Jumat, 15 Februari 2019

Mengenal Jenis Sengon

Pohon Sengon ternyata bukan hanya satu jenis. Ini salah satu faktor yang banyak  orang yang pertama kali menanam Sengon terkecoh dengan hasil  yang biasanya adalah yang paling disukai oleh orang-orang yang berbisnis. Hasil yang menggiurkan semua orang. Namun, tatkala ada  yang mencoba, ternyata hasilnya tidak seperti teori  dan informasi yang ia dapatkan. Ternyata setelah disadari di  belakang hari, informasi yang ia terima  salah atau kurang lengkap.
Termasuk informasi penting yang harus diketahui oleh orang-orang yang  ingin  berbisnis dengan budidaya sengon adalah  mengetahui  jenis-jenis tanaman Sengon.
Pohon  Sengon  banyak macamnya, dan juga punya perbedaan baik secara fisik maupun nonfisik (gen). Sehingga terkadang sulit membedakan antara sengon merah (Sengon Buto), Sengon Tekik (Sengon Tekek), dan Sengon Laut (Albasia/Albazia). Maka orang yang ingin budidaya Sengon termasuk hal pokok yang harus diketahui adalah Jenis Sengon ini.


 Macam-Macam Pohon Sengon
 Berikut ini   nama-nama jenis pohon Sengon dan  sedikit ciri-ciri fisiknya:

1.     SENGON BUTO
a.      ( Sengon Merah). Sengon Buto. Enterolobium cyclocarpum (Jacq.) Griseb. Nama umum. Indonesia: Sengon buto.

b.     Ciri- Ciri :
Pertumbuhan sengon boto paling cepat dibandingkan sengon tekek maupun sengon laut. Pada bagian kulit batang teksturnya lebih kasar ( lebih bersisik ) dibandingkan dengan kedua sengon lainnya. Kulit berwarna coklat kemerah merahan. Pada umumnya penampilan secara fisik sengon buto besar besar. Karena besar itulah maka di namakan sengon " buto" ( bahasa jawa ) yang artinya besar. Jenis kayunya mudah patah dibandingkan dengan sengon tekek maupun sengon laut. Serat kayu lebih kasar dari sengon lainnya. Sebaran alami dari daerah tropis Amerika, terutama di bagian utara, tengah dan selatan Mexico. Jenis ini tumbuh pada ketinggian 0 – 1000 m dpl dengan curah hujan 600 – 4800 mm/tahun. Tumbuh pada tanah berlapisan dalam, drainase baik. Toleran terhadap tanah berpasir dan asin tapi bukan pada tanah berlapisan dangkal. Tahan terhadap suhu dingin dan terpaan angin. Buah sengon buto termasuk buah polong, dengan kulit keras. Bentuk polong mel ingkar dengan garis tengah 7 dan 5 cm sehingga pangkal buah dan ujungnya menempel. Benih masak ditandai dengan warna buah coklat tua dan berisi ± 13 benih. Benih sengon buto berukuran panjang 1,1 – 2 cm dan garis tengah 0,8 – 1,3 cm dan agak gemuk, berwarna coklat tua dengan garis coklat muda ditengahnya. Dalam 1 kg terdapat 900 – 1000 benih.

2.     SENGON TEKIK
Ciri Ciri : Secara fisik sengon tekek memiliki kedekatan dengan sengon laut, hanya saja yang membedakan adalah warna batang pada bagian ujung-ujungnya ( ranting ) berwarna coklat kemerahan-merahan. Bentuk dan ukuran batang serta pertumbuhannya sama dengan sengon laut. Kayunya lebih keras dari sengon buto dan mudah patah jika dibandingkan dengan sengon laut. Sengon tekek " batang cenderung merah ".

3.     SENGON LAUT
a.      Nama botanis: (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen), syn. Albizia falcata Backer, famili Mimosaceae. Nama daerah : Albizia, bae, bai, jeungjing, jeungjing laut, jing laut, rare, salawaku, salawaku merah, salawaku putih, salawoku, sekat, sengon laut, sengon sabrang, sika, sika bot, sikas, tawa sela, wai, wahagom, wiekkie. Nama lain : Batai (Malaysia Barat, Sabah, Philipina, Inggris, Amerika Serikat, Perancis, Spanyol, Italia, Belanda, Jerman); kayu machis (Sarawak); puah (Brunei)
sengon%2Blaut

b.     Ciri-Ciri : Ciri umum; Kayu teras berwarna hampir putih atau coklat muda pucat (seperti daging) warna kayu gubal umumnya tidak berbeda dengan kayu teras. Teksturnya agak kasar dan merata dengan arah serat lurus, bergelombang lebar atau berpadu. Permukaan kayu agak licin atau licin dan agak mengkilap. Kayu yang masih segar berbau petai, tetapi bau tersebut lambat laun hilang jika kayunya menjadi kering. Sifat kayu : Kayu sengon termasuk kelas awet IV/V dan kelas IV-V dengan berat jenis 0,33 (0,24-0,49). Kayunya lunak dan mempunyai nilai penyusutan dalam arah radial dan tangensial berturut-turut 2,5 persen dan 5,2 persen (basah sampai kering tanur). Kayunya mudah digergaji, tetapi tidak semudah kayu meranti merah dan dapat dikeringkan dengan cepat tanpa cacat yang berarti. Cacat pengeringan yang lazim adalah kayunya melengkung atau memilin. (Martawijaya dan Kartasujana, 1977). Penyebaran : Seluruh Jawa, Maluku, Irian Jaya. Sengon laut " Warna batang cenderung putih.

Sekali lagi diingatkan. umumnya petani pemula tidak dapat membedakan bibit " Sengon Laut" - maupun " Sengon Tekek".  

Nasehat penting : 
" JENIS POHON SENGON YANG PALING BAGUS ADALAH " SENGON LAUT "
" Pastikan bahwa yang kita tanam adalah " Sengon Laut", jika yang kita harapkan untuk mebel maupun untuk bahan bangunan. 
Karena untuk Sengon Tekek  " tidak akan diterima di pabrik". Kecuali kalau itu untuk kayu bakar.



Sumber:
1. http://saifkpi.blogspot.com/2014/09/macam-macam-pohon-sengon.html
2. http://dasar-pertanian.blogspot.com/2018/01/inilah-jenis-jenis-pohon-sengon-yang.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar