Rabu, 28 Juli 2010

TOR ( Term Of Reference)

Barangkali ada yang belum tahu TOR? Bagi seorang aktifis organisasi mengerti TOR sebuah keniscayaan. Bila belum mengerti, harus diberanikan untuk bertanya. Bukan sebuah kesalahan bila kita belum tahu lantas bertanya. Nah, yang parah adalah bila tidak tahu, malu bertanya atau tidak mau bertanya. Sehingga yang terjadi adalah sok tahu. Walau sudah senior sekalipun. Berikut ini ada pengalaman pribadi seseorang yang memberikan informasi tentang TOR, moga bermanfaat untuk anda:


Term of Reference (TOR)


June 22, 2008
Assalamu’alaykum Wr. Wb.
Pagi yang indah harus kulalui dengan rapat!!! Agendanya bikin TOR suatu acara…
Hm… Ternyata pas rapat ada yang belum tau TOR… Kesempatan, nih, buat tulisan perdana!!! à pas rapat malah ngetik ini… ^^!
Term of Reference alias TOR adalah segala batasan yang berguna untuk setiap pengisi (pemateri/pembicara) agar sesuai dengan apa yang diharapkan panitia yang mengundangnya. Pokonya, kalau pernah ngisi materi alias cuap-cuap di suatu acara pasti udah pernah dikasih TOR (kecuali acaranya kurang profesional. Tul, nggak?)
Biasanya TOR mengandung beberapa poin penting yang kudu diperhatikan si pengisi materi. Poin-poin tersebut di antaranya :

  1. Judul


  2. Ini wajib and mutlak kudu ada. Tanpa ini, ibarat orang tanpa muka. Kita nggak bakal tau siapa orang itu kalo kita nggak tau wajahnya. Tul, kan? Makanya, acara tanpa judul… Nggak, deh!
  3. Tujuan Umum


  4. Tujuan utama mengapa materi tertentu ingin disampaikan dalam suatu acara.
  5. Tujuan Khusus


  6. Kalo ini tujuan khususnya mengapa materi tertentu ingin disampaikan dalam acara tersebut. Tujuan-tujuan di sini harus selaras dengan tujuan umum agar si tujuan umumnya itu sendiri tercapai.
  7. Hari / tanggal dan Waktu


  8. Kalo panitia nggak ngasih hari, tanggal, dan waktu acara disampaikan, kira-kira kapan si pemateri/pembicara harus datang?
  9. Resume


    Hampir mirip dengan tujuan khusus, tapi lebih bersifat teknis. Dalam arti lain bisa menjawab pertanyaan : bagaimana cara agar tujuan khusus tercapai?
  10. Kondisi


  11. ‘Kondisi’ di sini menggambarkan kondisi objek yang akan diberi materi saat penyampaian materi. Harus diperhatikan siapa peserta yang bakal diberi materi, sehingga penyampaiannya tepat. Biasanya bisa berupa jawaban dari beberapa pertanyaan ini : pesertanya siapa? pekerjaannya apa? Gendernya apa? range usianya berapa? Hobinya apa? Dari suku/negara mana?
  12. Metode


  13. Metode ini biasanya berupa rangkaian bentuk materi dalam pembagian waktu tertentu. Misalnya, dari total waktu 2 jam, pemateri/pembicara diberikan kesempatan untuk menyampaikan dengan metode materi selama 1,5 jam, sementara setengah jam berikutnya diisi dengan metode simulasi dan tanya jawab.
  14. Keterangan


  15. Apapun yang perlu ditambahkan sebagai pesan untuk pemateri/pembicara biasanya ditulis di sini. Kebanyakan berupa harapan-harapan mengenai teknis saat cuap-cuap. Kadang disebutkan juga peralatan-peralatan (apakah disediakan oleh panitia atau disarankan pemateri/pembicara yang bawa?) yang menunjang penyampaian materi.

Cukup membantu? Selamat bikin TOR buat para panitia!!! Ups… Pemimpin rapatnya curiga… Udah dulu, ah…

Wassalamu’alaykum Wr. Wb.


Sumber:
http://karafuruworld.wordpress.com/2008/06/22/8/


Moga sudah jelas, dan tidak bingung lagi ketika anda harus ditugaskan untuk membuat Sumber:
http://karafuruworld.wordpress.com/2008/06/22/8/ ( Terms Of Reference ). Moga anda sukses selalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar