mendapatkan kemudorotan atau
merasa dizolimi akan tetapi
masih terlalu banyak
janda. ..perawan tua . .. bahkan
perawan muda. ..yg menanti -
nanti kehadiranku ??
Bukankah :

- Jumlah para wanita lebih
banyak dari jumlah para lelaki ?
- Selain sedikit , ternyata
tidak semua lelaki dewasa siap
menikah ?, ia harus
mempersiapkan ekonomi dan
mentalnya . Berbeda dgn wanita ,
jika sudah baligh maka siap
menunggu lamaran menyapa …
- Selain sedikit , aktivitas
kerjaan para lelaki lebih menantang kepada kematian… ,
berbeda dengan aktivitas para
wanita yang kebanyakan di rumah …
- Para lelaki juga tidak ada
liburnya , tidak ada haid dan
nifas yg berkepanjangan , selalu
produktif.

(5 ) Bukankah dgn kehadiranku
banyak permasalahan sosial yg
bisa diatasi ?, mengurangi praktik
seksual yang salah dan haram ?
Bukankah dengan kehadiranku
akan memperbanyak kelahiran
umat dan pasukan Nabi
shallallahu 'alaihi wa sallam ?,
sukakah anda menyenangkan hati
Nabi pada hari kiamat kelak yang
bangga dengan banyaknya
umatnya dihadapan umat -umat
dan nabi-nabi yang lain?

(6 ) Wahai para wanita
muslimah. .. sungguh ANEH.. .
- Sebagian wanita memilih
lebih baik diracun (suaminya
berzina) daripada dimadu
(suaminya berpoligami ).. .
Ini adalah tanda rusaknya fitroh
sang wanita .. .
Ia tdk mau membagi cinta
kekasihnya kepada sahabatnya
sesama muslimah .. .egois ia
kedepankan daripada sikap
perhatian terhadap sesama
muslimah…
Akan tetapi ternyata ia mampu
untuk membuang ego - nya tatkala
cinta kekasihnya dibagikan
kepada para wanita pelacur ... !!!
- Sebagian wanita
memandang bahwa jika ia
dipoligami berarti ia tdk sukses
dan telah gagal dalam melayani
suami !! , atau merasa suaminya
tdk lagi mencintainya.. .ini adlh
kelaziman yg tdk lazim !!!.
Bukankah Aisyah adalah istri yg
paling dicintai Nabi? Ternyata
setelah menikahi Aisyah, Nabi
masih menikah lagi dgn sekitar 7
wanita yg lain

(7 ) Sebagian wanita
menghujatku. .. padahal aku tidak
pernah bersalah . ..yang bersalah
adalah para lelaki yang tidak
bertanggung jawab dalam
menjalaniku .. .

(8 ) Wahai ukhti ... Jika engkau
tidak sudi denganku. .. Maka
janganlah kau benci diriku. ..jangan pula kau ajak suamimu untuk
memusuhiku.. .apalagi
berkampanye kepada para ibu -
ibu untuk memusuhiku… .ingatlah
aku datang dari Robmu . .., jangan
kau bantu propaganda orang-
orang kafir yg membenci syariat
Robmu . Doakan saja semoga para
lelaki bisa menjalaniku dengan
baik.

Repost By: Nashih Amin

Jumat, 29 Mei 2015

Bangsa Indonesia Keturunan Budak ?????

Kalau ada yang menanyakan ke saya," Apakah anda orang Indonesia?"  Saya akan menjawab," Ya. Ada masalah? "
Kalau dia bertanya lagi," Orang Indonesia adalah keturunan budak. Betulkah itu?"
Sikap saya:
Saya akan angkat kaki dan saya tendangkan kaki itu di mulutnya. Karena orang itu buta. Buta sejarah, buta hati, dan buta harga diri.
Bukankah bangsa Indonesia  memeras keringat dan bermandi darah untuk mempertahankan harga dirinya sebagai seorang muslim dan merdeka. Sedangkan ia tidak tahu itu.
Tapi saya tidak tahu, jangan-jangan dia memang keturunan budak. Kalau aku, aku orang merdeka. Dan akan tetap merdeka. Merdeka !!!

Lihat ungkapan ini:
http://linkis.com/dlvr.it/L0vI0

Minggu, 24 Mei 2015

Anak Panah Tidak Mesti Maju

Tidak tahu dari mana asalnya. Belajar dari mana saja. Mengambil ilmu dari siapa saja. Mengambil renungan dari apa saja. Silahkan merenungkan. Moga ada manfasnya.

Apakah kita anak panah ini ataukah kita pembina anak panah ini?

Seperti Anak Panah,
Dimundurkan Untuk Melesat Ke Depan...

Pernahkah kamu mengalami suatu keadaan yang membuat hidupmu seperti ditarik mundur, jauh dari harapan?

Pernahkah kamu melihat orang-orang yang dulunya berapi-api tiba-tiba seperti kehilangan semangat bahkan lenyap dari peredaran?

Pernahkan kamu melihat atau bahkan merasakan bahwa orang-orang yang pernah kau lihat (atau bahkan dirimu sendiri) mengalami kemunduran itu, lalu tiba-tiba melesat cepat ke depan dan meraih banyak hasil?

⏩Kita seperti anak panah di tangan Allah..! Ada masa-masa anak panah itu melesat cepat terlepas dari busurnya menuju sasaran yang dimaksudkan.

Ada masanya anak-anak panah itu harus istirahat dalam kantong-Nya. Namun di saat yang diperlukan, anak panah itu akan dipasang dalam busur-Nya ditarik kebelakang.. Sejauh mungkin untuk mencapai suatu sasaran.

Semakin jauh tarikannya, semakin jauh pula jarak yang akan ditempuh. Semakin panjang rentang busur menarik ancang-ancang, makin cepat pula anak panah itu melesat.

Jadi…

❇Jika kau seperti dalam keadaan yang mundur, bersabarlah : Mungkin Allah tengah meletakkanmu di busur-Nya. Menarikmu jauh-jauh ke belakang, agar di saat kau dilepaskan, kau memiliki daya dorong yang kuat untuk mencapai sasaran. Dan jika kau melihat seorang teman seperti tengah mengalami kemunduran, jangan buru-buru menghakimi dengan mengatakan “Apinya telah padam” atau.. “Jangan-jangan dia ada dosa..”

Jadilah teman yang baik, yang mendampingi di saat temanmu sedang “dimundurkan” karena dengan demikian kau ikut menjaganya agar tidak sampai putus asa dan terkulai.

Kamu, aku, dia, mereka, kita… adalah anak-anak panah ditangan Allah..!

Hidup untuk mencapai suatu sasaran yang sudah ditetapkan.

Tetaplah semangat, tetaplah bersabar, tetaplah tekun dalam kebenaran, dan senantiasa ISTIQOMAH dan tetaplah berdoa memohon kepada Allah, niscaya Allah akan memberi lebih dari yg kita mohonkan...

آمين يارب العالمين

Sabtu, 23 Mei 2015

Tadabbur Surat Annajm

Dalam surat Annajm ini nuansa dzull kehinaan hamba kepada Allah swt.  Terjelma dalam sholat.  Yang di sini dijelaskan tentang kapan sholat diturunkan kepada Nabi Muhammad saw.
Sidrotul muntaha, belum ada yang menegaskan di mana tepat nya.
Ulama yang biasanya mengghubungkan dengan ilmu pengetahuan bernama Syahirul Alim.
Kedekatan di ayat menyebutkan kedekatan sholat. Definisi sholat. ....gerakan Kedekatan. 
Kata Kedekatan.
Hanya kepada mu kami menyembah .....
Tunjukkan ke jalan yang lurus. .yaitu jalan nya orang yang diberi petunjuk bukan orang yang dimurkai bukan orang yang sesat.
Ketakutan akan menjadikan seseorang menyiapkan diri untuk menghadapi nya. Bahkan dalam mimpi.
Sholat menjadikan seseorang berbeda.pengalaman menambah nilai seseorang.  Sholat sekali dua kali berbeda.

Selasa, 12 Mei 2015

Sekuat Tenagamu, berjuanglah

Untuk kesekian kalinya diera digital dan gadjet ini, begitu mudahnya mendapatkan kiriman tulisan. Lagi-lagi tanpa menyebutkan sumbernya. Padahal isinya bagus. Ketika menyebutkan sumbernya akan jadi ilmu yang bermanfaat banget dan berbobot.  Tapi kalau tidak menyebutkan sumbernya,  hanya akan menjadi berita yang boleh dipercaya boleh tidak.
Barangkali ada diantara penbaca ada yang tahu sumber nya.  Jazakumullah khoiron.
ah `Abdulloh al-`Azzam, seorang syaikh teladan dan anutan. Dihormati lagi disegani oleh para muridnya.

Pada suatu saat beliau ditanya oleh muridnya, "Ya syaikh, apa yang dimaksud dengan mastatho’tum?"

Sang Syaikh pun membawa muridnya ke lapangan. Meminta semua muridnya berlari sekuat tenaga mengelilingi lapangan semampu mereka. Titik dan waktu keberangkatan sama, akan tetapi waktu akhir dan jumlah putaran setiap murid berbeda.

Satu putaran masih belum terasa. Putaran ke-2 berkurang tenaga. Kini mulai berguguran perlahan di putaran ke-3. Hingga tersisa beberapa saja yang masih berusaha sekuat tenaga. Hingga akhirnya satu persatu merasa lelah, menyerah. Mereka semua pun menepi ke pinggir lapangan, kelelahan. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.

Setelah semua muridnya menyerah, Sang Syaikh pun tak mau kalah. Beliau berlari mengelilingi lapangan hingga membuat semua muridnya keheranan. Semua murid kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua itu kepayahan. Satu putaran masih berseri-seri. Dua putaran mulai pucat pasi. Tiga putaran mulai kehilangan kendali. Menuju putaran yang ke-4 Sang Syaikh makin tampak kelelahan, raut mukanya memerah, keringat bertetesan, nafas tersengal-sengal tidak beraturan. Tapi beliau tetap berusaha. Terus berlari sekuat tenaga, dari cepat, melambat, melambat lagi, hingga kemudian beliau pun terhuyung tanpa  penyangga. Energinya terkuras habis tak tersisa. Beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.

Setelah beliau siuman dan terbangun, muridnya bertanya, “Syaikh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”

“Muridku, inilah yang dinamakan titik mastatho’tum. Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Alloh sendiri yang menghentikan perjuangan kita,” jawab Sang Syaikh dengan mantap.

Teman, semoga kita dijauhkan dari kemalasan, dari lemahnya 'azzam (kemauan yang kuat), dan dari kecilnya kontribusi kita..

Semangat pagi...

Sabtu, 09 Mei 2015

Baik Itu Berat

Sesuatu yang baik, pasti berat. Karena kebaikan itu banyak godaan. Akhir kebaikan adalah surga dan kebahagiaan.
Sedangkan kemaksiatan sangat mudah.  Karena kemaksiatan di dorong oleh syetan.
Jadi baik itu berat. Mempertahankan kebaikan lebih berat. Istiqomah dalam kebaikan paling berat.
Bertaubat dari maksiat itu berat. Mempertahankan untuk bertaubat itu lebih berat. istiqomah untuk selalu bertaubat paling berat.
Bukan sebuah Kecapekan kalau akhirnya adalah surga.
Bukan sebuah kebahagiaan kalau akhir nya adalah neraka.

Kamis, 07 Mei 2015

Memanfaatkan Bulan Rojab

Tanpa terasa Ramadzan sudah hampir menjelang.  Rasanya  baru kemarin kita meninggalkan Ramadzan.  Kala kita renungkan keberadaan bulan Rajab, Sya’ban, Ramadhan, ketiga bulan tersebut saling berurutan. Apa hikmah yang terkandung di sana? Setidaknya, deretan bulan itu mengisyaratkan pentingnya penekanan ibadah menjelang bulan penuh ampunan, Ramadhan. Untuk mengoptimalkan ibadah di sana, maka diperlukan langkah-langkah persiapan.
Karena sebuah kesuksesan tak bisa lepas dari persiapan yang matang.  Seorang murid yang berhasil lulus ujian karena ia jauh-jauh hari telah bersiap diri menghadapi tes kelulusan itu.
Seorang petarung yang paling siaplah yang akan menang. Team bola pemenang, adalah yang paling matang kesiapannya. Negara yang paling kuat, adalah Negara yang paling lengkap dan sempurna persiapannya. Sayangnya, keutamaan persiapan diri itu,  tak banyak diketahui oleh kebanyakan orang. Ini seperti yang pernah di wanti-wanti Rasulullah SAW ketika menghadapi:
Dari Usamah bin Zaid, beliau berkata, “Katakanlah wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu berpuasa selama sebulan dari bulan-bulannya selain di bulan Sya’ban”. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ,

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Bulan Sya’ban adalah bulan di mana manusia mulai lalai yaitu di antara bulan Rajab dan Ramadhan. Bulan tersebut adalah bulan dinaikkannya berbagai amalan kepada Allah, Rabb semesta alam. Oleh karena itu, aku amatlah suka untuk berpuasa ketika amalanku dinaikkan.” (HR. An Nasa’i. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan.
Hadis itu menyatakan tak sedikit mereka lalai akan keutamaan Rajab dan Sya’ban untuk menghadapi Ramadhan.
Kedua bulan itu memiliki posisi penting buat kita. Terlebih bulan Sya’ban, merupakan bulan tatkala segenap raport amalan langsung diangkat ke hadapan Allah SWT.  Sehingga Rajab laksana terminal utama untuk pemberhentian untuk mempersiapkan raport tersebut.

Amalan yang mesti kita lakukan pada bulan Rojab sekarang ini  ada beberapa hal:
Pertama : Memperbaharui niat.
Perbaruilah niat selalu. Niat yang terbarukan akan membantu mendongkrak semangat ibadah.
Kedua:  memperbanyak puasa.
Kita dianjurkan untuk memperbanyak  melaksanakan puasa di bulan  Rajab dan bulan  Sya’ban.  Anjuran-anjuran tertentu berikut keutamaan berpuasa di bulan Rajab, memang beberapa hadisnya dikategorikan lemah. Namun, berpuasa pada bulan Rajab  landasannya  secara umum hadis-hadis berpuasa di bulan-bulan mulia (asyhur al hurum).  Karena bulan Rajab adalah salah satu dari bulan  haram, sebagaimana firman Allah swt :
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْراً فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ   )سورة التوبة: 36 (
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang  lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At-Taubah: 36)
Di bulan-bulan  haram ini kita dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, terutama puasa. Rasulullah saw bersabda:
 أفضل الصلاة بعد المكتوبة الصلاة في جوف الليل وأفضل الصيام بعد شهر رمضان الشهر الذي يدعونه المحرم
"Shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat di penghujung malam, dan puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah pada bulan yang disebut dengan Muharram."
 ( HR. Muslim: 1163 )

صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ  (رواه أبو داود ، رقم 2428 وضعفه الألباني في ضعيف أبي داود
“Berpuasalah di (bulan-bulan) Haram dan tinggalkanlah.”  (HR. Abu Daud, 2428 dan dilemahkan  oleh  Al-Bany dalam kitab Dhaif Abu Daud)
Sedangkan berpuasa Sya’ban,  sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Bukhari Muslim dari Aisyah ra. Rasulullah paling tampak berpuasa sunah di Sya’ban.
Puasa pada bulan  Rojab dan Sya’ban  dilakukan sebagai persiapan dan pemanasan menghadapi Ramadhan.  Selain itu, Imam   Ibnu Hajar menjelaskan bahwa amalan  sholeh di bulan  Rojab dan khususnya Sya’ban sering terlupakan.  Sebagaimana yang disebutkan hadist Rasulullah saw riwayat  Usamah bin Zaid.
Ketiga: Kegiatan  yang bisa kita lakukan pada bulan Rajab dan sya’ban   dalam rangka untuk   persiapan  Ramadhan adalah  berbagi kabar gembira dan memotivasi sesama. Ini bagus kita lakukan sejak bulan Rajab, yaitu saling memberitahu  keutamaan Ramadhan. Rasulullah saw  dalam rangka tarhib Ramadzan   dalam hadis  yang diriwayatkan oleh Imam  Nasai. “Telah datang kalian Ramadhan, bulan yang diberkahi, Allah mewajibkan atas kalian berpuasa. Pintu langit dibuka dan pintu neraka ditutup.”
Keempat : Mulai meningkatkan  frekuensi penempaan spiritual. Karena  bulan Ramadhan adalah madrasah dan tempat  penempaan bagi orang-orang yang bertakwa. Pembiasaan sejak dini, sebelum datangnya Ramadan, yaitu sejak bulan Rajab dan bulan Sya’ban  akan mempermudah program ibadah sepanjang Ramadhan. Mulai dari hal-hal yang kecil, seperti menjauhi perkataan  yang sia-sia, ungkapan-ungkapan yang jorok. Karena jika  hal-hal tersebut tak dihindari, ucapan-ucapan yang tak pantas itu bisa merusak pahala Ramadhan.  Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْجَهْلَ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ   (رواه البخاري، رقم 1903- 6075 (

“Barangsiapa tidak meninggalkan perkataan dusta, bersikap bodoh dan beramal dengannya. Maka Allah tidak butuh dari meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari, 1903, 6075)
Perkataan keji, nista dan dusta mencakup semua perkataan haram seperti bohong, mengguncing, namimah (mengadu domba), menghina dan menghardik, perkataan jorok dan  lain sebagainya.
Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

 إِذَا أَصْبَحَ أَحَدُكُمْ يَوْمًا صَائِمًا فَلا يَرْفُثْ ، وَلا يَجْهَلْ ، فَإِنْ امْرُؤٌ شَاتَمَهُ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ إِنِّي صَائِمٌ  (رواه البخاري، رقم 1894 ومسلم، رقم 1151 )
“Barangsiapa salah satu di antara kalian di pagi hari dalam kondisi berpuasa, maka jangan berkata jorok dan jangan bersikap bodoh. Kalau ada seseorang yang menghardiknya atau menghinanya maka katakan kepadanya, sesungguhnya saya sedang puasa, sesungguhnya saya sedang puasa." (HR. Bukhari, no. 1894 dan  Muslim, no. 1151)
Kelima: Amalan lain yang bisa kita lakukan pada bulan Rajab dan sya’ban dalam rangka mempersiapkan kedatangan bulan  Ramadzan adalan  menyambung  dan jaga silaturahim.  Menyambung silaturrahim artinya adalah menyambung kembali silaturrahim yang  pernah putus di karenakan banyak hal, seperti pertikaian, perselisihan dan lain sebagainya. Sedangkan menjaga silaturrahim adalah memperkuat silaturrahim yang sudah ada, dan tidak putus agar lebih kuat dan lebih kokoh.
Ada banyak faedah di balik memperkuat tali silaturahim. Menyambung silaturahim akan memperbanyak rezeki dan menjadikan umur bertambah berkah. Dari bersilaturahim pula akan mengikis kesalahan-kesalahan yang pernah diperbuat. Dengan demikian, saat Ramadhan tiba, kondisi diri telah siap dan bersih.
Keenam: Penting untuk dilakukan dan diperhatikan  adalah  segera  membayar hutang puasa Ramadhan yang terlewat.  Terutama kaum wanita, yang bisa dipastikan punya hutang puasa Ramadzan. Para ulama sepakat, hendaknya seseorang membayar hutang puasa wajib terlebih dahulu dan lebih utama sebelum menunaikan puasa sunah.
Ketujuh: Yang tak kalah penting juga  yang kita bisa lakukan dan kita biasakan pada bulan Rajab ini adalah membiasakan diri  untuk bersedekah.  Bersedekahlah dari sekarang. Mulailah dari yang kecil.  Lakukan yang mampu untuk dilakukan.
Kenapa demikian? Karena pahala tiap amalan selama Ramadhan akan dilipatgandakan, tak terkecuali bersedekah.
Bagaimana melatih diri kita untuk sedekah?  Ini bisa dimulai dengan membiasakan diri memberikan makanan bagi fakir miskin. Berbagi makanan, terlebih untuk berbuka, sarat dengan pahala.  Rasulullah saw bersabda:
Dari Zaid bin Kholid AL-Juhani berkata, Rasulullah sallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

مَن فطَّر صائماً كان له مثل أجره غير أنه لا ينقص من أجر الصائم شيء " . رواه الترمذي ( 807 ) وابن ماجه ( 1746 ) وصححه ابن حبان ( 8 / 216 ) والألباني في " صحيح الجامع " ( 6415 )

“Barangsiapa yang memberi buka orang puasa, maka baginya pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.” HR. Tirmizi, 807. Ibnu Majah, 1746. Dan dishohehkan oleh Ibnu Hibban, 8/216. Dan oleh Al-Bany di shoheh Al-Jami’, 6415.
Rasul menegaskan bahwa sedekah berupa pemberian menu berbuka tersebut diganjar dengan pahala puasa dari penerima sedekah. “Tanpa kurang sedikit pun,”

Sekarang sudah dalam bulan Rajab. Dalam hitungan hari  Ramadzan akan menjelang.  Hadapkan  ruhani, pikiran, sosial dan fisik kita untuk menyambut masa panen pahala. Ini perlu kesadaran dari kita. Bukan hanya kesadaran pribadi, tapi perlu kesadaran keluarga dan masyarakat.  Kalau tidak, maka  semua akan berlalu begitu saja, dan kita  akan memasuki Ramdzan dengan tanpa persiapan. Dan Ramadzan tidak memberikan pengaruh baik kepada individu, keluarga dan masyarakat kita. Bukan kesalahan Ramadzan, bukan kesalahan Islam, bukan kesalahan Allah swt, tapi kesalahan kita bersama.
Kita mesti ingat, aktivitas kehidupan kita merupakan rutinitas yang secara otomatis akan jalan. Waktu akan terus berjalan, kita mau atau tidak.  Waktu akan terus mendekat, kita siap atau tidak.  Oleh karena itu mari kita siapkan diri untuk menyambutnya. Kita mulai dari sekarang, yaitu dengan menyambut datangnya bulan Rajab dengan aktivitas-aktivitas:  ( 1 ) memperbaharui niat, ( 2 )memperbanyak puasa,   ( 3 ) saling berbagi ilmu tentang keutamaan Ramadzan, ( 4 ) meningkatkan frekwensi ibadah, ( 5 ) membayar hutang puasa Ramadzan tahun lalu, ( 6 ) menyambung silaturrahim, ( 7 ) bersedekah
Semoga Allah swt memudahkan kita semua untuk mempersiapkan diri di bulan Rajab ini, baik diri pribadi kita, keluarga kita dan masyarakat kita.

اللهم بلغنا رمضان

Sabtu, 04 Mei 2013

Memperhatikan Yang Lama di Abaikan

hari ini 4 Mei 2013 termasuk hari istimewa buat saya. Saya menengok kembali blog yang sudah lama saya abaikan. Saya mulai ngeblog sebenarnya sejak tahun 2006 saat masih menjadi mahasiswa S2 di Fakultas Ushuluddin, Jurusan Hadist, International Islamic University Islamabad. Namun semenjak pulang ke Indonesia, hoby ini sempat tenggelam. Dan bahkan sekarang ini bisa dibilang tenggelam. Kali ini berusahan untuk saya munculkan kembali. Oleh karena itu, hari ini saya sebut sebagai hari istimewa. Semoga permulaan kal ini bisa dilanjutkan dengan coretan-coretan yang baik dan bermakna. Aku akan berusaha dan berdoa. Maka dengan ini saya mulai lagi dengan " BISMILLAHIRROHMANIRROHIM".

Selasa, 14 September 2010

Aku Keluar Bersama Wanita Lain Yang Bukan istriku


Kisahnya pendek, namun cukup menarik untuk di renungkan dan dijadikan sebagai bahan evaluasi diri kita. Ternyata dalam kehidupan kita terlalu sering mengabaikan orang-orang yang kita cintai.
Setelah 21 tahun pernikahanku mulai ada tumbuh rasa cinta pada wanita lain selain istriku.
Belum lama ini aku keluar berjalan bersama wanita lain selain istriku. Ini murni ide dari istriku. Saat itu istriku mengatakan," Aku tahu persis betapa besarnya cintamu padanya." Wanita yang istriku menyuruhku untuk keluar berjalan-jalan bersamanya dan menghabiskan waktu menghirup udara segar tidak lain dan tidak bukan adalah Mamaku yang sudah menjanda sejak 19 tahun yang lalu.
Namun kesibukan harian, mengurus 3 orang anak dan tugas-tugas yang harus saya emban menjadikanku sangat jarang untuk mengunjungi Mamaku di rumahnya.
Pada hari aku membuat janji dengan Mamaku untuk mengundangnya makan malam, beliau bertanya," Kamu baik-baik saja kan?" Karena beliau tidak biasa menerima telphon pada malam hari seperti ini. Rasa khawatir nampak dari nada bicaraannya. " Aku baik-baik saja Ma, aku hanya ingin mengajak Mama untuk berjalan-jalan berdua." Mama menjawab," Hanya kita berdua saja?" Mama berpikir sebentar, kemudian," Aku sangat senang sekali."
Pada hari Sabtu sore sepulang kerja, aku jemput mama. Aku agak merasa kaku dan canggung. Ternyata bukan hanya aku yang merasa kikuk, mamaku juga kelihatan tegang dan kaku.
Mama berdiri menunggu kedatanganku di depan pintu dengan mengenakan pakaian yang bagus sekali. Kelihatannya baju itu adalah baju terakhir yang dibelikan oleh almarhum Papa sebelum beliau menginggal.
Bibir Mamaku menyungging senyuman bak seorang gadis cantik. " Aku katakan pada semua orang kalau aku malam ini akan makan di luar dan berjalan-jalan di luar dengan anak laki-lakiku. Semua orang senang, mereka menunggu-nunggu cerita yang akan aku bawa sepulang jalan-jalan kita ini." Kata mama sambil menyambut kedatanganku.
Kami pergi ke rumah makan yang cukup istimewa, tapi suasananya cukup tenang. Mama memeluk lenganku, bak seorang putri permaisuri.
Setelah mengambil tempat duduk, aku membacakan menu, karena Mama sudah tidak bisa membaca tulisan yang kecil-kecil. Matanya sudah plus sehingga memerlukan bantuan kacamata plus kalau ingin membaca. Saat aku membacakannya, Mama memandangiku dengan senyum berbinar di wajahnya," Aku yang mengajarimu membaca waktu kamu kecil dulu." Aku menjawab," Tiba saatnya aku mencicil hutang budiku kepadamu Ma, dengan tindakan yang sangat sederhana ini." " Tenanglah Ma, dan nikmati saja."
Kami ngobrol berdua sambil makan malam. Tidak ada yang istimewa malam itu. Hanya cerita-cerita lama dan cerita-cerita baru
sehingga menjadikan kami berdua lupa, kalau ternyata hari sudah larut malam.
Ketika kami pulang dan sampai di rumah Mama, di depan pintu Mama berkata," Aku mau kalau pada kesempatan lain kita keluar berdua lagi, tapi aku yang traktir kamu." Kemudian aku cium tangan mama dan ku tinggalkan pulang ke rumah.
Selang beberapa hari, Mamaku meninggal dunia karena serangan jantung mendadak. Kejadiannya sangat cepat, sehingga aku tidak mampu berbuat apa-apa untuk menyelamatkan nyawa Mamaku.
Tidak lama setelah meninggalnya Mama datang surat melalui pos dari rumah makan yang aku dan Mama makan berdua malam itu.
Ada catatan di kertas itu yang tertulis dengan tulisan tangan Mama.
" Aku sudah membayar makanan itu lebih dahulu. Aku tahu, tidak mungkin datang. Yang penting aku sudah membayar harga makanan untuk dua orang, kamu dan istrimua. Karena kamu tidak tahu betapa berartinya malam itu bagiku.".....


Aku sangat mencintaimu nak.

Apa arti menjadikan orang lain merasakan cinta kita kepadanya...tidak ada yang lebih peting dari dari kedua orang tua kita terutama ibu.
Berikan kepada mereka waktu yang cukup karena hak mereka dan hak Allah atas kita.Hal ini tidak bisa ditunda-tunda.
Setelah membaca kisah ini, aku ingat dengan kisah seseorang yang bertanya kepada Abdullah Ibnu Umar , seraya berkata," Ibuku sudah tua
tidak mampu apa-apa bergerak sekalipun. Karena itu aku menggendongnya ke mana saja ia suka untuk keperluannya. Sehingga ia selesai apa yang ia mau. Bahkan seringkali ibuku tidak mampu untuk menahan dirinya sehingga buang air besar dan air kecil di gendonganku.... Bagaimana menurutmu, apakah aku sudah memenuhi hak-haknya?
Ibnu Umar menjawab," Sama sekali tidak, sekalipun hanya satu kali mengejan ibumu saat melahirkanmu."


Moga kisah ini bisa merobah sikap anda tatkala bergaul dengan kedua orang tua anda, terutama ibu.

Selasa, 31 Agustus 2010

Mengapa Tokek Mahal Harganya?

Kompas - Selasa, 31 Agustus



Tokek, hewan reptil yang suaranya sering muncul di rumah, kebun, gedung atau bahkan hutan itu kini harganya makin mahal. Tokek berkaki empat mirip cicak itu lebih sering dijumpai di rumah dan kini makin mudah diperoleh di pasaran untuk berbagai keperluan.

Apa yang menjadikan tokek mahal harganya? Ternyata bukan karena suaranya yang sering bunyi tanpa diduga dan berulang-ulang satu periode. Tetapi lebih kepada kandungan dari tokek itu sendiri, yang otomatis untuk memanfaatkan harus disembelih atau dimatikan.

Tokek rumah atau cicak besar bernama latin Gekko gecko dikenal di beberapa tempat beda menyebutnya misalnya tekek atau tokek, (Jawa), tokok (Sunda), dan tokay gecko atau tucktoo (Inggris).

Tokek rumah memiliki bintil besar-besar di punggungnya yang berbeda-beda warnanya dan hal ini satu diantara pembeda dengan cicak kecil. Bermacam-macam warnanya dari warna abu-abu kebiruan sampai kecoklatan, dengan bintik-bintik berwarna merah bata sampai jingga.

Perut tokek warna abu-abu biru keputihan atau kekuningan dan ekornya juga ada enam baris bintil belang-belang. Kakinya di jari-jari ada bantalan pengisap sehingga pandai lengket di dinding tembok atau pohon.

Tokek menjadi mahal dan dicari orang konon karena bisa menyembuhkan orang yang mengidap HIV atau AIDS. Penyakit mematikan itu menyerang sistem imun tubuh dan belum ada obat medis yang mampu mengatasinya. Sehingga, ramuan tradisional dari tokek dipercaya sebagai paling mujarab untuk hal itu.

Bagian lidah tokek dan darahnya dikabarkan mengandung zat yang bisa melawan virus HIV. Yang memiliki khasiat itu tokek berbobot lebih dari 3 ons dalam keadaan hidup.

Selain lidah, konon empedu tokek juga mujarab untuk pengobatan orang yang mengidap AIDS. Kabar beginilah yang membuat orang harus membeli dengan harga mahal demi terselamatkan nyawanya.

Di bagian empedu tokek, juga mengandung senyawa anti tumor dan kanker sehingga bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Sedangkan daging secara keseluruhan sudah dikenal sejak nenek moyang bisa menyembuhkan berbagai penyakit gatal. Banyak orang memberikan kesaksian bahwa penyakit kulit gatal-gatal bisa sembuh dengan tokek yang dibakar atau digoreng.

Harga tokek bervariasi tergantung berat badan dan usia tokek itu sendiri. Di beberapa daerah seperti Jakarta, Batam, Banjarmasin, Makassar, Pontianak, Surabaya dan Solo serta kota lainnya sudah ada lokasi khusus penjualan tokek.

Di Pasar Jatinegara, Jakarta juga ada pasar hewan yang menyediakan berbagai macam satwa langka sekalipun, dengan harga murah.

Untuk tokek dengan berat badan kurang dari 1,5 ons masih kisaran Rp 200 ribu. Tapi bila sudah besar sekitar 2 ons dan sudah tua maka bisa mencapai Rp 5 jutaan.

Jika nasib mujur, penjual tokek dengan berat badan lebih dari 3 ons atau 4 ons bisa terjual Rp 100 juta. Akan lebih mahal lagi jika sudah mencapai 1 kilogram dan mendapat pembeli langsung dari Korea, China atau Malaysia harganya bisa lebih dari Rp 200 juta.

Tokek raksasa yang pernah ditemukan di pedalaman Kalimantan memiliki berat hingga 64 kilogram yang kemudian terjual Rp 179 miliar oleh pengusaha Korea melalui orang Malaysia.


Sumber Asli : http://id.news.yahoo.com/kmps/20100831/tpl-mengapa-tokek-mahal-harganya-81d2141.html

Selasa, 10 Agustus 2010

Ucapan Ramadhan

Setiap kali datang Ramadhan setiap tahun, kita saling mengingatkan dan menasehati agar bisa optimal melaksanakan ibadah Ramadhan.
Tahun ini tidak beda pula dengan tahun-tahun sebelumnya, saling mengirimkan ucapan-ucapan serta permohonan maaf. Untuk itu saya tertarik untuk menuliskannya di blog ini. Tujuan utamanya untuk memudahkan mengingat pesan-pesan menarik dari teman-teman yang dikirimkan via Ponsel, atau milis, atau FB dan berbagai media lainnya.
Berikut ucapan-ucapan itu, moga anda juga bisa mjengambil manfaat dari berbagai ucapan itu dan semangat melaksanakan Ramadhan tahun ini. Selamat Membaca!


H.E sent from 0812 164 193 xxx 10 Agustus 2010:
Waktu mengalir bagaikan air. Ramadhan suci sebentar lagi segera hadir. Ada luka yang pernah terukir, ada khilaf yang sempat bergulir, ada sangka yang sempat terpikir. Namun kiranya dibukakakan pintu maaf dan lapang dada, agar Ramadhan kita semakin bermakna ... mari sambut bulan Ramadhan dengan ikhlas dan optimisme, marhaban ya Ramadhan dengan ikhlas dan optimisme, marhaban ya Ramadhan... kullu aam wa antum bikhoir ... mohon maaf yang sedalam-dalamnya. ( HE, DN, ND,NS). Mohon maaf bisa sudah menerima SMS yang serupa :)).



اللهم أهله علينا بالأمن والإيمان بالسلامة والإسلام والتوفيق لما تحب وترضى ربك وربنا الله.

Ya Allah, jadikanlah datangnya bulan Ramadhan bagi kami ketentraman dan iman dengan selamat dan Islam serta taufiq apa yang Engkau cintai dan ridhai Tuhanmu (bulan sabit) dan Tuhan kami Allah. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan semoga puasa Ramadhan kita jadi syafaat di hari akhir nanti. (Fjr dan keluarga).



Mohon dibukakan pintu maaf atas segala salah dan khilaf kami. Selamat shoum Ramadhan. Semoga menerima ibadah puasa kita dan memelihara silaturrahim kita. MBU dan keluarga.


Asw. menjelang Ramadhan yang mulia, kami sekeluarga mohon maaf atas semua salah dan khilaf. Semoga kita semua bisa menjalankan ibadah Ramadhan dengan maksimal dan mendapat ampunan dari Allah Swt. Amin. M.Ltf sekeluarga.


Marhaban Ya Ramdahan . " Ya Allah beri kami kesempatan untuk meraih kebaikan apapun yang ada di bulan yang penuh keberkahan ini". Mohon Maaf lahir dan batin. M.Gzl dan keluarga.


Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan. Kita masuki Bulan suci Penuh Rahmat , maghfiroh dan dibukanya pintu surga dengan hati bersih untuk meraih kemenangan . Amin 3X. M.RML sekeluarga.


Jika nafas ini berhenti, mungkin sujud hari ini begitu berarti. Jika menangis di ujung penyesalan,mungkin menangis hari ini ada lentera-lentera harapan. Karena kita hanya singgah sebentar di dunia ini. Mari bersama kita perbaiki segala sesuatu selagi kita miliki kesempatan. Menghiasi dengan amal agar setiap detik kehidupan kita dihitung sebagai kebaikan. Semoga Allah limpahkan Rahmat, keberkahan. Mohon maaf lahir dan batin. Taqobbalallahu minna wa minkum . Selamat menyambut dan menjalankan Ramadhan. Semoga amal ibadah kita diterima Allah. MRSH dan keluarga.


Hidup hanya se(x), Dosa jangan di (+) Amal jangan di (-), Cinta jangan di (:). Gugur bungan karena layu. Gugur iman karena nafsu. Gugur cinta karena cemburu. Menangis karena duka. Tertawa karena suka. Bertaubat karena dosa. Mari kita bersihkan hati sucikan jiwa, jalani hidup dengan beramal di bulan rmadhan yang penuh mulia ini. Mohon maaf lahir dan batin. 081378332359.


Ass.wr.wb. Langkah diayun tujuan menanti,sms dikirim pengganti diri, dosa khilaf dan salah jadilah beban. bermohonlah diri kira

Inilah uccapan-ucapan selamat Ramadhan yang saya terima. Moga bermanfaat juga bagi anda yang membaca. Selamat Ramdhan 1431 H.

Senin, 02 Agustus 2010

Perekat

Senin, 02 Agustus 2010, By Ivan
Menjelang bulan romadlon, para mahasiswa muslim di kampus pak adil, sepakat untuk menyelenggarakan acara tarhib romadlon. Sebagai pembicara,pilihan jatuh kepada pak sujahtra, yang dengan senang hati, berkenan untuk memenuhi undangan. Sebagaimana biasanya, pak sujahtra selalu mengawali khutbahnya,dengan menyampaikan pertanyaan. Seandainya ada dua hadits shahih, yang satu mengisahkan perilaku Rasulullah, dan yang lainnya mengisahkan ucapan atau pernyataan Rasulullah, namun isi kedua hadits tersebut bertentangan, yang manakah diantara kedua hadits tersebut yang lebih kuat kedudukannya. Masih bingung, tanya pak sujahtra ketika melihat seisi kelas memandangnya dengan melongo. Begini contohnya, lanjut pak sujahtra. Ada sebuah hadits yang mengisahkan pernyataan Rasulullah, bahwa jumlah rokaat dalam sholat maghrib ada tiga, sedangkan ada hadits lain yang mengisahkan bahwa Rasululah pernah melaksanakan sholat maghrib empat rokaat, maka, hadits yang pertama lebih kuat kedudukannya, karena ternyata, Rasulullah melaksanakan sholat maghrib empat rekaat lantaran beliau lupa jumlah rekaat yang sudah beliau kerjakan.
Apa yang terlihat oleh khalayak pada diri seseorang, belum tentu mewakili karakter orang tersebut, kecuali orang yang bersangkutan menguatkannya dengan pernyataan. Sebagai contoh, ketika sebagian kader da'wah melihat sebagian kader yang lain mengenakan atribut duniawi yang dalam ukuran mereka, mewah, jangan langsung menyimpulkan bahwa sebagian kader sudah mulai meninggalkan sikap hidup sederhana dan mulai bermewah-mewahan. Selama tidak ada pernyataan dari kader yang menguatkan persepsi kita, maka persepsi yang berawal dari prasangka buruk,harus digugurkan. Prasangka baik apa, yang bisa kita pakai untuk menafsirkan peristiwa ini. Banyak sekali. Tafsir pertama, ukuran mewah atau tidak mewah,sangat relatif. Bagaimana menyamakan gaya hidup sederhana kepada Utsman Bin Affan yang terlahir sebagai bangsawan kaya raya, dengan Abu Dzar Al Ghifari yang terbiasa hidup seadanya sebagai suku badui pengembara. Tafsir kedua, sebagai seorang da'wi, ada obyek da'wah berupa komunitas masyarakat tertentu yang lebih efektif untuk dida'wahi, bila kita menyandang atribut mewah. Tafsir ketiga, keempat, dst., silakan disusun sendiri, lanjut pak sujahtra.
Contoh yang lain, ketika acara kampanye terbuka calon kada yang diusung partai da'wah, berkoalisi dengan partai lain, diisi dengan penampilan artis dangdut nan semlohoy, jangan langsung menyimpulkan bahwa sebagian kader da'wah tidak suka melihat penampilan artis tersebut, ups salah, maksudnya, jangan langsung menyimpulkan bahwa para qiyadah sudah mengizinkan berkampanye dengan iringan maksiat seperti itu. Lalu, apakah kita berharap para qiyadah dengan gagah berani mengumumkan di media massa bahwa partai da'wah sama sekali tidak menyetujui dan tidak bertanggungjawab terhadap penampilan artis seronok tersebut, yang sangat berisiko menyinggung dan melukai perasaan mitra koalisi, yang sejatinya adalah obyek da’wah, yang sudah mulai jinak hatinya kepada da’wah.
Diam, tidak memberikan penjelasan, dan membiarkan para kader menyimpulkan sendiri, terkadang merupakan langkah yang terbaik, sebagaimana kisah berita bohong yang dialami oleh ummul mu’minin, siti aisyah ra, yang dituduh telah melakukan kejahatan bersama dengan seorang sahabat bernama shofwan. Ummul mu’minin, siti aisyah ra, tidak menjawab atau menjelaskan ketidakbenaran berita tersebut. Kemudian, dikalangan sahabat, terjadi dialog antara suami dengan isterinya. Sang isteri, ketika memposisikan dirinya sebagai ummul mu’minin, tidak akan melakukan perbuatan tersebut, apalagi bila membandingkan, bahwa ummul mu’minin jauh lebih baik dibanding dirinya. Demikian juga dengan sang suami, ketika memposisikan dirinya sebagai shofwan, juga tidak akan melakukan perbuatan tersebut, apalagi bila membandingkan, bahwa shofwan lebih baik dibanding dirinya. Maka, apakah kita akan menuduh para qiyadah, yang kualitas keshalihannya jauh melebihi kita, membolehkan kemaksiatan ketika berkampanye.
Prasangka baik, akan melahirkan ketsiqohan. Tho’at dan tsiqoh, merupakan perekat dalam berjama’ah. Seringkali, sebagian kader menempatkan tsiqohnya secara terbalik. Mensikapi beberapa kader yang terjerat kasus hukum, kader lebih mempercayai aparat penegak hukum, mulai dari kepolisian, kejaksaan, atau KPK, dibandingkan mempercayai kader yang sedang menghadapi musibah tersebut.
Padahal, bukan rahasia lagi bahwa lembaga-lembaga penegak hukum, seringkali
bertindak sebagai makelar kasus atau dipergunakan oleh penguasa untuk menekan
rival politiknya. Sebaliknya, ketika seorang ustadz dikeluarkan dari jama’ah
melalui keputusan syuro, kader lebih mempercayai sang ustadz dan menuduh para
qiyadah telah berbuat dzalim dengan memberhentikan sang ustadz, seakan-akan,
para ustadz yang bergelar Lc dibelakang namanya, semuanya ma’shum, terbebas
dari dosa dan kesalahan.
Sebagaimana sahabat Abu Bakar ra yang diberi gelar asshiddiq oleh Rasulullah SAW karena selalu membenarkan perbuatan Rasulullah SAW, demikian pula seharusnya sikap
yang dimiliki oleh kader da’wah terhadap para qiyadahnya. Apakah kader partai
da’wah bisa disamakan dengan pengikut gusdur terhadap gusdur, karena kader
partai da’wah terkesan selalu mencari pembenaran terhadap setiap kebijakan yang
diambil oleh para qiyadahnya. Tentu tidak sama, karena kader memiliki hak untuk
bertanya, dalam memahami beberapa peristiwa yang membutuhkan klarifikasi. Hak
untuk bertanya, telah dimanfaatkan oleh sebagian kader, pada acara pertemuan
dengan para qiyadah yang telah beberapa kali diselenggarakan.
Mengapa prasangka buruk yang melahirkan ketidaktsiqohan bisa muncul di kalangan kader da’wah? Jawabannya sederhana, karena kader sudah tidak lagi intim dengan tarbiyah dan dengan struktur partai. Maksudnya, kader sering bolos dalam pertemuan mingguan dan tidak aktif di partai. Kader yang rajin hadir pertemuan mingguan, tetapi diam-diam menganut jargon, tarbiyah yes partai no, rentan terjangkit penyakit ini. Pak sujahtra menutup khutbahnya dan memberikan kesempatan bertanya kepada para peserta tarhib.
Apakah kader yang rajin menghadiri pertemuan mingguan ,tetapi sering tertidur di saat pak boss sedang menyampaikan taujih, termasuk kader yang rentan terserang penyakit ini? tanya salah satu peserta.

Rabu, 28 Juli 2010

Gadis Berdarah Dingin, Teh Puspa

Namanya Puspa, masih gadis, usianya 24 tahun. Sekarang sudah kerja sebagai pegawai administrasi di sebuah lembaga pendidikan cukup terkenal di salah satu kota sejuk di negeri ini. Ia baru saja menyelesaikan kuliahnya beberapa bulan yang lalu di sebuah universitas negeri di Kota Bunga.
Ya, Puspa namanya.
Dalam akademis, ia cukup bagus. Bahkan bisa dibilang berprestasi IPK nya 3,68. Maka tidak heran kalau peringkat ke 5 dari 12 besar mahasiswa yang cumlaude di angkatannya. Luar biasa....
Aktivitas sosialnya, tidak kurang menariknya. Ternyata ia juga aktivis di kampusnya. Penampilannya yang sederhana, kejujuran dan kepeduliannya kepada orang lain mendorong teman-temannya untuk memilihnya menduduki jabatan wakil ketua Badan Legsltif Mahasiswa. Ah Teh Puspa. Artinya bunga, tidak salah orang tuanya memberinya nama itu. Bunga, yang bisa menemani siapa saja dalam segala kondisi. Saat bahagia merupakan pelengkap bagi kebahagiaan tersebut. Saat sedih, teman yang menjadi tempat menumpahkan segala perasaan. Bagi orang yang jatuh cinta, ia merupakan sarana untuk mengungkapkan apa yang ada dalam relung orang yang sedang kena panah asmara. Bagi pujangga, ia inspirator bagi terlahirnya karya-karya besar. Kala merekah menjadi penyejuk mata bagi yang memandang, kala layu pertanda akan datangnya buah yang menjadi pelanjut generasi. itulah bunga, oh ya Puspa.
Semakin ditelusuri semakin menarik kepribadiannya, ternyata ia bukan orang yang manja. Bahkan bisa dibilang mandiri, mandiri sekali. Ia sudah mulai bekerja dan memenuhi kebutuhannya sendiri semenjak ia di bangku SMA. " Aku sudah biasa merasakan pahit getirnya kehidupan." katanya padaku suatu saat. " Wah setahu saya,kehidupan itu bukan pahit dan getir teh Puspa, tapi pahit dan manis." kataku. " Setahu saya yang getir itu terong mentah...," kataku mencairkan suasana. " Ah kamu ini suka mengalihkan konsentrasi pembicaraan aja Shofi." kata Teh Puspa kalem.
Lebih dari yang saya ceritakan di atas, Teh Puspa orangnya cantik. Saya yakin banyak teman-temannya yang tertarik dengan kecantikannya. Itu terlihat dari komentar para pengunjung FB nya. Walaupun laki-laki yang model begini biasanya berotak kecil bernafsu besar. Melihat perempuan dari sisi fisik tidak lebih dari itu. Komentarnya selalu tentang kecantikannya. Namun kondisi itu tidak menjadikannya merasa hebat, atau dikagumi oleh banyak orang seperti para celebritis kacangan yang hanya bermodal wajah cantik tanpa prestasi dan kemampuan yang memadai.
Mungkin Teteh yang satu ini menyadari, kecantikan bukanlah sesuatu yang perlu dibanggakan atau sebuah prestasi. Karena memang kecantikan adalah karunia dari Yang Maha Kuasa. Tidak ada peran hamba-Nya ini untuk memilih cantik atau tidak cantik. Berbeda dengan kepandaian dan prestasi, kerja keras dan ketekunan pemiliknya yang lebih dominan. Siapa sih yang pernah meminta untuk dirinya kepada Tuhannya," Ya Robb, jadikan aku orang yang cantik atau gantgeng." Tentu tidak ada. Kecantikan dan kegantengan adalah karunia yang harus disyukuri. Bukan satu hal yang harus dibanggakan. Apalagi sebagai sarana untuk mengejek orang lain yang tidak dikaruniai kecantikan atau kegantengan oleh Sang Pencipta seperti dirinya.
Itulah sebabnya, Teh Puspa ini kugelari dengan " Gadis Berdarah Dingin".
" Wah, memangnya aku ular?" kata teh Puspa saat kuungkapkan istilah itu. " Yang berdarah dingin bukan hanya ular teh." kataku. " Apa selain ular?" tanya teh Puspa penasaran. "Yang termasuk makhluq berdarah dingin selain ular ya Teh Puspa." kataku.
" Iiiiihhhh kucubit baru tahu rasa." kata teh Puspa seraya mencubit pinggangku. Aku kesakitan sambil nyengir.Hehehehehe. Teteh gemes digolongkan ke dalam golongan ular. heheheh.
Pertimbangan saya sederhana saja. Teteh Puspa secara fisik cantik dan menarik. Biasanya sedikit sekali gadis-gadis cantik yang berprestasi. Kebanyakan berjiwa labil dan lemah. Tersanjung saat dibilang cantik dan dikagumi kecantikannya. Ketika ada yang menyanjung dan memujinya akan merasa senang dan bahagia. Selalu akan memikirkan berbagai sanjungan dari para lelaki. Biasanya langsung "klepek-klepek" tidak berdaya. Tidak bisa belajar apalagi berprestasi. Begitulah biasanya yang terjadi pada gadis-gadis cantik.
Ternyata hal itu tidak berlaku bagi Teh Puspa, walaupun dari sananya sudah dilahirkan cantik, tapi ia masih bisa berprestasi bahkan menjadi aktifis dikampusnya. Kau memang hebat Teh Puspa. Gadis berdarah dingin. Moga kesuksesan senantiasa menyertaimu.

Rabu, 21 Juli 2010

Dipermalukan di Forever 21

Tidak mustahil, kejadian seperti ini bisa terjadi pada siapa sajat, termasuk anda. Masing-masing kita punya harga diri dan martabat. Kejadian yang ditulis di Kompasiana ini bisa menjadi pelajaran buat anda. Berikut kejadiannya:


Pada 1 Maret 2009 sekitar pukul 14.00 saya masuk ke toko Forever 21 di Grand Indonesia, Jakarta. Saat keluar alarm berbunyi dan karena tidak merasa mengambil apa pun, dengan santai saya tetap berjalan keluar. Namun, pegawai toko itu (Saudari Euis) mengejar untuk memeriksa tas dan saya mengizinkan. Karena tidak menemukan apa pun dalam tas, saya dipaksa untuk mengeluarkan isi tas satu per satu. Saya keberatan dan meminta kalau setelah dikeluarkan masih tidak ada apa pun bagaimana? Kompensasi apa yang dapat diberikan karena saya telah dipermalukan di muka umum?

Kemudian dia memanggil supervisor yang tetap ngotot untuk mengeluarkan isi tas saya satu per satu, dengan alasan dia harus mengetahui apa yang menyebabkan alarm berbunyi. Akhirnya isi tas saya dikeluarkan satu per satu di muka umum, di depan kasir dengan dilihat pengunjung, tetapi tetap tidak ditemukan apa pun. Akhirnya dia menyatakan karena tas yang saya pakai bermerek GAP yang menyebabkan alarm bunyi, padahal di toko itu tidak ada barang merek dimaksud.

Tanpa merasa bersalah dia mengembalikan tas saya. Tidak sampai di sini, tetapi setelah saya keluar kembali dikejar oleh pegawai lain karena alarmnya berbunyi lagi. Sangat disayangkan, manajemen toko tersebut tidak berusaha memperbaiki alarm yang dipasang, malah pengunjung dipermalukan. Apakah ada perlindungan terhadap pengunjung mal untuk masalah seperti ini? MARISA MARDONO Jl Albasia A-7, Graha Indah, Bogor
[ Sumber : kompas ]


Bila hal ini terjadi pada anda, apa yang akan anda lakukan? Bagaimana dengan kehormatian kita yang sudah diinjak-injak seperti ini? Kepada siapa kita harus mengadukan masalah ini?
Ingat, kejadian ini bisa menimpa siapa saja, termasuk anda.


Sumber:
**** http://www.pacamat.com/dipermalukan-di-forever-21/